Puasa Tahun Ini, Stabilitas Harga Sembako Dikawal Satgas Pangan Polri

0
157

Nusantara.news, Jakarta –Kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang bulan puasa dan Lebaran, selalu terjadi setiap tahun, kendati ada upaya dari pemerintah yang mengimbau agar pedagang tidak menaikkan harga. Namun,  kenyataannya, gejolak harga sembako menjadi mainan para spekulan.Upaya lain pemerintah seperti mengadakan operasi pasar memang disukai masyarakat, namun itu bukanlah suatu solusi yang komprehensif.

Setiap tahun, pemerintah selalu mengatakan bahwa stok kebutuhan pokok menjelang puasa hingga Lebaran terjamin.  Dengan jaminan tersebut, diyakini kenaikan harga yang sering terjadi secara besar-besaran tidak akan terjadi.

Di tahun ini, jaminan stok pangan aman terulang kembali dikatakan pemerintah. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, “Pemerintah memastikan stok bahan pangan pokok jelang puasa dalam kondisi aman,” katanya seusai rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga di Markas Besar Polri, Rabu (3/5).

Saat ini, data stok pangan yang ada di Kementerian Pertanian, tercatat stok beras sekitar 2,2 ton. Khusus untuk Jakarta saja ada sekitar 400 ribu ton telah memenuhi gudang pemerintah yang tersebar di berbagai wilayah ibu kota. Untuk wilayah-wilayah lainnya, stok beras sudah memenuhi  50 gudang milik pemerintah yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. “Jadi, tidak ada alasan harga bakal naik, khususnya beras,” kata Amran.

Apakah jaminan stok kebutuhan pangan mampu meredam gejolak harga di pasar? Contoh yang paling dekat adalah pada bulan puasa di tahun 2016, walaupun Presiden Jokowi berkali-kali mengimbau kepada pedangan agar tidak menaikkan barang, yang terjadi di pasar malah sebaliknya, seperti harga daging sapi yang diminta Jokowi hanya Rp 80 ribu tetapi di pasar harganya mencapai Rp 130 ribu/kg.

Sebenarnya, hal ini hanyalah suatu tanda bahwa pemerintah tidak berdaya menghadapi mekanisme pasar sekaligus tidak mampu memberantas para penimbun barang. Padahal, untuk meredam gejolak harga-harga di pasar, pemerintah sudah memiliki Perpres No. 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

Dikeluarkannya Perpres ini adalah untuk melaksanakan ketentuan Pasal 25 ayat (3) dan Pasal 29 ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dengan maksud agar pemerintah pusat dan daerah bisa menjamin kebutuhan barang pokok lewat pengendalian stok dan harga untuk mengatasi gejolak harga barang, termasuk juga pemberian fasilitas pengembangan infrastruktur dan lain sebagainya agar stok selalu terjamin.

Dengan berlakunya Perpres ini, dalam keadaan tertentu seperti bulan puasa dan lebaran atau dalam kondisi yang tidak normal, pemerintah pusat bisa menjaga stabilitas harga.

Walaupun pemerintah masih mengandalkan operasi pasar sebagai upaya mengendalikan gejolak harga pasar pada Bulan Ramadhan dan jelang Lebaran tahun ini, tetapi sebagian masyarakat masih meyakini harga kebutuhan pokok pasti akan mengalami kenaikan  seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Mengapa masih terjadi kenaikan harga kendati  stok kebutuhan pangan terjamin? Karena, selama ini selain pemerintah tidak mampu melawan mekanisme pasar, juga masih banyaknya pengusaha dan distributor yang aktif melakukan aksi menimbun barang. Bahkan, dengan gencarnya operasi pasar yang dilakukan pemerintah hanya memberikan sinyal bahwa sesungguhnya pemerintah tidak mampu mengendalikan harga-harga barang kebutuhan pokok yang dimainkan oleh para spekulan.

Untuk tahun ini, pemerintah selain memberikan jaminan stok harga pangan jelang puasa aman, juga dibantu oleh Polri yang membentuk Satgas Pangan. Tujuan satgas pangan ini untuk mengantisipasi kecurangan monopoli harga pangan menjelang Ramadhan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, dibentuknya satgas pangan ini untuk memberantas para spekulan yang bermain di lapangan dengan memonopoli harga. “Titik kerawanannya banyak terjadi di rantai distribusi, banyak spekulan yang berupaya memonopoli barang di lapangan. Ini yang seringkali terjadi di lapangan,” ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (3/5).

Satgas Pangan yang akan dipimpin Irjen Setyo Wasito selaku Kadiv Humas Polri yang baru akan bergabung dengan beberapa instansi terkait seperti KPPU, mentan, mendag, mendagri. Nantinya, satgas pangan ini juga dibantu oleh jajaran kepolisian di polda seluruh Indonesia. Untuk jajaran polda, satgas pangan akan dipimpin direktorat reserse kriminal khusus (Ditreskrimsus).

“Kalau satgas pangan ada yang  tahu kenaikan harga tetapi tidak melakukan tindakan apa-apa, saya akan tindak dirkrimsus-nya,” tegas Tito.

Sudah menjadi kewajiban pemerintah yang pro rakyat untuk berani bertindak tegas terhadap spekulan yang terbukti menimbun barang dan memainkan harga di pasar. Sejauh yang terpantau selama ini, stok beras nasional mayoritas dikendalikan oleh pihak swasta dan sisanya dipegang pemerintah melalui Perum Bulog. Apa jadinya jika dominasi swasta sebagai pengendali stok beras nasional yang bisa memainkan harga seenaknya, sementara Bulog semakin kewalahan membeli gabah dari para petani. Ini terjadi, karena harganya melewati harga beli pemerintah.

Oleh sebab itu, sudah selayaknya Kementerian Perdagangan berikut instansi terkait wajib mengawasi aksi penimbunan stok barang kebutuhan masyarakat jelang puasa agar harga-harga tidak bergejolak yang mengusik ketenangan masyarakat, khususnya bagi yang akan menjalani puasa.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito mengatakan, untuk menjamin aman stok pangan, pihaknya memberlakukan “wajib lapor” kepada distributor, subdistributor, ataupun para agen untuk memudahkan pemantauan ketersediaan dan pengendalian harga bahan pangan pokok. Laporan tidak hanya terkait dengan stok pangan di gudang tetapi juga lokasi gudang penyimpanan masing-masing.

Cara ini dilakukan pemerintah, kata Enggar, untuk memonitor ketersediaan stok pangan secara berkesinambungan, bukan hanya pada bulan puasa dan lebaran. Dengan cara ini, jika ada distributor mau coba-coba bermain harga, akan lebih cepat terpantau sehingga bisa diambil tindakan.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here