Public Service Banyuwangi Mewakili Indonesia di Kancah Internasional

0
184

Nusantara.news- Banyuwangi – Inovasi pelayanan publik Pemkab Banyuwangi yang terdiri atas Program Stop Angka Kematian Ibu dan Anak (SAKINA), Program masyarakat bebas dari buang air besar di sembarang tempat (PUJASERA) dan Bayi Lahir Procot Pulang Bawa Akte terpilih untuk mewakili Indonesia dalam kompetisi Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations Public Service Awards/UNPSA) 2017 di Den Hag Belanda, pada 28 Februari 2017.

Terpilihnya ketiga inovasi publik Banyuwangi untuk mewakili Indonesia karena berhasil masuk dalam Top 35 Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) yang digelar Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Bupati Banyuwangi mengaku bangga dan berharap program daerahnya mampu mengharumkan nama Indonesia. “Kami berharap program-program tersebut bisa mendapatkan penilaian yang baik dan ikut mengharumkan nama negara,” ungkap Anas.

Pada kompetisi tingkat dunia tersebut, program inovasi layanan publik Banyuwangi akan bersaing dengan produk-produk public service dari negara lain. Delegasi Indonesia dari Banyuwangi akan mempresentasikan secara rinci pelaksanaan teknis pelayanan publik di depan dewan juri.

“Pemkab Banyuwangi akan mengirimkan delegasi ke Belanda bersama tim dari Kemenpan RB untuk memaparkan program-program unggulan kita di sana,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan, dr Widji Lestariono.

Menurut Rio terdapat tiga kategori inovasi pelayanan publik yang akan dikontestasikan. Pertama, kategori inovasi pelayanan publik yang menyentuh rakyat miskin dan pihak yang paling rentan melalui partisipasi dan layanan inklusi. Kedua, kategori pelayanan publik yang mendorong transparansi, akuntabilitas dan integritas. Ketiga, kategori inovasi dan keunggulan dalam menyediakan pelayanan kesehatan. Banyuwangi terpilih mewakili kategori ketiga. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here