Puluhan Pejabat Trump Tanpa Izin Keamanan Permanen

0
82
Presiden Donald J. Trump, Ibu Negara Melania Trump, dan Wakil Eksekutif Umum Angkatan Bersenjata A.S. Jerome M. Adams yang sedang berpidato

Nusantara.news, Washington – Gawat, lebih dari 130 orang yang ditunjuk secara politis berkerja di Kantor Eksekutif Presiden tidak memiliki izin keamanan permanen pada November 2017. Bahkan putri presiden, menantu dan penasehat hukum utamanya – mengutip dokumen yang diberitakan NBC News, Rabu Legi (14/2) kemarin, hanya memiliki kartu izin sementara.

Di antara pejabat yang ditunjuk bekerja dengan izin sementara – tercatat 47 di antaranya berada dalam posisi melapor langsung kepada Presiden Donald Trump. Sekitar seperempat dari keseluruhan pejabat politik di kantor eksekutif bekerja dengan beberapa bentuk izin keamanan interim.

Saat didatangi CNN pada Rabu (14/2) kemarin, para pejabat Gedung Putih bungkam. Termasuk dalam hal kebijakan mereka mengenai keamanan. Sebelumnya CNN juga melaporkan tentang kelonggaran pada Rabu Legi (14/2) malam. Tidak jelas apakah beberapa karyawan sudah “clearance” sehingga keamanan menjadi longgar.

Klasifikasi Perizinan

Namun dokumen itu menjelaskan, selama 10 bulan pemerintahan Trump, tercatat 85 pejabat politik di Gedung Putih, kantor wakil presiden dan Dewan Keamanan Nasional, bekerja tanpa izin keamanan permanen. Tercatat 50 orang bekerja dengan izin sementara. Mereka bekerja di kantor Sayap Barat (West Wing) seperti Dewan Ekonomi Nasional, Kantor Manajemen dan Anggaran, Perwakilan Perdagangan AS, dan tempat tinggal eksekutif Gedung Putih.

Pejabat Gedung Putih yang terdaftar tidak memiliki izin permanen – tercatat nama Ivanka Trump yang juga putri Presiden dan penasehat senior Jared Kushner yang juga menantunya, Dan Scavino yang menjabat direktur media sosial presiden, dan Christopher Liddell yang menjabat asisten presiden untuk inisiatif strategis.

Keempatnya terdaftar beroperasi dengan izin sementara hanya untuk informasi diklasifikasikan sebagai “rahasia teratas” dan “TS/SCI” yang merupakan singkatan dari “informasi rahasia/rahasia dan terkompensasi”. Kala itu tercatat 34 orang yang memulai pelayanan pemerintahan pada 20 Januari 2017 – hari pertama Trump di Gedung Putih – dan masih memegang izin sementara hingga pertengahan November 2017.

Dokumen itu juga mencatat Penasehat Gedung Putih Don McGahn, Sekretaris Pers Sarah Huckabee Sanders dan wakilnya Raj Shah, hanya memiliki izin sementara untuk mengakses informasi pemerintah yang paling sensitif. Masing-masing di antara mereka telah memperoleh izin tetap untuk mengakses bahan-bahan rahasia, sebuah izin yang lebih rendah yang akan mencegah akses terhadap informasi – misalnya – dalam briefing intelejen harian presiden.

Di Dewan Keamanan Nasional (NSC/National Security Council), 10 di antara 24 pejabat yang tercantum dalam dokumen – atau 42% – hanya memiliki izin keamanan sementara hingga November 2017. Pejabat yang terdaftar sebagai pekerja tanpa izin permanen termasuk Penasehat Keamanan Nasional Dina Powell yang meninggalkan jabatannya pada Januari. Penggantinya, Nadia Schadlow – bergabung pada Maret – hanya memiliki izin sementara hingga November 2017.

Anggota NSC lainnya yang beroperasi dalam pengawasan interim antara lain Direktur Senior NSC urusan Eropa dan Rusia Fiona Hill, Direktur Senior NSC untuk Perencanaan Strategis Kevin Harrington, Asisten Khusus Presiden Urusan Keamanan Nasional John Rader, dan Direktur Senior NSC untuk International Cybersecurity Joshua Steinman.

Penjelasan Intelejen

Pakar hukum mengatakan, terbatasnya izin keamanan permanen bukan berarti ada sesuatu yang bermasalah dengan latar belakang individu yang direkrut oleh presiden.

Direktur Intelijen Nasional Dan Coats awal pekan ini memberikan kesaksian di Kongres, bahwa dia memang sengaja merekomendasikan akses minimal ke dokumen rahasia kepada siapa pun tanpa izin keamanan permanen. “Tapi kalau anda melakukannya, itu harus bersifat sementara dengan akses terkontrol dan akses terbatas, dan itu harus benar sejak awal,” jelas Dan Coats. “Anda tidak bisa hanya mengatakan sementara memungkinkan saya melakukan apapun.”

Tingkat screening yang tercantum dalam dokumen untuk para pejabat eksekutif di Gedung Putih memang bervariasi – dari rahasia ke rahasia hingga ke tingkat SCI.

Mengacu kepada dokumen Kantor Akuntabilitas Pemerintah yang ditulis tahun 2013, Pejabat Gedung Putih paling senior diperiksa untuk mendapatkan izin rahasia dan SCI. Top secret mencakup informasi yang apabila terungkap ke public akan menyebabkan kerusakan parah pada keamanan nasional. SCI digambarkan sebagai “informasi rahasia mengenai – atau berasal dari sumber – sumber intelejen, metode, atau proses analisis yang harus ditangani dalam sistem kontrol akses formal yang ditetapkan oleh Direktur Central Intelligence Agency (CIA).

Tercatat juga nama Ty Cobb, pengacara presiden yang fokus pada penyelidikan Rusia, bertugas di bawah izin keamanan interim per November. Bahkan Scavino yang selalu bertahun-tahun bekerja pada Trump dan termasukTim kampanye 2016 – juga hanya memiliki izin keamanan sementara.

Tidak mengherankan apabila seorang pejabat Gedung Putih, George Banks, seorang asisten khusus presiden untuk kebijakan ekonomi, mengundurkan diri pada Rabu Kliwon (15/2) kemarin setelah dia diberi tahu dia tidak akan mendapatkan izin keamanan permanen.

Asal Muasal Pengungkapan

Partai Demokrat di Kongres pun sudah meningkatkan kekhawatiran tentang masalah keamanan yang melibatkan pejabat Trump sejak era transisi 2016. Elijah Cummings, Demokrat asal Maryland di Komite Pemantau DPR meminta informasi detail tentang semua staf Gedung Putih yang hanya memiliki izin sementara.

Masalah keamanan Gedung Putih yang longgar sebenarnya sudah berlangsung selama berbulan-bulan. Namun segera menjadi pembicaraan publik setelah Surat Kabar “Daily Mail” memberitakan kasus kekerasan rumah tangga yang melibatkan Rob Porter, seorang pejabat yang tinggal di Gedung Putih. Dari sana terungkap bahwa Porter telah bekerja tanpa izin keamanan permanen.

Setelah kasusnya “digoreng” media selama 9 hari, pekan lalu Porter pun mengundurkan diri. Penggantinya, Derek Lyons, juga bekerja dengan izin keamanan interim. Kasus Porter ini memicu dimulainya penyelidikan oleh Senator Republik. Secara terpisah Ketua Komite Pengawas Jalan Trey Gowdy menulis surat kepada Kepala Staf Gedung Putih John Kelly dan Direktur Biro Investigasi (FBI) Christopher Wray yang isinya meminta penjelasan lebih spesifik kepada Gedung Putih tentang izin keamanan sejumlah stafnya.

Secara terpisah pula sekelompok senator dari Partai Demokrat meminta Wray menyediakan daftar individu di Gedung Putih yang memiliki izin keamanan interim sementara. “Kami sangat prihatin, pejabat tingkat tinggi yang beroperasi di bawah izin keamanan sementara, seperti Jared Kushner, (yang hanya dibolehkan) membaca (laporan) briefing intelejen harian Presiden,” tulis para senator itu.

Barrack Obama yang pernah menjadi orang nomer satu di Gedung Putih mengatakan, dirinya tidak dapat mengingat berapa banyak staf yang beroperasi dengan izin keamanan interim selama satu tahun pemerintahannya. Tapi yang jelas, kenang Obama, ada kekecewaan di West Wing ketika itu karena “butuh waktu lama untuk mendapatkan izin orang lain untuk melewatinya”.

Namun ada yang lebih parah dari para staf yang hanya memiliki izin sementara. Omarosa Manigault-Newman yang pertama kali bertemu Trump di “The Apprentice”  dan menjadi bagian dari Tim Kampanye Trump, selama bertugas di Gedung Putih sepanjang 2017 sama sekali tidak memiliki izin. Sebaliknya Direktur Komunikasi Gedung Putih Hope Hicks dan Penasehat Senior Presiden Kellyanne Conway mendapatkan izin keamanan tertinggi sejak hari pertama Trump menjadi Presiden.

Itu artinya, jajaran intelijen AS sendiri tidak begitu percaya dengan kredibilitas sejumlah pejabat Gedung Putih yang dibawa Trump. Meskipun itu dibantah sejumlah pakar hukum, namun tanda-tanya besar Penasehat Senior Jared Kushner dan istrinya Ivanka Trump tidak memiliki izin permanen untuk memasuki Gedung Putih. Padahal mereka menantu dan anak presiden. [] Sumber Berita : NBC News, NYT, Washington Post

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here