Puluhan Siswa di Surabaya Tolak Perayaan Valentine Day

0
96

Nusantara.news, Surabaya – Puluhan pelajar di Surabaya menggelar aksi damai anti Valentine Day atau hari Kasih Sayang, mereka membentangkan spanduk panjang “Stop Valentine Day Because I Love You Everyday” di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (13/2/2017) pagi.

Aksi ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari seruan Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Dr Ikhsan yang melarang siswanya merayakan hari kasih sayang atau Valentine Day. Menurutnya, selain tidak sesuai dengan norma-norma dan adat istiadat budaya bangsa Indonesia, perayaan itu juga bisa memicu tindakan asusila.

Puluhan pelajar yang berasal dari SMP Muhammadiyah Genteng, Surabaya ini tak hanya membentangkan spanduk panjang anti Valentine Day saja, mereka juga membagikan sekitar 100 syal merah muda kepada para pengguna jalan yang melintas di depan Gedung Grahadi.

“Kami menyambut positif arahan Kadindik Surabaya. Sekolah kami juga tidak pernah merayakan yang namanya hari kasih sayang, karena kasih sayang itu tidak hanya terjadi tanggal 14 saja, tapi setiap hari kita harus punya rasa kasih sayang sesama manusia,” jelas koordinator aksi Pandu siswa SMP Muhammadiyah Surabaya.

Pandu juga mengungkapkan, selain tak sesuai dengan budaya Indonesia, Valentine Day juga cenderung dengan free sex dan tindakan asusila. “Ketakutan ini mungkin karena kami takut generasi muda Indonesia bisa terjerumus ke hal-hal yang sifatnya negatif. Tidak semua budaya luar yang masuk ke Indonesia itu baik, juga sebaliknya tak semua yang masuk itu jelek, tapi harus sesuai dengan norma-norma agama dan adat istiadat Indonesia,” urainya.

Sementara Humas SMP Muhammadiyah Genteng, Surabaya Firzah saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa dengan aksi ini diharapkan masyarakat juga mencintai generasi muda di Indonesia. Pembagian syal ke para pengendara sekadar mengingatkan kepada orang tua yang mempunyai anak yang masih pelajar untuk turut mengawasi pergaulan saat ini, terutama dengan masuknya budaya dari lurr yang semakin tak terkontrol.

“Kebanggaan tersendiri akan aksi positif siswa, karena mereka berpikir tentang problematik generasi mereka. Diharapkan aksi ini menjadikan siswa lebih kritis membaca kondisi masyarakat dan memiliki karakter bagus,” tegasnya.

Sementara itu Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Jombang KH Cholil Dahlan, Senin (13/2/2017), mengungkapkan bahwa perayaan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang setiap 14 Februari hukumnya haram.

“Kami sudah berkali-kali menegaskan bahwa Valentine Day tidak perlu dirayakan. Bahkan MUI sudah mengeluarkan fatwa haram untuk memperingati hari tersebut,” ujar KH Cholil Dahlan.

Cholil mengatakan, valentine bukan budaya asli Indonesia. Bahkan perayaan Hari Kasih Sayang itu cenderung menjerumuskan pada kebiasaan melanggar norma. Laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim bertemu untuk mengumbar nafsu.

Ditegaskan bahwa segala perbuatan yang mengarah pada sesuatu yang dilarang oleh agama, hukumnya tetap saja haram. Seperti zina, mendekati saja sudah dilarang, apalagi melakukannya. Sementara perayaan valentine merupakan perbuatan yang dapat dikategorikan mendekati zina.

“Kami mengimbau supaya masyarakat tidak merayakan hari valentine, terutama kalangan muda-mudi yang biasanya merayakan momentum ini. Valentin bukan budaya kita, jangan dirayakan,” pungkas pengasuh PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Jombang ini. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here