Puti Guntur Soekarno by Design

0
1310
Puti Guntur Soekarno.

Nusantara.news, Jawa Timur – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya resmi mengusung Puti Guntur Soekarno menggantikan Bupati Banyuwangi Azwar Anas sebagai calon Wakil Gubernur mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pilkada Jawa Timur. Puti adalah cucu Proklamator dan Presiden pertama Indonesia, Sukarno, dari anak pertamanya Guntur Soekarnoputra.

PDIP dinilai sangat cerdik mengusung anak dari Guntur Soekarnoputra tersebut. Kemunculan Puti boleh jadi merupakan by design yang dilakukan oleh PDIP. Sebab, sebelum terpilih sebagai Cawagub Jatim, dia pernah digadang-gadang maju di Pilkada DKI Jakarta untuk melawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Begitu pula di Pilgub Jawa Barat tahun 2018. Namanya mencuat sebagai sosok yang dipertimbangkan bakal diusung oleh PDIP. Tapi entah bagaimana ceritanya, langkah Puti kini bermuara ke Jatim. Tentu PDIP punya pertimbangan sendiri.

Namun demikian, banyak kalangan menyayangkan keputusan PDIP tersebut. Mengapa tidak  Puti saja yang menjadi Cagub Jatim. Padahal, PDIP sangat bisa dan mampu menjadikan trah Soekarno itu sebagai orang nomor satu di Jatim. Ya, Puti lebih cocok menjadi Cagub ketimbang Cawagub. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab pemilik nama lengkap Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarnoputri, dikenal memiliki kemampuan sangat baik.

Banyak yang membandingkan Puti dengan Puan Maharani, anak Ketua Umum PDIP Megawati Seokarnoputri. Dia lebih cerdas dari Puan. Maklum, Puti adalah lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Indonesia.

Setelah lulus, Puti tidak langsung terjun ke panggung politik. Dia aktif di berbagai kegiatan sosial kemanusiaan. Puti juga sempat menjadi relawan budaya melalui Kelompok Swara Mahardhikka. Setelah itu dia menjabat sebagai Wakil Ketua Yayasan Fatmawati dan Ketua Yayasan Wildan.

Wajar jika selama ini dia kerap ditunjuk sebagai juru kampanye di sejumlah daerah yang calon-calon kepala daerah diusung oleh PDIP. Alasan inilah yang membuat PDIP memilih Puti untuk masuk wilayah Jawa Timur mendampingi Gus Ipul. Sebab, paket keduanya sudah lengkap. Siapapun Cagubnya, meski dibalik pun tetap sama. Keduanya bisa saling mengisi. Puti disebut sosok muda dan wibawa. Diprediksi Puti dapat membantu mendongkrak elektabilitas Gus Ipul di Pilgub Jatim.

Pasangan yang pas, cicit pendiri NU ketemu cucu pendiri republik. Gus Ipul merupakan cicit KH Bisri Syansury, salah satu pendiri Nadhatul Ulama. Kemudian dia akan digandengkan dengan cucu Proklamator RI Soekarno. Inilah duet sejati nasionalis-religius yang diharapkan partai pengusung PDIP dan PKB.

Sejak nama Puti dihembuskan ke publik, seketika itu namanya langsung masuk dalam Google Trend. Berdasarkan data dari Google, nama Puti Guntur Soekarno hanya dalam waktu 0,45 detik menampakkan hasil 13 juta pencarian di internet.

Puti sendiri merupakan anggota Komisi X DPR RI. Dia kader tulen PDIP yang menjabat anggota DPR RI periode 2009-2014 dan 2014-2019 dari daerah pemilihan Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, dan Kota Banjar di Jawa Barat.

Tak banyak yang bisa diketahui dari sosok Puti ini. Dari hasil penelusuran, Puti lahir di Jakarta pada 26 Juni 1971. Ibundanya bernama Henny Emilia Hendayani yang disebut-sebut memiliki keturunan kerajaan Galuh (tahun 669 M) dengan ibu kota di daerah Kawali, sekarang wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Di PDIP, Puti sering disebut sebagai trah tersembunyi Soekarno. Maklum, Guntur merupakan anak pertama Soekarno, sedangkan Megawati anak kedua Soekarno. Kini, anak Megawati (Puan) menempati posisi elit atau tertinggi di PDIP dan lantas menjadi menteri di kabinet Presiden Joko Widodo.‎

Ada pula Prananda Prabowo yang menjadi Kepala Situation Room PDIP. Prananda membantu Megawati mengurus PDIP. Cuma Prananda lebih memilih berada di Situation Room atau di belakang layar membantu sang Ibu.

Nah, berbicara soal cara memperlakukan trah Soekarno, sebagai kader PDIP, Puti tak melihat adanya diskriminasi yang dilakukan Megawati dalam memperlakukan anak-cucu Soekarno.‎

Puti memandang, Megawati tidak serta-merta menempatkan keturunan biologis Bung Karno ke dalam struktur partai. ‎Semua kader akan ditempatkan sesuai kapasitasnya, dan Puti percaya Megawati bertindak bijaksana menempatkan kadernya.

Meski bukan anak Megawati, namun Puti merasakan Megawati tetap memberikan ruang yang baik bagi kader-kader keturunan Soekarno selain anak Megawati untuk berkiprah di partai.‎

Kagumi Sosok Bung Karno

Sedikit menyoal pandangan politik yang dianut Puti yang dikutip dari Youtube. Dalam video dokomenter berdurasi 5 menit berjudul ‘Puti Guntur bicara Bung Karno’ yang diunggah admin soekarnopedia tersebut, Puti bicara panjang lebar soal kekagumannya terhadap sosok Bung Karno.

Meski dia notabene cucu Proklamator Bung Karno, namun Puti mengaku awalnya tidak paham dengan sosok sang kakek. “Saya tidak tahu eyang Soekarno. Dari situlah saya diperkenalkan papa dengan buku Soekarno, tentang buku ‘Bung Karno penyambung lidah rakyat’ karya Cindy Adam, saya mulai paham,” terangnya.

Puti mengungkapkan sosok kakeknya adalah seorang pemimpin yang islami. Apabila banyak orang mengatakan dia komunis atau kekirian, itu salah. “Eyang sangat islami. Dia pancasilais sejati. Hanya sejarah yang mengaburkan semua itu,” urai Puti.

Setelah membaca buku-buku tentang Soekarno, Puti mengerti sosok eyangnya tersebut. Menurutnya apa yang telah dibacanya pada buku sejarah pada saat dirinya SMP itu salah besar.

“Setelah banyak yang mengatakan Bung Karno kekirian, komunis, tapi setelah saya tau itu semua salah. Karena Bung Karno itu sendiri islami, dan mempunyai islam yang kuat, dan itu ada di semua bukunya. Sampai saat ini buku-buku yang pernah saya baca ada di referensi saya jika membahas soal Bung Karno,” kata Puti.

Dijelaskan Puti, saat ini sejarah bangsa Indonesia sudah banyak diubah. Telebih pada buku sejarah di pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Karena setiap pergantian penguasa bisa saja mengaburkan sejarah, bahkan menghapus sejarah itu.

“Mau tidak mau kita harus mengakui, de-Soekarnoisasi, 32 tahun kita punya masa kelam saat Orde Baru kita disuruh untuk menutup nama Soekarno, atau kebesaran Soekarno atau mengarbukan sejarah Bung Karno,” ujarnya.

Puti mengakui, selama 32 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Selama waktu itu, sejarah Bung Karno buram. Paahal dari sosok Soekarno merupakan pemimpin yang taat agama, bukan orang komunis.

“32 tahun itu tidak waktu sedikit dan sitematis, masif yang saya rasakan, pada pelajaran sejarah waktu saya SMP, itu sangat sekali ditutupi soal perjuangan Bung Karno, dan terhadap bangsa ini,” lanjutnya.

“Memang sempat ada yang menyatakan, Bung Karno PKI, Komunis, pada saat itu saya bertanya pada ayah saya, dan dia menjawab itu tidak benar, eyang saya bukan komunis, dia taat beragama, dan Bung Karno adalah seorang muslim,” katanya.

Dilansir dari putiguntursoekarno.org, Puti memiliki pandangan bahwa setiap orang dalam berpolitik harus punya prinsip. Prinsip politiknya adalah ideologi dari Bung Karno untuk memperjuangkan masyarakat kecil yaitu sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dalam berpolitik, Puti selalu menunjukkan jiwa kepemimpinan luwes dan matang. Gaya bicaranya pun mirip Megawati. Begitu pula saat berorasi, Puti mewarisi gaya orasi Bung Karno.

Visi dan Misi Puti

Sebelum dipilih untuk menjadi Wagub Jatim, Puti sebenarnya sudah memiliki visi dan misi. Selama turun ke pelosok desa untuk membantu masyarakat bahwa, Puti sering mensosialisasikan program-program kerja yang diusung Pemerintahan Jokowi. Salah satunya program Indonesia Pintar.

Menurutnya, hal ini sesuai dengan Bung Karno yang menyatakan bahwa pembangunan Indonesia harus dari mulai dari desa karena merupakan soko guru ekonomi. “Karena itulah, saya juga sering mengunjungi pedesaan, saya menyampaikan capaian-capaian yang selama ini telah dilakukam di DPR,” tandas perempuan yang pernah menunaikan haji bareng Gus Ipul ini.

Lebih jauh, Puti mengatakan bahwa DPR memiliki tugas untuk melakukan pengawasan, anggaran dan legislasi. “Untuk itulah saya ingin menyampaikan bahwa semua program pemerintah khususnya bidang pendidikan, olahraga dan pariwisata kami bahas di Komisi X DPR dan hasilnya yaitu kami menyetujui program PIP,” paparnya.

Puti pun mengingatkan bahwa program pemerintah pro rakyat tersebut harus dipergunakan sebaik-baiknya alias tidak disalahgunakan. Dengan demikian program tersebut akan terus bergulir.

Tidak cuma itu, Puti rupanya juga sangat mengagumi kesenian di setiap daerah. Di mana dia berpijak, di situ dia selalu menyerap aspirasi dari para seniman. Menurutnya, para pelaku seni harus tetap merawat kesenian yang digelutinya. Puti meminta para seniman untuk membuat program dan bersinergi dengan pemerintah daerah supaya persoalan-persoalan yang dihadapi bisa diselesaikan bersama untuk satu tujuan yakni memberikan manfaat bagi masyarakat.

Masalah pelestarian cagar budaya, situs adat, komunitas adat, kelompok kebudayaan, Puti sangat peduli. Ia ingin bangsa Indonesia menggemakan persatuan nasionalnya untuk meraih masa depan dan kejayaan. Caranya tidak harus muluk-muluk. Perjuangan bisa dilakukan dengan hal-hal kecil yang sederhana. Karenanya, Puti menyukai ungkapan Mothers Teresa yang dijuluki “Malaikat Kecil Dari Kalkuta” bahwa perjuangan untuk kemanusiaan bisa dilakukan dari hal sederhana. Caranya dengan menjangkau buah-buah yang pendek. Bahkan dengan hanya memberikan bantuan buku bagi komunitas baca di desa dari koleksi pribadinya sekalipun, itu menunjukkan peningkatan pada minat baca Indonesia yang saat ini masih memiliki indeks baca 0,001.

Puti berharap kiprahnya dalam politik membawa manfaat bagi Indonesia. Sepak terjangnya di dunia politik sudah diketahui publik. Kental dengan nuansa nasionalisme dan patriotisme. Dia juga membidani usulan memasukkan kembali pendidikan Pancasila dalam kurikulum pendidikan di Indonesia dan terus mempromosikan Pancasila dan nilai keutamaan bangsa Indonesia ke kancah internasional. Dia juga mendapat kehormatan sebagai peneliti tamu dari Kokushikan University di Jepang dan terus berjuang untuk mempromosikan nilai luhur masyarakat Indonesia di luar negeri.

Perjuangan utamanya adalah bagaimana mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan. Yang terpenting adalah menjalankan Pancasila maka Indonesia akan Jaya. Jangan ada diskriminasi apapun di Indonesia. Puti terilhami perjuangan Bung Karno. Menurutnya, Indonesia adalah sebuah wadah, di mana di wadah itu dituangkan sebuah masyarakat tanpa exploitasi. Suatu masyarakat yang tiap-tiap orang Indonesia merasa bahagia, suatu masyarakat di mana tiada seorang ibu yang menangis karena tidak bisa memberi air susu kepada anaknya. “Suatu masyarakat yang tiap-tiap orang bisa jadi cerdas, suatu masyarakat yang benar2 membuat bangsa indonesia ini suatu bangsa yang terdiri dari ratusan juta insan alkamil yang hidup dengan bahagia di bawah kolong langit buatan Allah SWT,” paparnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here