Putri Pejuang 10 November: Ahok Kurangajar, Pikir-pikir Lagi Kalau Mau Pilih Pemimpin

0
425

Nusantara.news, Surabaya – Sikap Ahok yang menuduh KH Maruf Amin berdusta di depan majelis hakim kasus penistaan agama, Selasa (31/1/2017) lalu menjadi perbincangan panas masyarakat di Surabaya. Sri Lestari, salah seorang warga di Surabaya mengaku geram dengan sikap kurangajar Ahok. Kegeraman putri keempat Moekari, anggota Tokobetsu Kaisatsu-Tai (polisi bentukan Jepang di tahun 1944) yang merupakan pejuang kemerdekaan dalam pertempuran heroik 10 November itu diluapkan di medsos.

“Kurang ajar, Al-quran dilecehkan sekarang ulama dilecehkan,,,, Manusia kayak gini kok masih ada yg percaya,,, Lek gak wong guoblok pangkat 1000 seng percaya yo wong koplak (Kalau bukan orang bodoh berpangkat 1000, yang percaya ya orang bego),” tulisnya di Facebook, dengan mengunggah link berita soal Ancaman Ahok kepada Ketua MUI dan Rais Aam NU KH Maruf Amin.

Dari status yang diunggah Sri Lestari pada Jumat (1/2/2017) pukul 9.29 wib itu menyulut reaksi teman-temannya untuk berkomentar.

“Sebab Yahudi itu tau Mbak Tari Moekari bahwa untuk menghancurkan Indonesia, NKRI, PANCASILA dan UUD 1945 adalah dengan menghancurkan islam, al quran dan ulamanya….. NGGATELINE tidak sedikit wni pekok, dgn menunjukkan pembelaan kepada ahok yang anggota FREEMASONRY ITU…..” timpal Soe Chessplenx, salah seorang temannya.

“Lha iyo rasane aku wes gak iso mikir, mangkel wes tingkat malaikat,,,,, (Lha iya, rasanya saya sudah gak bisa berpikir. Kesal tingkat malaikat),” balas Sri Lestari, yang menggunakan nama akun di Facebook Tari Moekari.

Komentar-komentar di lapak status Facebook milik Sri Lestari menjadi panjang dan kian panas. Itu setelah Sugi Arto, seorang yang mengaku sebagai muslim dari warga NU menanggapi serius dan menjelaskan sikapnya dengan tulisan panjang. Berikut komentar yang ditulisnya itu:

Maaf….

Saya Muslim, dan saya NU.

Pagi ini saya lihat/baca byk berita di Media yang isinya kurang lebih “warga NU sangat marah atas ucapan/nuay Ahok melaporkan ketua MUI KH Ma’ruf Amin terkait kesaksian dalam persidangan Ahok.

Saya menanyakan ‘warga NU’ yg mana, mengingat akhir2 ini banyak oknum yg dgn mudahnya “mengatas namakan”.

Ada yg mengatasnamakan ISLAM, ada yang mengatasnamakan ULAMA…..padahal sejatinya mereka ini bersembunyi/menjual/berlindung/lemparbatu sembunyi tangan……

Saya yakin warga NU CERDAS, OBYEKTIF, dan BISA MEMILAH MANA KEBENARAN DAN KEADILAN.

Malah kesan saya, jika orang2 yang meng_claim warga NU marah justru merekalah yang telah menghina warga NU seolah olah warga NU tidak cerdas.

Terlepas daripasa apakah Ahok jadi melaporkan KH Ma’ruf Amin atau tidak, sebaiknya kita sebagai warga NU obyektif dan tidak fanatisme membuta.

Toh laporan itu kalaupun jadi akan diproses oleh aparat, dan pada giliranya nanti akan masuk peradilan. Biar proses hukum yang mengadili.

Warga NU saya yakin paham bahwa lewat Al-Quran Allah sangat menekankan ke_ADIL_an, bagi siapa saja bahkan kepada kaum kafir sekalipun.

Mari kita sebagai warga NU jangan mau dibuat atau dianggap bodoh oleh oknum-oknum yang mempunyai misi2 tertentu dan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri.

Usia NU sudah cukup dewasa, bbrp hari lalu genap 91 tahun dan kini menginjak tahun ke 92…..semoga NU semakin kokoh, tegar, dan cerdas sebagai pilar utama penyangga kerukunan, kedamaian, dan kesatuan NKRI.

HIDUP NU…..!!!

SEMAKIN JAYALAH NU….!!!

Menanggapi ini, Sri Lestari tak mau berdebat. Penulis buku 500 KM yang menceritakan tentang gerakan PKI pada tahun 1948 itu menilai, komentar panjang yang ditulis Sugi Arto sudah melebar. Dia mengajak teman-temannya yang lain untuk tidak menanggapi pernyataan Sugi Arto.

“Mas Minta, wes gak usah di tanggapi (sudah, gak perlu ditanggapi), buang energi, tambah panjang gak akan nyambung,,,,al-quran ae di bantah apa lg kita (Al Quran saja dibantah),,,,,,didoakan aja biar pintu hidayah di buka untk hati yg tertutup….,” tulis Sri Lestari, membalas komentar Sugi Arto.

Kendati Sri Lestari enggan menimpali koementar yang menyoal mulut comeng Ahok kepada KH Maruf Amin, lontaran-lontaran teman-teman di dunia mayanya itu tak kunjung berhenti. Bahkan, perbincangan menjadi semakin panas dan melebar. Win Ardiyono, teman Sri Lestari yang lain mencoba meredam dan mengurai persoalan dengan menuding Amerika sebagai biang keladinya.

“Selama kepentingan Amerika mulai diganggu mk bnyk cara utk mengadu domba..CIA,,,ada dimana mana,menyusup keberbagai lapisan masyarakat baik itu ulama,wartawan,politikus bahkan mungkin juga munyusup didalam tubuh penerintahan,jd..senua ini ulah Amerika,,,yg teriak2 kofar kafir..pdhal dana pergerakan mrk adalah dr org yg mrk sebut2 kafir..!!!”

Sementara itu, dihubungi Nusantara.news, Sri Lestari mengaku heran dengan tanggapan Sugi Arto. Menurutnya, reaksi yang diungkapkan Sugi Arto di Facebook itu terlalu berlebihan. Sri Lestari juga mengungkapkan, bahwa sikap yang ditulisnya di jejaring sosial didasari dengan fakta dan sumber yang meyakinkan. Maka dari itu, Sri lestari menyatakan keprihatinannya karena Ahok dinilai sudah melampaui batas.

“Saya betul-betul prihatin dengan sikap yang ditunjukkan Ahok. Dia benar-benar sudah kelewat batas karena tanpa disadari sudah membuat Indonesia semakin gaduh. Dia tak hanya sudah menghina Al Quran. Dia (Ahok), juga main ancam pada Kyai Maruf Amin,” tutur Sri Lestari.

Purti Moekari sang kapten dari unsur kepolisian yang turut angkat senjata melawan tentara Inggris pada 10 November 1945 ini menilai, bahwa sikap yang dicerminkan Ahok belakangan ini semakin menjadi-jadi. Ahok semakin membeber jati diri yang sebenarnya, yakni sosok yang tidak punya etika. Dia juga menitipkan pesan agar masyarakat di DKI Jakarta lebih selektif untuk memilih seorang pemimpin.

“Saya hanya ingin mengingatkan saja sama semua orang, terutama yang ada di Jakarta agar berpikir kembali untuk memilih pemimpin seperti Ahok di Pilgub DKI Jakarta nanti. Ahok itu semakain kurangajar dan tidak beretika. Dia semakin menjadi-jadi. Sikapnya itu bukan mencerminkan sikap bangsa Indonesia yang cenderung tahu tata krama serta santun dalam bertutur kata,” tandasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here