PWNU Jatim dan Pemuda Muhammadiyah Kecam Keras Penyiraman Novel Baswedan

0
42

NUSANTARA.NEWS, Surabaya – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengeluarkan pernyataan, mengecam dan mengutuk keras peristiwa penyiraman air keras yang dilakukan oleh dua orang tak dikenal ke wajah Penyidik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Novel Baswedan, usai menjalankan ibadah Salat Subuh di sebuah masjid di dekat rumahnya, Selasa (11/4/2017).

“Kita prihatin dengan kejadian yang menimpa Novel Baswedan, Penyidik KPK. Karena itu, kita juga mendesak aparat harus menyelediki tuntas motif di balik itu. Kalau berkaitan dengan kasus yang ditangani, tentu pekerjaan aparat keamanan untuk mengungkap sampai tuntas,” kata Sekretaris PWNU Jawa Timur Akhmad Muzakki, Selasa (11/4/2017).

Sementara, Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah melalui media sosial juga menyebar tulisan kegeramannya terkait peristiwa keji, penyiram air keras ke wajah Novel Baswedan, saat akan pulang ke rumahnya usai menjalankan sholat subuh.

“Saya Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mengutuk dengan keras tindakan kekerasan biadab yang dilakukan terhadap Novel Baswedan,” tulis Dahnil Anzar.

“Saya mengajak kepada Rakyat Indonesia untuk mendoakan Novel Baswedan, dan menemani beliau melawan teror biadab yang dilakukan para bandit-bandit yang tidak senang dengan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia,” tegas Dahnil Anzar.

Dirinya juga mendesak pihak kepolisian menindak dan segera dapat menangkap pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan.

“Saya dan seluruh kader Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah akan berdiri menjadi benteng kekuatan melindungi dan menemani Novel Baswedan dalam upaya melawan bandit koruptor yang mengancam negeri ini,” tambahnya.

Untuk diketahui, subuh tadi pagi, Selasa (11/4/2017) dalam perjalanan pulang dari masjid, Novel Baswedan di hampiri oleh dua orang tidak dikenal yang mengendarai motor, yang kemudian menyiramkan cairan air keras ke wajah Novel Baswedan, Penyidik Senior KPK yang banyak menangani kasus besar korupsi di negeri ini. Akibat lukanya, hingga hari ini Novel Baswedan tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Terkait peristiwa ini, Kepolisian RI tidak boleh tinggal diam, penegakan hukum harus dilakukan dengan tegas dan adil. Selain menangkap pelaku dan mengganjar hukuman setimpal. Juga harus bisa menguak siapa otak dibalik peristiwa keji dan tidak berperikemanusian itu.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here