Rahasia Derita

0
72
Foto: instabrown.com

Pernah Seger menyempatkan diri untuk minta waktu khusus kepada Pakde Brakodin. Memancing dari pengalaman dan pengetahuan beliau tentang kehidupan Mbah Markesot. Terutama yang terkait dengan Jalan Sunyi: istilah atau semacam titik pemahaman yang sangat mendalam berada di hati dan pikiran komunitas Mbah Sot. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Jalan Sunyi.

“Apakah karena pandangan hidup Mbah Sot berbeda, bahkan banyak bertentangan dengan kebanyakan orang?”

“Iya,” jawab Pakde Brakodin, “Sebagai unsur. Tapi bukan yang utama dari yang dimaksud Jalan Sunyi.”

“Pilihan hidup Mbah Sot yang aneh dan asing bagi masyarakat umum?”

“Bukan yang terpenting.”

Marginalized?”

“Tidak membuat beliau menderita.”

“Teralienasi?”

“Sering malah beliau nikmati.”

“Keterasingan kultural?”

“Tidak merupakan tekanan bagi beliau.”

“Beda prinsip, ilmu, orientasi dan sikap hidup dengan mainstream?”

“Malah hal yang melegakan.”

Out of the Box?

“Gembira karena digiring ke situ oleh qadla dan qadar.”

“Tidak nyambung dengan kesibukan berpikir khalayak?”

“Itu seperti berpuasa dengan hari raya istimewa.”

“Punya perkebunan luas dan subur tapi tak memetik buahnya?”

“Itu kenikmatan rahasia yang sangat dalam maknanya.”

“Tidak duduk di kursi apapun dan manapun?”

“Beliau sukanya berdiri, berjalan, berlari, atau bersimpuh.”

“Punya kursi besar tapi tak diduduki?”

“Hidupnya itu sendiri adalah kursi besar yang banyak orang numpang duduk.”

“Punya energi dan potensi sangat besar untuk menang tapi tidak bertanding?”

“Kemenangan belum tentu berkah.”

“Kaya raya tapi hidup miskin?”

“Itu kekayaan yang sejati.”

“Sangat ada tapi ditiadakan?”

“Yang ijtihadiyah adalah ada yang tiada.”

Ya’udu ghariban wa ya’udu ghariban miraran?

“Iya juga, tapi bukan intinya.”

“Apakah karena baik tapi disangka buruk?”

“Malah bisa jadi sebaliknya.”

Tidak ada yang tepat yang ditanyakan oleh Seger. Akhirnya ia menderet berbagai pertanyaan: “Apakah ada sejarah kelam di masa silam, yang membuat beliau ekstrem mencari cahaya? Apa inti Jalan Sunyi? Apakah disebut Jalan Sunyi karena kegagalan beliau menjelaskan diri? Ada rahasia besar dalam kehidupan pribadi beliau? Apakah ada sekian rahasia besar di dalam kehidupan beliau, yang kalau itu semua diungkapkan maka seluruh eksistensi Markesot menjadi batal? Aslinya, Mbah Sot tidak boleh mengungkapkan ataukah tidak mampu merumuskan?”

Pakde Brakodin tertawa terbahak-bahak. “Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.”

“Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui rahasia langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api.”

Seger tetap gagal menguakkannya. Ia membuat catatan pribadi bahwa Jalan Sunyi Markesot sesungguhnya terletak pada rahasia penderitaan hidupnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here