Raja Salman Perpanjang Liburan, Gubernur Bali Tolak Pengamanan Ketat

0
167

Nusantara.news,Jakarta –  Kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud yang berlibur ke Pulau Dewata Bali sejak 4 Maret 2017 diharapkan memberi peluang lebih besar bagi pasar wisatawan Timur Tengah.

Harapan tersebut diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, di Denpasar. “Kedatangan raja bersama anggota kerajaan lainnya ini adalah peluang bagi pariwisata Bali mengingat selama ini kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal negara-negara Timur Tengah masih belum signifikan,” ujarnya seperti dikutip Antara.

Terkait hal ini, beberapa tempat wisata dijaga ketat oleh pihak keamanan. Bahkan, Pantai Geger yang lokasinya tepat di depan Hotel St Regis ditutup. Tak pelak, Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta kepada seluruh aparat pengamanan untuk tak mengganggu wisatawan dan aktivitas masyarakat.

“Tidak boleh ada yang dirugikan. Saya sudah katakan bahwa Bali itu biarkan apa adanya. Bahwa ada rencana kunjungan (Raja Salman-red) dan sebagainya, bukan berarti terus orang lain nggak bisa datang,” kata Pastika di sela-sela menghadiri sidang paripurna DPRD Bali, di Denpasar, Senin (6/3/2017).

Menurut dia, tidak boleh terjadi kalau objek wisata langsung steril dan terlalu ketat bagi pengunjung lainnya, gara-gara Raja Salman dan rombongan akan berwisata ke tempat tersebut, apalagi kalau sampai akses pantai ditutup.

“Semestinya tidak seperti itu karena janjinya ‘nggak begitu kok. Saya katakan, biarkan Bali dengan daya tariknya tersendiri, jangan dibuat-buat,” ucap mantan Kapolda Bali itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, menjelang kedatangan Raja Salman, Wakapolri Komjen Syafruddin yang hendak mengecek situasi keamanan hotel malah diusir oleh pasukan pengaman dari Saudi. Bahkan saat Raja Salman memasuki hotel, Syafruddin masih mengenakan seragam mendampingi Dubes Kerajaan Arab Saudi di Jakarta saat jumpa Wartawan di Nusa Dua.

Namun, Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose membantah adanya pengusiran terjadap Wakapolri dan Wagub Bali, kejadian itu hanya kesalahpahaman di lapangan.

“Tidak ada penolakan, hanya sedikit salah paham dan ketidaktahuan saja,” kata Golose di Nusa Dua, Minggu (05/03/2017), seperti dilansir dari Merdeka.

Raja Salman perpanjang liburan di Bali

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud nampaknya begitu kerasan dengan keindahan dan keramahan Bali. Buktinya, raja berjuluk Sang Penjaga Dua Kota Suci itu memperpanjang liburannya. Kabar terbaru menyebutkan, Raja Salman memilih memperpanjang liburan hingga Minggu (12/3) mendatang.

“Informasi terbaru yang kami terima, Raja Salman dan rombongan akan berlibur hingga Minggu mendatang,” ujar Deputi Direktur Operasional JAS Airport Service Subiyono kemarin (5/3), seperti dilansir Jawa Pos.

Sementara itu, intensitas pengamanan VVIP untuk Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud tak berkurang meski situasi Bali relatif kondusif. Pengamanan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) untuk tamu-tamu VVIP kenegaraan. Patroli dari unsur darat, laut dan udara juga terus diintensifkan. Seperti yang terpantau kemarin. Patroli personel Brimob terpantau di kawasan ITDC Nusa Dua, dan area tempat menginap Raja Salman, dan rombongan.

Mereka keliling area hotel tiap beberapa menit untuk memastikan kondisi keamanan berjalan aman terkendali. Tidak hanya unsur darat. Dari unsur laut, korps TNI AL terpantau mengamankan area private beach yang digunakan Raja Salman untuk menginap. Demikian juga dengan unsur udara yang mengamati area hotel dari langit Bali. Pengamanan Raja Salman juga melibatkan pecalang. Itu pasti karena pecalang karena menyangkut kearifan lokal di Pulau Bali. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here