Ramai-Ramai Menolak Pertambangan Emas Tumpang Pitu

1
232

Nusantara.news, Kota Malang – Perjuangan warga setempat menolak pertambangan emas di Tumpangpitu, Kabupaten Banyuwangi bergaung hingga ke Kota Malang. Bertempat di Wisma Kalimetro, Mertojoyo, Kota Malang, sekelompok Pemuda Kota Malang turut bersolidaritas mendukung perjuangan mereka pada Senin (11/9) kemarin lusa.

Tercatat sekitar 50 pemuda dari sejumlah komunitas di Malang mendukung perjuangan warga Banyuwangi menolak pertambangan emas di Tumpang Pitu. Beberapa komunitas itu meliputi, Front Nadhliyin Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Malang, Kristen Hijau, Komunitas Kalimetro, Intrans Institute, Malang Corruption Wacth, Sastra Pelangi Malang, Gusdurian Malang, Terakota dan lainnya.

Sebelum penyematan dukungan solidaritas pemuda tersebut dilakukan diskusi dan berbagi cerita dari perwakilan warga daerah gunung Tumpangpitu, yang tergabung dalam ForBanyuwangi (Forum Banyuwangi). Yakni Sunan Dirianto salah satu aktivis ForBanyuwangi dan juga Taufik warga Tumpang Pitu yang memaparkan kronologis perjuangan masyarakat mempertahankan tanahnya yang terancam akan adanya pertambangan emas.

Sunan Dirianto mengungkapkan bahwa perjuangan penolakan pertambangan emas di Tumpang Pitu merupakan perjuangan asli rakyat Banyuwangi yang khawatir apabila keberadaan pertambangan emas tersebut akan mengancam kondisi sosial ekologis di beberapa desa sekitar Gunung Tumpangpitu.

“Perjuangan penolakan pertambangan emas Gunung Tumpangpitu ini perjuangan hidup dan mati, karena mereka memperjuangkan lingkungan untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat,” tandas Sunan

Sementara itu, Taufik menjelaskan bahwa Gunung Tumpangpitu merupakan suatu kawasan yang harus dijaga dan dilindungi sesuai dengan RTRW Kabupaten Banyuwangi sebelum dirubah menjadi kawasan produksi oleh SK Mentri Kehutanan yang saat itu dijabat oleh Dzulkifli Hasan melalui surat keputusan nomor SK. 826/Menhut-II/2013 dengan luas 1.942 Hektar yang kemudian dikelola oleh PT Bumi Sukses Indo (BSI).

“Gunung Tumpangpitu, memiliki sejarah yang panjang. Gunung yang tidak jauh berhadapan dengan laut ini melindungi beberapa desa yang dulu sempat terkena bencana Tsunami, apa jadinya apabila gunung tersebut ditambang dikeruk seperti Freeport, jelas akan mengancam keselamatan warga” jelasnya, Minggu (10/9) yang lalu.

PT BSI adalah perusahaan yang sekarang melakukan operasi penambangan emas di Hutan Lindung Gunung Tumpangpitu (HLGTP). PT BSI adalah anak perusahaan Merdeka Copper Gold yang sebagian sahamnya dikuasai oleh PT Saratoga Investama Sedaya (perusahaan milik Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga S Uno).

Hingga sampai detik ini pertambangan emas di Tumpangpitu masih berjalan. Berjalannya pertambangan emas tersebut diselingi beberapa bencana yang terjadi seperti luapan banjir lumpur, sawah di sekitar gunung mulai mengering, sumur-sumur warga mengering, hutan dan pohon di gunung telah gundul, karang sekitar pantai pulau merah rusak.[]

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here