Ratusan Juta Pengangguran Cina Siap Serbu Indonesia

2
780

Nusantara.news, Jakarta – Serbuan Warga Negara Asing (WNA) asal Cina ke Indonesia  menjadi salah satu topik utama yang diangkat media massa Tanah Air.  Tingginya jumlah pengangguran di Negeri tirai bambu itu menjadi salah satu faktor penyebab maraknya WN Cina yang berimigrasi ke Indonesia sebagai tenaga kerja ilegal.

Data terakhir  Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada periode Januari – Juni 2017 dari 5.133.345 WNA yang masuk ke Indonesia, jumlah WN Cina sebanyak 969.525 orang. Jumlah ini menempatkan WN Cina pada posisi teratas.

Angka Pengangguran di CIna Tinggi

Populasi penduduk Cina yang terus bertambah menempatkan negara tirai bambu itu sebagai negara terpadat di dunia. Berdasarkan data  dari CIA (Central Intelligence Agency) World Factbook Tahun 2016, jumlah penduduk CIna sudah mencapai 1,37 miliar jiwa atau tepatnya 1.373.541.278 jiwa.

Jumlah tersebut merupakan 18,8% dari keseluruhan jumlah penduduk dunia. Adapun luas wilayahnya 9.596.961 km2.

Data tersebut dikuatkan dengan hasil sensus terbaru yang dilansir oleh Biro Statistik Nasional (NBS) Cina. Data itu juga menyebutkan jumlah penduduk terbesar ada di perkotaan, mencapai 767,5 juta jiwa atau 55,8 persen sebaran populasi.

Salah satu masalah serius yang dihadapi Cina dengan jumlah penduduk sebanyak itu adalah soal tenaga kerja. Data NBS Cina mengungkapkan lonjakan jumlah pengangguran terus mengalami kenaikan sejak tahun 2001 yang mencapai 3,6 persen. Jumlah itu terus meningkat di mana periode 2010-2015 rata-rata tingkat pengangguran mencapai 4,1 persen dan  pada 2016 mencapai angka tertinggi, yakni 4,02 persen.

Namun, pada kuartal 1 tahun 2017, Kementerian Sumber Daya Manusia dan Tenaga Kerja China melansir jumlah pengangguran itu mengalami penurunan hingga 3,97 persen. Hal itu didorong tersedianya 3,34 juta pekerjaan baru. Namun, pengangguran yang ditekan hanya tenaga kerja di perkotaan.

Perdana Menteri Cina Li Keqiang di tahun ini berambisi menambah 11 juta lapangan kerja baru demi mempertahankan tingkat pengangguran di bawah 4,5 persen.

Tapi, di sisi lain, Pemerintah Cina dihadapkan pada masalah baru, yakni munculnya pengangguran baru sebanyak 500 ribu orang akibat pemangkasan kapasitas produksi di sektor industri baja dan batu bara.

Selain itu, masalah lain yang dihadapi pemerintah adalah pengangguran terselubung dan rendahnya produktivitas kerja akibat banyaknya perusahaan ‘zombie’ (perusahaan yang secara teknis tidak beroperasi maksimal sehingga hanya mengandalkan bantuan pemerintah).

Perusahaan-perusahaan tersebut banyak tersebar di kawasan industri di Cina Utara.

Para buruh di perusahaan tersebut diberi upah rendah bahkan ada yang tidak digaji hingga beberapa bulan. Pihak perusahaan tak berani melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), karena pemerintah akan memberi sanksi berat bagi perusahaan yang melakukan PHK. Akibatnya, produktivitas para buruh dan karyawan sangat rendah.

Indonesia Jadi Target

Dengan jumlah pengangguran di Cina yang cukup tinggi itu, maka sangat logis bagi pemerintahnya untuk melakukan ekspansi ke negara-negara lain. Salah satu negara yang menjadi sasaran penyaluran tenaga kerja Cina adalah Indonesia.

Pakar ekonomi dari Indonesian Development of Economics and Finance (Indef), Dr. Aviliani sempat mengingatkan  bahwa Indonesia akan dibanjiri tenaga kerja asal Cina yang jumlahnya sudah mencapai 400 juta orang.

Menurutnya, selama ini Indonesia memang menjadi negara yang mempunyai daya tarik bagi para pekerja asing. Terbukti, pada 2016 lalu, Indonesia berada di peringkat keenam di dunia sebagai negara yang paling diminati oleh tenaga kerja asing.

“Patut diantisipasi, ada sekitar 400 juta pengangguran di Cina yang bisa masuk ke Indonesia. Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi para pekerja asing,” kata Aviliani dalam acara penutupan Konferensi Internasional Federasi Asosiasi Ekonomi Asean (Federation of Asean Economic Association/FAEA) ke-41 di Yogyakarta, Jumat (25/11/2016).

Dijelaskannya, tenaga kerja asing sudah menjadi ancaman yang nyata, karena perusahaan asing termasuk Cina yang investasi di Indonesia menerapkan kebijakan satu paket, yaitu investasi dan tenaga kerja.

Jika sudah begini, akankah Pemerintah Indonesia masih menganggap tak ada masalah dengan serbuan tenaga kerja asal Cina? []

2 KOMENTAR

  1. Masukan aja ..
    Hitungan mat ..
    Angka pengangguran di China 4,5%. Penduduk 1,3 M. Berarti yg nganggur sekitar 58,5 juta . Bahkan gak sampe 100 juta.

    Judulnya 400 juta … Data2nya saling tabrakan semua .
    Berita gak valid blass. ^_^

    Sori ..mesti dibenerin datanya ..

  2. Betul, banyak data yg tidak akurat. Seperti pernyataan Dr. Aviliani ttg jumlah pengangguran di China sebanyak 400 juta itu. Pernyataan yg sangat ngawur. Apa itu berarti sepertiga jumlah penduduk China yg sekitar 1,3 milyard itu penganggur? Perlu ada klarifikasi data2 dalam artikel tsb.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here