Ratusan Karyawan Bank Danamon Demo, Tuntut Dirut Asing Mundur dari Jabatannya

0
245

Nusantara.news, Surabaya – Ratusan pegawai Bank Danamon dari berbagai cabang di Jawa Timur turun ke jalan menolak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal, sekaligus menuntut Direktur Utama Bank Danamon Sng Seow Wah asal Singapura mundur dari jabatannya.

Koordinator aksi Abdoel Moejib di sela-sela demo di depan Kantor Perwakilan Jatim Bank Danamon di Jalan Gubernur Suryo, Kamis (9/3/2017) mengutarakan bahwa kebijakan manajemen sudah sangat merugikan karyawan yang selama ini mengabdi bertahun-tahun.

Menurutnya, selain merugikan, kebijakan tersebut juga terkait dengan uang pesangon yang  tak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Pihak manajemen justru telah melakukan rekrutmen massal  khususnya pro hire yang berbiaya mahal, dan belum tentu memberikan kontribusi positif terhadap perusahaan .

“Dia (Dirut Bank Danamon Sng Seow Wah) adalah orang asing yang nyata-nyata sudah menelantarkan karyawannya. Usir saja Sng Seow Wah dari Indonesia. Kebijakan manajemen yang selama ini diberlakukan sudah merugikan karyawan yang telah mengabdi bertahun-tahun demi Bank Danamon,” jelasnya, Kamis (9/3/2017).

Tak hanya itu saja, para pendemo juga menuntut manajemen di bawah naungan Sng Seow Wah agar memberikan uang lembur yang selama ini belum dibayarkan kepada karyawan, sekaligus menghentikan sistem kerja kontrak.

“Tolak pengurangan dana pensiun, hentikan training cara PHK karyawan, dan stop PHK massal. Lebih parah lagi, Sng Seow Wah juga melarang kami untuk beribadah saat jam istirahat kantor dan berdoa bersama tidak boleh,” katanya kesal.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Bank Danamon Heriyanto Agung Putra mengapresiasi dan menghargai penyampain aspirasi serikat pekerja Bank Danamon. Menurutnya, sebagai perusahaan terbuka, Bank Danamon bersedia mematuhi aturan terutama soal ketenaga kerjaan dan siap melakukan musyawarah dengan para pendemo.

Heriyanto juga menjamin tidak ada sanksi bagi karyawan yang sudah melakukan demo di kantor perwakilan Jatim. Manajemen Danamon menghargai hak pekerja dan Serikat Pekerja untuk menyampaikan aspirasi sepanjang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami patuh dan sekali lagi menghormati penyampaian aspirasi serikat pekerja. Apalagi memang sudah ada penyampaian surat sebelumnya pada kami akan ada aksi,” terang Heriyanto.

Akan tetapi, Hariyanto sangat menyayangkan penyampaian aspirasi tersebut karena belum sejalan dengan upaya komunikasi yang dibangun. Dengan difasilitasi oleh pihak otoritas yang berwenang, guna memastikan penyelesaian hak-hak normatif yang diberikan oleh UU No. 13/2003 kepada pekerja.

“Adalah merupakan komitmen utama bagi Danamon untuk senantiasa mematuhi Peraturan ketenagakerjaan yang berlaku, serta selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada pekerja sesuai dengan kondisi dan kemampuan Perusahaan,” pungkasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here