Ratusan Pedagang Demo ke DPRD, Tolak Penutupan Pasar Merjosari

0
89
Demonstrasi pedagang pasar merjosari yang menentang Relokasi Pasar (Sumber: Pipit)

Nusantara.news, Kota Malang – Ratusan pedagang Pasar Merjosari melakukan aksi demonstrasi di depan DPRD Kota Malang, Rabu (10/5/2017). Aksi tersebut diramaikan oleh seluruh elemen pasar baik dari pedagang toko, pedagang sayur daging, PKL, Tukang parkir dan lainnya.

Para pedagang tersebut menuntut untuk memberhentikan segala tindak dan agenda pembongkaran pasar, dan juga menolak penutupan Pasar Merjosari.“Jadikan Pasar Merjosari sebagai pasar tetap tradisional. Kembalikan listrik kami. Kembalikan air kami,” pekik orator aksi

Selain itu mereka menuntut agar Pasar Merjosari menjadi pasar tetap, dan mengutuk keras tindak ancaman serta intimidasi oleh oknum yang tak dikenal dan tindakan tersebut secara langsung dirasakan oleh beberapa pedagang, khususnya ibu-ibu.

Koordinator massa, Sabil El Achsan dengan menggunakan TOA menjelaskan bahwa, kedatangan pedagang kali ini untuk menyatakan sikap, atas intimidasi yang dilakukan oknum tak dikenal yang disinyalir berasal dari tokoh-tokoh Kota Malang.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya merasa didzolimi dan merasa telah menjadi korban dari kebijakan yang dibuat pemerintah kota.”ancaman dan intimidasi kerap terjadi dan itu kami menduga dari penguasa, kasian ibu-ibu yang juga menjadi ketakutan untuk berjualan” tandas dia sambal berorasi.

“Kita semua sama-sama mencari rizki yang halal, begitupun pak polisi, pemerintah, pol pp. namun tolong berikan keadilan untuk kami, masyarakat kecil kota malang. Jangan asal bongkar dan kemudian tidak memikirkan nasib rakyatnya, sama saja tidak bertanggung jawab itu,” tegas Sabil.

Niat para pedagang ke DPRD untuk mendukung serta meminta perlindungan DPRD karena para pedagang yang juga rakyat ini merasa ditindas dan di dzholimi oleh pihak pemerintah dan juga investor. “Kami meminta dukungan dari anggota dewan, sebagai representative wakil rakyat yang harusnya memiliki kepedulian atas nasib rakyatnya,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (10/5/2017).

Demonstrasi pedagang pasar merjosari yang menentang Relokasi Pasar

Sebagian besar warga Merjosari mengaku menolak adanya relokasi terhadap Pasar Merjosari. Karena mereka merasa, keadaan pasar sangat strategis dan mampu menunjang perekonomian masyarakat sekitar.

Hal itu dibuktikan melalui bubuhan tanda tangan yang sempat disampaikan kepada Karang Taruna di wilayah setempat. “Warga Merjosari sudah banyak yang menggantungkan diri pada Pasar Merjosari,” katanya.

Ia menambahkan penjelasannya bahwa sebagian besar pemuda di wilayah Merjosari bekerja sebagai juru parkir hingga tukang ojek untuk menunjang aktivitas pasar. Jumlah mereka pun sudah mencapai puluhan. Sehingga, apabila pasar di non aktifkan, ditakutkan berpengaruh pada perputaran ekonomi. “Kalau pasar ditutup akan memiliki dampak yang besar di wilayah merjosari, soalnya kehadiran pasar ini juga memiliki dampak yang sanga besar bagi kehidupan masyarakat merjosari,” imbuhnya.

Pedagang mengakhir dengan mengucapkan ikrar dan sumpah pedagang dengan berderet tuntutan. Dengan harapan adanya keadilan yang diterima oleh para pedagang, pasalnya kini mereka melihat selama ini pihak pemerintah serta investor curang atau tidak adil “Karena banyak perjanjian yang dilanggar, Kami menolak pindah. Pasar Merjosari Harga Mati,” pekik pedagang secara bersamaan.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here