Ratusan Pemuda Kota Malang, Peringati Sumpah Pemuda dengan Berbagai Tuntutan

0
102
Unjukrasa Pemuda Kota Malang dalam Memperingatai Sumpah Pemuda (Sumber: Nusantara.news)

Nusantara.news, Kota Malang – Momentum sumpah pemuda 28 Oktober diperingati oleh Ratusan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Rakyat (APR) Malang dengan menggelar unjukrasa di depan DPRD Kota Malang, Sabtu (28/10/2017).

Sekumpulan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Rakyat (APR) tersebut terdiri dari beberapa gabungan organisasi-organisasi pemuda di Kota Malang, yakni IMM (Teknik, Fisip, Ekonomi, FPP, Hukum) UMM, SMART, SMI, SGMI, HMI FH UB, FMN, BEM-FT.

Unjukrasa tersebut mengusung beberapa tuntutan yang dilayangkan ke pihak DPRD Kota Malang. Tuntutan tersebut menyuarakan persoalan negara, seperti permasalahan carut marut sosial ekonomi, dan lingkungan yang marak akhir-akhir ini.

Rangkaian aksi unjukrasa tersebut diawali dengan longmarch yang dimulai pukul 08.00 WIB dengan rute (alun-alun kota Malang, perempatan BCA kayu tangan, DPRD kota), Mimbar Bebas, Orasi politik, dan penampilan puisi.

Dengan mengangkat tema ‘Hentikan segala bentuk liberasi dan komersialisasi pendidikan serta berikan akses ruang demokrasi rakyat sepeuhnya’ Puluhan pemuda yang menyuarakan beberapa tuntutan, antara lain pendidikan gratis, demokratis untuk rakyat, wujudkan kebebasan berpendapat, dan sebagainya. Berikut rincian tuntutannya:

  1. Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah, dan Demokratis untuk Rakyat dan diabdikan Kepada Rakyat.
  2. Wujudkan Kebebasan Berpendapat, Berorganisasi, dan Berkumpul di Muka Umum Kepada Rakyat.
  3. Cabut UU No. 2 Tahun 2017 tentang Ormas, dan Regulasi yang Mencederai Demokrasi Rakyat.
  4. Berikan Hak Pemuda dan Rakyat Jaminan Akses Pekerjaan yang Layak
  5. Tolak Segala Bentuk Tindakan Represif terhadap Gerakan Rakyat dan Keterlibatan Militer di Wilayah Sipil.
  6. Wujudkan Reforma Agraria Sejati.
  7. Hapuskan Sistem Kerja Kontrak atau Outsourcing dan Lawan Politik Upah Murah.

Humas Aksi APR, Syahrul Ardiansyah menjelaskan maksud unjukrasa yang dilakukan dengan berbagai kumpulan pemuda Kota Malang. “Kami juga menuntut pemerintah menghapus sistem kerja kontrak atau outsourcing. Kami juga menolak politik upah murah,” ujarnya kepada Nusantara.news, Sabtu (28/10/2017).

Unjukrasa Pemuda Kota Malang dalam Memperingatai Sumpah Pemuda (Sumber: Nusantara.news)

“Melalui beberapa pemuda yang bergerak dan sadar ini, kami berharap barisan kami merupakan pelopor pembangunan” harap Syahrul.

Puluhan pendemo itu beraksi sambil duduk lesehan di atas aspal samping gedung DPRD, pihaknya ingin bertemu anggota DPRD untuk menyampaikan aspirasi mereka. Hingga pukul 13.00 WIB.

Namun, sayangnya unjukrasa para pemuda tersebut belum bisa menemui anggota DPRD untuk menyerap aspirasi mereka. “Tetapi anggota DPRD libur. Kami baru akan hearing dengan anggota DPRD pada Senin (30/10/2017),” terangnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here