Rawan Penyimpangan ADD/DD, Bupati Bondowoso Bentuk Tim Pendamping Siskeudes

0
117

Nusantara.news, Bondowoso – Penyaluran dan pemanfaatan alokasi dana desa (ADD/DD) kerap tidak tepat sasaran dan rawan penyimpangan. Situasi ini terjadi lantaran minimnya penguasaan teknologi IT perangkat desa. Mencegah kekhawatiran itu, Bupati Bondowoso Amin Said Husni membentuk tim pendamping pengoperasian aplikasi sistem keuangan desa (Siskeudes).

“Pemkab (pemerintah kabupaten)  memberikan pendampingan pada seluruh pemerintahan desa (kepala desa) dalam penggunaan aplikasi sistem keuangan desa yang sudah diberlakukan mulai tahun ini (2017),” terang Amin Said kepada media, Minggu (26/2/2017). Tim pendamping nantinya terdiri dari unsur inspektorat pemkab dengan menggandeng kejaksaan dan kepolisian setempat.

Tugas tim pendamping nantinya memfasilitasi semua pemerintahan desa dalam mengelola ADD/DD, mulai dari perencanaan dan penyusunan anggaran serta dalam pelaksanaannya hingga pada pembuatan pelaporan pertanggungjawaban. Sebab selama ini, penggunaan alokasi dana yang bertujuan untuk meningkatkan peran serta pemerintahan desa (pemdes) dalam roda ekonomi nasional, kerap bermasalah.

“Aplikasi Siskeudes ini nantinya dapat mendorong pemerintah desa untuk mengelola keuangan desa sesuai dengan peruntukannya serta juga bisa membantu pemerintah desa ketika membuat surat pertanggung jawaban dengan tepat waktu. Karena selama ini hampir semua desa yaitu sebanyak 209 desa di Bondowoso kesulitan dalam membuat SPJ,” tuturnya.

Amin Said juga mengungkap jika selama ini pemdes kesulitan dalam pembuatan surat pertanggungjawaban (SPJ). Peraturan tersebut relatif masih baru dan cara mengelola keuangan juga masih baru. “Aplikasi sistem keuanga desa ini nantinya juga dapat menyelaraskan perencanaan antara desa dengan pemerintah kabupaten,” ucapnya.

Ia mengaku optimistis dengan menggunakan aplikasi sistem keuangan desa pengelolaan ADD maupun DD akan sesuai dengan peruntukannya karena sistem akan menolak jika penggunaannya tidak sesuai peruntukannya yang sudah ditentukan undang-undang.

“Harapan dengan adanya penggunaan aplikasi ini, Bondowoso mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan pelayanan umum serta mampu keluar dari status daerah tertinggal pada tahun depan (2018),” paparnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here