Rebut Kedaulatan Ekonomi Rakyat!

0
167

Nusantara.news, Malang – Sekelompok mahasiswa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Malang Bersatu (IMM, FMN, GMNI, SMART dan HMI) menggelar aksi demonstrasi ”Rebut Kedaulatan Ekonomi Rakyat” menolak kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Aksi demonstrasi tersebut dilakukan dengan long march, dimulai dari Stadion Gajayana hingga di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jumat (13/01/2017).

Didik Aprilianto, saat ditemui Nusantara.News, Humas aksi APMB mengungkapkan, kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM serta tarif dasar listrik memberikan dampak yang memberatkan ekonomi bagi rakyat. kecil.

“Kenaikan BBM ini adalah kenaikan ke empat kali selama pemerintahan Presiden Jokowi. Kenaikan BBM sebagai akibat langsung dari dominasi ekonomi asing dan praktek monopoli atas berbagai aset strategis, seperti tanah dan SDA, termasuk energi dan mineral,” kata Didik Aprilianto.

Tuntutan selanjutnya, menurut Aprilianto, adalah melakukan peninjuan ulang kembali terkait kenaikan tarif PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) pencabutan subsidi listrik yang dinikmati 18,94 juta pelanggan. “Kementrian ESDM beranggapan pencabutan ini tidak berdampak. Padahal, pengguna listrik berdaya 900 VA rata-rata golongan masyarakat menengah ke bawah,” tambahnya.

Selain menolak kenaikan harga BBM, pencabutan subsidi listrik dan kenaikan dana PNBP para demonstran juga menuntut pencabutan PP No 30 Tahun 2009 tentang Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 72. “Pasal ini dapat membuka ruang bagi praktik monopoli swasta melalui badan usahanya, karena bisa memainkan harga sendiri,” tuturnya.

Implementasi PP ini tentu berdampaj negatif pada masyarakat, terutama mereka yang berada di lapis terbawah. “Tata niaga migas sebagaimana yang diatur dalam PP tersebut harus segera dilakukan. Jika tidak, harga BBM benar-benar dapat lepas dari control negara, tentu dengan akibat rakyat yang akan menanggung dampak buruknya,” pungkas Didik. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here