Rebutan Situs Rengganis, Pemkab Situbondo Laporkan Probolinggo ke Mendagri

0
311

Nusantara.news, Situbondo –  Sengketa situs dewi rengganis di puncak gunung argopuro semakin meruncing. Situs bersejarah di Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, diperebutkan Kabupaten Situbondo dan Probolinggo.

Beberapa tahun belakangan ini, Pemkab Probolinggo mulai bermanuver, memberi sinyal akan menguasasi situs dewi rengganis, dengan cara membuka akses dan fasilitas pendakian menunju puncak gunung argopuro melalui Desa Bremi, Kecamatan Tiris.

Tahun 2014 Pemerintah Provinsi Jawa Timur, telah mempertemukan Kepala Daerah yang memiliki perbatasan langsung dengan Gunung Argopuro. Pemkab Situbondo akhirnya melaporkan Pemkab Probolinggo ke Mendagri, karena tak pernah hadir pertemuan yang difasilitasi Pemprov Jatim.

Wakil Bupati Situbondo Yoyok Mulyadi, mengatakan, masalah gunung argopuro harus secepatnya diselesaikan. Yoyok mengaku sedikit emosi, karena masalah kedaerahan belum juga selesai.

“Pemkab Situbondo sudah memiliki MoU dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, terkait pengembangan wisata. Namun Pemkab tidak akan melakukan pembangunan akses jalan , jika sengketa situs rengganis gunung argopuro masih belum selesai”, ungkap yoyok,rabu (3/5/2017).

Saat ini kawasan puncak gunung argopuro disebut-sebut menggeluarkan semburan gas aktif. Dugaan adanya potensi gas inilah diduga menjadi pemicu Kabupaten Probolinggo ingin menguasai gunung argopuro. Caranya memperebutkan situs dewi rengganis

Pemkab Probolinggo membuka akses pendakian menunju puncak gunung argopuro melalui Desa Bremi, Kecamatan Tiris. Padahal sejauh ini, para pendaki lebih banyak melewati Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang,[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here