Relokasi Pasar Wonokromo Lama, Dewan Minta Pemkot Surabaya Bijak

0
155

Nusantara.news, Surabaya – Penuntasan pengerjaan Frontage Road (FR) sisi barat dan jalan Middle East Ring Road (MERR II C) menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam pembangunan di tahun 2017.

Sayang, khususnya di sisi barat Jalan Raya Wonokromo masih menyisakan masalah, terkait pemukiman penduduk serta stan-stan Pasar Wonokromo. Ketua Komisi B DPRD Surabaya Mazlan saat dimintai keterangan terkait masalah tersebut mengingatkan Pemkot Surabaya untuk bijak melanjutkan proses pembangunan.

Mazlan mengatakan, sebelum melakukan pembebasan dan relokasi pedagang, pemkot seyogyanya lebih dulu memastikan kejelasan kompensasi relokasi, dan pemkot tidak semena-mena.

“Oke kalau memang mau mengejar pembangunan infrastruktur, harus diingat, jangan sampai pembangunan malah merugikan rakyat. Pemkot harus bijak dan adil,” kata Mazlan kepada wartawan di Surabaya Jumat (17/2/2017).

Mazlan menegaskan, pihaknya harus berkata sepertti itu, karena sebelumnya dewan menerima laporan serta aduan dari para pedagang di Pasar Wonokromo. Mereka mengeluhkan langkah Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) yang merelokasi pedagang tanpa memahami dampak pada usahanya.

“Ada yang mengeluhkan, pedagang emas dan pedagang pakaian. Mereka direlokasi ke DTC (Pasar Wonokromo baru). Mereka juga dapat jatah tempat jualan memang, tapi lokasinya di ujung, dekat penjualan sayur, di lokasi yang basah,” ucap Mazlan.

Politisi asal PKB ini berharap agar PDPS melakukan evaluasi pada rencana relokasi itu.

Seperti diketahui, Pasar Wonokromo Lama dikelola PDPS. Dari total lahan 3.233,85 meter persegi, yang bakal dikepras untuk pembangunan FR mencapai 1.175,57 meter persegi. Namun, deretan toko yang tidak memiliki lahan parkir memadai, sebagian sudah lama tidak beroperasi.

“Sekarang pasar itu dihuni sekitar 29 stan atau kios. Dari semua itu, bangunan yang ada adalah permanen serta berjajar di tepi Jlan Wonokromo. Kebanyakan dari mereka berdagang emas, toko konfeksi, perlengkapan sepeda, obat. Dan jarak antara sisi depan toko dengan jalan raya hanya sekitar satu meter,” urainya.

Humas PD Pasar Surya Novy Ispinari mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan delapan pasar sebagai tempat relokasi pedagang Pasar Wonokromo lama.

“Pasar-pasar tersebut, yakni Pasar Wonokromo Baru, Pasar Rungkut Baru, Pasar Gubeng, Pasar Dukuh Kupang, Pasar Tambahrejo, Pasar Blauran Baru, Pasar Pucang Anom dan Pasar Kupang,” ungkapnya.

Ditambahkan Novy, terdapat 29 stan pasar di Wonokromo lama yang rencana akan direlokasi ke delapan pasar tersebut. “Rencananya pemkot akan membangun pasar baru di belakang Pasar Wonokromo lama yang sekarang mereka tempati dan akan kena pembangunan FR. Gedung pasar yang baru nanti rencananya lima lantai,” tambahnya.

Pada Jumat (10/2/2017) lalu, tim PD Pasar Surya mulai melakukan pembongkaran. Stan Pasar Wonokromo lama yang dibongkar berjarak sepuluh meter dari pagar jalan.

Nantinya akan dibangun jalan untuk melanjutkan jalur FR sisi barat. Jalan itu akan dibangun sampai Jembatan Joyoboyo. Pembebasan lahan akan dikebut tahun ini hingga pembangunan fisik jalan juga bisa dilakukan segera.

“Kami sudah melakukan sosialisasi. Dan kami juga sudah minta mereka mengosongkan sendiri stannya dengan batas 31 Januari 2017 lalu,” pungkas Novy.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here