Resep Jitu Sri Mulyani Mencegah Berulangnya Kasus e-KTP

0
189
Menkeu Sri Mulyani gagal menjinakkan defisit neraca perdagangan akibat tingginya nafsu membangun infrastruktur sehingga memaksi impor aneka barang modal, barang konstruksi, termasuk baja dan bahan pangan. Defisit transaksi perdagangan 2018 merupakan yang terburuk dalam 73 tahun terakhir.

Nusantara.news, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memiliki resep jitu untuk mencegah berulangnya kasus e-KTP yang merampok uang negara hingga Rp2,3 triliun.

Resep jitu itu kuncinya, terang Sri Mulyani Indrawati, adanya keterbukaan dan pembahasan anggaran yang lebih teliti. Hal itu dibeberkan Sri Mulyani usai menjadi pembicara kunci Indonesian Economic Outlook, di London, Inggris (Senin/20/3) kemarin.

“Pertama keterbukaan, akuntabilitas, (kedua) perbaikan di dalam kemampuan kita untuk menciptakan kepastian dari sisi yang disebut unit cost,” jelas Sri Mulyani yang kelahiran Bandarlampung 26 Agustus 1962 ini.

Unit cost atau biaya satuan, papar Menteri Keuangan terbaik Asia 2006 versi Emerging Market ini mengacu pada biaya yang dihitung untuk satu satuan produk pelayanan, yang dihitung dengan cara membagi biaya keseluruhan dengan jumlah atau kualitas output.

“Sehingga kita bisa mengurangi potensi mark up,” tandas Sri Mulyani.

Sri Mulyani pada 20 Maret 2017 kemarin memang hadir menjadi keynote speaker dalam acara Indonesian Economic Outlook yang diprakarsai oleh Bloomberg. Selain Sri Mulyani, hadir juga pembicara asal Indonesia Rizal Sukma selaku Duta Besar Indonesia di KBRI London dan Mr Constantin Cotzias selaku Chair of Bloomberg Eropa. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here