Ribuan Pemotor Ditilang, Bukti Edukasi Lemah

0
55
Operasi Patuh, menindak pelanggar lalu lintas (Sumber: Tribrata)

Nusantara.news, Malang –  Sepanjang bulan Mei 2017 Satlantas Polres Malang Kota berhasil menindak 3.779 pelanggar lalu lintas. Penindakan tersebut dilakukan dalam giat Operasi (Ops) Patuh Semeru 2017 yang di gelar dari tanggal 9-22 Mei 2017 tersebut.

Pihak Polres Malang Kota bak menjadi super hero dan meraup prestasi yang berhasil membekuk pelanggar aturan lalu lintas sebanyak 3000 an orang. Namun, apabila perspektif pandangan kita terbalik maka kita akan melihat bahwa masih minimnya keteraturan masyarakat akan norma-norma yang berlaku berlalu lintas, dalam hal ini Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Kasat Lantas Polres Malang Kota, AKP Ady Nugroho, S.H., S.IK. mengatakan, “Selama digelarnya Ops Patuh Semeru 2017, pelanggar masih didominasi masyarakat pengendara Roda 2 yang tidak memiliki SIM dengan jumlah 3.368 pelanggar. Sisanya kendaraan Roda 4,” kata dia.

Pihaknya mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu patuh terhadap Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu lintas dan angkutan jalan. Terutama di kawasan fly over yang sering terjadinya pelanggar oleh masyarakat pengendara R2 yang melintas di atas jembatan tersebut.

Berdasar pada data yang dihimpun dari Satlantas Polres Malang Kota, ada 2.535 masyarakat pelanggar lalu lintas yang dihadiahi surat tilang. Kategori pelanggaran paling banyak tidak memiliki SIM.

Unit Gakkum Satlantas Polres Malang Kota, dalam pantauan giat Ops Patuh Semeru 2017 kali ini mengalami kenaikan jumlah pelanggar dari tahun 2016 lalu yang hanya berjumlah 2.028 surat tilang.

Probandono Bobby mengatakan, dari  data pelanggaran lalu lintas selama Ops Patuh Semeru 2017, mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2016. Sedangkan untuk jumlah laka lantas mengalami penurunan 3 persen dari tahun 2016. Termasuk korban meninggal dunia dari 9 orang menjadi 6 orang pada Ops Patuh Semeru tahun ini,” terangnya kepada wartawan.

Hal tersebut yang kemudian yang menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran, bahwa di sisi lain memang penindakan pelanggar lalu lintas yang tinggi merupakan buah prestasi bagi pihak Satlantas Polres. Namun, di sisi lain hal tersebut merupakan potret buram terkait pelaksanaan peraturan undang-undang lalu lintas.

“Sekian ribu yang terkena tilang, pastinya belum mengetahui secara menyeluruh terkait peraturan lalu lintas yang ada sehingga, mereka melanggar. Apabila tahu aturan dan sanksinya pasti tidak akan melanggar,” ungkap Ryan Antares, pengamat masalah lalu lintas Kota Malang.

Perlu sosialisasi, dan edukasi lalu lintas baik itu di jalan maupun dalam sidang Pengadilan. “Ketika terkena sanksi tilang di pengadilan negri, jangan sekadar membayar denda lalu dan selesai. Harus ada efek jera, agar terbangun kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas. Memang perlu waktu untuk melaksanakan hal tersebut,” ujarnya kepada Nusantara.news, Jum’at (26/5/2017)

“Sekian ribu ditilang dalam 1 bulan operasi, itu fakta sangat memiriskan hati. Sebab itu artinya, ada ribuan pelanggar lalu lintas yang berpotensi menyebabkan laka lantas yang bisa memakan korban jiwa,” imbuh Ryan

Oleh karenanya, diperlukan partisipasi masyarakat juga perlu ditingkatkan dalam hal ini, dengan petugas yang tegas untuk menegakkan peratan dan memberikan edukasi dan pemahaman agar pelanggar lalu lintas bisa berkurang.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here