Riset SSC Buktikan Khofifah Paling Populer Jelang Pilgub Jatim 2018

0
166

Nusantara.news, Surabaya – Nama Khofifah Indar Parawansa disebut sebagai kandidat paling populer menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Timur serentak yang akan digelar 2018, mendatang.

Hal itu terungkap dari hasil riset Surabaya Survey Center (SSC), yang digelar mulai 10 hingga 30 Juni 2017 dengan responden sampling dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur menggunakan metode Multistage random sampling.

Dari sebanyak 800 responden dengan margin of error 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen menghasilkan data sebagai berikut, nama Khofifah Indar Parawansa disebut paling populer.

Survei SSC menyebut wanita kelahiran Surabaya yang saat ini menjabat Menteri Sosial RI tingkat popularitasnya paling tinggi di antara nama-nama lainnya, yakni di atas 90 persen.

“Dari hasil survei SSC, nama Khofifah merupakan kandidat paling populer di Jawa Timur, di angka 90 persen. Berikutnya, Saifullah Yusuf di angka 84,6 persen dan Tri Rismaharini 79,8 persen dan nama lainnya Anang Hermansyah 67,3 persen,” ujar Direktur SSC, Mochtar W Oetomo saat menggelar Rilis Hasil Survei Konstestasi Cagub Cawagub Jelang Pilgub Jatim 2018, di Hotel Yello Surabaya, Rabu, (12/7/2017).

Khofifah menempati urutan teratas, yakni di angka 90 persen, di posisi kedua Saifullah Yusuf 84,6 persen, Tri Rismaharini 79,8 persen, terakhir nama artis asal Jember Anang Hermansyah diangka 67,3 persen.

Sementara, nama tokoh yang terjaring dalam survei SSC dan paling banyak disukai muncul nama Tri Rismaharini, kemudian nama Mahfud MD.

Untuk akseptabilitas, nama Tri Rismaharini berada di urutan tertinggi yakni 75,8 persen yang dipilih oleh responden. Nama berikutnya Saifullah Yusuf 75,5 persen. Dan untuk Khofifah Indar Parawansa dengan angka 67,9 persen. Berikutnya untuk Mahfud MD 39 persen dukungan.

Sementara untuk elektabilitas, tertinggi Saifullah Yusuf dengan angka 26,6 persen. Disusul Tri Rismaharini dengan angka 24,1 persen dan Khofifah Indar Parawansa 16,8 persen. Nama di bawahnya adalah Abdullah Azwar Anas yang saat ini menjabat Bupati Banyuwangi diangka 5,5 persen. Nama La Nyalla Mahmud Mattalitti juga muncul dengan capaian dukungan 4,40 persen.

Mochtar menyebut, antara popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas tidak selalu berbanding lurus dan linier. Menurutnya, mengacu tren tersebut di Pilgub Jawa Timur pada 2018 mendatang akan semakin penuh dengan tantangan. Artinya, meski namanya populer termasuk banyak diberitakan di media massa belum menjadi jaminan akan banyak dipilih oleh pemilik suara di Pilgub Jawa Timur mendatang.

Tantangan masih komplek, di dalam sesi tanya jawab disampaikan tidak menutup kemungkinan nama yang tidak pernah muncul atau disebut bisa jadi akan mencuat.

“Artinya, dalam temuan itu mengkonfirmasi bahwa seseorang dikenal, disukai masih belum cukup untuk dijadikan modal akan bisa dipilih. Karena nama yang tidak dikenal bisa jadi akan mencuat,” terangnya.

Namun, kontestasi politik jelang Pilgub Jawa Timur yang setahun lagi ini tentu tidak dinamis. Masyarakat calon pemilih khususnya pemilih pemula dipastikan akan lebih teliti dan selektif menentukan pilihan. Mereka akan lebih rasional memilih pemimpin Jawa Timur untuk lima tahun ke depan. Dan pastinya tidak boleh salah dalam menjatuhkan pilihan jika ingin Jawa Timur menjadi lebih baik dari kepemimpinan sebelumnya, semoga.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here