Risiko Politik Empat Ruas Tol Senilai Rp37,2 Triliun Dijamin Pemerintah

0
203

Nusantara.news, Jakarta – Untuk kenyamanan investasi, jaminan pemerintah diperlukan untuk kepastian hukum. Terlebih bagi proyek-proyek infrastruktur yang membutuhkan biaya besar, seperti empat ruas tol senilai Rp37,2 triliun.

Setelah minggu lalu berhasil menggandeng PT. Taspen untuk membiayai proyek infrastruktur jalan tol, kali ini  pemerintah melalukan penandatanganan  proyek kerjasama Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) serta Perjanjian Penjaminan dan Nota Kesepahaman di Kementerian koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (22/02/2017)

Dalam kesempatan tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perjanjian penjaminan diberikan untuk empat ruas jalan tol yaitu Jakarta–Cikampek II Elevated, ruas Jalan Tol Krian–Legundi–Bunder–Manyar, ruas Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu) dan Serang–Panimbang, dengan nilai total Rp 37,2 triliun.

Adapun perjanjian kerja sama dilakukan antara Kementerian Keuangan dan Badan Usaha Pemenang Lelang serta antara PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dengan Badan Usaha Pemenang Lelang.

“Perjanjian penjaminan atas jalan tol ini diberikan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan investasi sekaligus menegaskan bahwa Kementerian Keuangan akan terus berkomitmen kuat untuk mendorong infrastruktur,” ujar Sri Mulyani Indrawati

Selain Sri Mulyani, seluruh rangkaian acara penandatanganan ini disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Jaksa Agung Tata Usaha Negara.

Sri Mulyani menambahkan, cakupan penjaminan Kementerian Keuangan dalam proyek KPBU empat jalan tol tersebut meliputi risiko politik yang disebabkan oleh adanya perubahan hukum dan adanya atau tidak adanya tindakan pemerintah yang mengakibatkan pengakhiran PPJT (terminasi) yang dipicu oleh beberapa faktor.

Kementerian Keuangan sendiri akan menyediakan pendanaan pengadaan tanah melalui Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN) dalam rangka mendukung proyek tol–yang masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional–ini dapat terlaksana dengan lancar. LMAN sendiri merupakan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan yang salah satu tugasnya adalah perencanaan kebutuhan di bidang aset negara.

Sedangkan PT PII sebagai BUMN dibawah Kementerian Keuangan, memiliki mandat untuk melakukan penjaminan atas proyek-proyek infrastruktur. Adapun cakupan penjaminan PII dalam proyek KPBU jalan tol ini meliputi risiko politik yang mengakibatkan pengakhiran PPJT, termasuk keterlambatan pelaksanaan pengembalian Dana Talangan Tanah (DTT).

“Contohnya kalau ada perubahan peraturan atau ada soal perizinan, lalu isu terkait sektor publik. Jadi yang sifatnya di luar kontrol badan usaha, yang bersumber dari pemerintah. Jadi seperti jika tiba-tiba ganti pemerintahan, seperti apa, lalu PPJT dibatalkan, kan jadi isu,” kata Dirut PT PII, Sinthya Roesly kepada wartawan di tempat yang sama.

Beberapa risiko politik yang nantinya akan dijamin oleh PT PII adalah proses pengadaan tanah yang tidak selesai sebagaimana diperjanjikan dalam PPJT, Perselisihan kenaikan tarif yang akan mengakibatkan tidak dilakukannya penyesuaian tarif per dua tahun sebagaimana diperjanjikan, serta keadaan force majeure yang mengakibatkan proyek tol terhenti. “Untuk proyek tol Cikampek II Elevated tidak ada faktor pemicu berupa pengadaan tanah, karena tidak ada pengadaan tanah yang signifikan,” ucapnya

Untuk informasi, nilai investasi untuk proyek Ruas Jalan Tol Cileunyi –Sumedang–Dawuan  (Cisumdawu) memiliki nilai Rp 8,2 triliun dengan panjang jalan tol 60 kilometer. Untuk Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Elevated yang memiliki panjang 36 kilometer nilai investasinya Rp 14,7 triliun. Adapun Ruas Jalan Tol Krian Legundi Bunder Manyar dengan panjang 38 kilometer memiliki nilai investasi Rp 9 triliun, dan Ruas Jalan tol Serang-Panimbang memiliki panjang 84 kilometer dengan nilai investasi Rp 5,3 triliun. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here