Risma Bisa Pecah Suara Khofifah-Gus Ipul

0
145
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dapat memecah suara Khofifah dan Saifullah Yusuf dalam Pilgub Jatim

Nusantara.news, Surabaya – Prediksi pilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 diperkirakan akan diramaikan empat pasangan calon (Paslon) yang akan diusung dari beberapa partai politik koalisi. Nama-nama unggulan masih berkisar pada Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf. Duel Khofifah versus Gus Ipul layaknya seperti laga el calsico  antara Real Madrid melawan Barcelona di La Liga Spanyol. Dua kali maju dan dua kali gagal karena terganjal pasangan KarSa (Soekarwo – Saifullah), kini Khofifah kembali masuk daftar unggulan bersaing dengan rival klasiknya, Saifullah.

Namun, di luar dua nama teratas tersebut, masih terbuka kemungkinan munculnya ada figur kandidat lain yang bakal meramaikan pesta demokrasi di Jatim. Siapa mereka?

Munculnya kuda hitam dalam pesta demokrasi Jatim sangat memungkinkan sekali. PKB sebagai partai pemenang Pemilu di Jatim dan mempunyai 20 kursi DPRD Jatim bisa mengusung calonnya tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. Tentu saja, momentum ini tak akan disia-siakan oleh PKB untuk memunculkan Halim Iskandar sebagai calonnya sembari menunggu parpol lain yang bersinergi dengan PKB.

Dari 10 besar partai penghuni 100 kursi DPRD Jatim, PDIP juga mempunyain nilai tawar bagus. Sebagai partai pemenang kedua dengan total 19 kursi tentu sangat menguntungkan, prediksi PDIP tentu akan memunculkan kader terbaiknya untuk bertarung dengan ketiga kandidat (Khofifah-Gus Ipul-Halim Iskandar).

PKB (20 kursi) ada Halim, Golkar (11 kursi), NasDem (4 kursi) dan PAN (7 kursi) sudah dipastikan akan mengusung Khofifah. Sementara PDIP (19) kemungkinan akan mengusung kadernya sendiri yaitu Walikota Risma atau  Azwar Anaz yang masuk dalam radar, dan butuh koalisi 1 kursi saja untuk bisa memunculkan calon.

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Nur Muhiyin mengungkapkan, peluang PDIP untuk mengusung kadernya sendiri dalam hal ini Risma sangat terbuka lebar. Mengingat, lanjut pria yang disapa Gus Din ini bahwa sosok walikota Surabaya dinilai sebagai kader yang cakap dan bisa mensinergikan idiologi partai.

Jika Risma maju di Pilgub Jatim, tidak menutup kemungkinan pergeseran suara Khofifah dan Gus Ipul pecah. Sosok Risma dianggap bisa bersaing dengan kedua kandidat populer tersebut, dan dinilai bisa mengemban tugas seperti halnya dalam membenahi kota Surabaya.

“Peluang PDIP untuk memunculkan Risma terbuka lebar. Namun saya tegaskan, peta kekuatan dalam Pilgub Jatim nanti masih bisa saja berubah. Bisa jadi Risma akan menjadi wakilnya atau sebaliknya, semua keputusan ada ditangan Ketua Umum. Seperti diketahui semua partai belum melakukan deklarasi dukungan, masih menunggu pilkada DKI yang berakhir 19 April nanti,” jelasnya, Kamis (30/3/2017).

Gus Din juga mengungkapkan Partai Demokrat saat ini juga belum memberikan sinyal akan mendukung siapa, namun beberapa nama-nama yang santer dibicarakan sudah masuk radar DPP Partai Demokrat. “Ada beberapa nama kandidat kuat seperti Khofifah, Gus Ipul, Risma dan Azwar Anas, tapi semua masih menunggu Ketua Umum Partai Demokrat. Pilgub Jatim memang sangat menarik dan seksi seperti halnya Pilkada DKI Jakarta,” tambahnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here