Risma Kembali Dilirik PDIP untuk Maju di Pilkada Jatim

0
91
Tri Rismaharini dan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto

Nusantara.news, Surabaya – Tanggal 15 Oktober 2017 menjadi hari penting bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), termasuk juga bakal calon yang mendaftar untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018 melalui PDIP. Pertengahan bulan itu diumumkan, siapa pasangan yang menerima rekomendasi untuk maju di Pilgub Jatim, dari partai kepala banteng moncong putih.

PDIP tidak mau gegabah dalam menjatuhkan pilihan, meski sederet nama telah mendaftar sebagai bacagub. Mereka adalah, Saifullah Yusuf yang saat sebagai Wakil Gubernur Jatim mendampingi Soekarwo. Kemudian Kusnadi, Ketua DPD PDIP Jatim. Budi ‘Kanang’ Sulistyono Bupati Ngawi yang juga pengurus DPD PDIP Jatim. Said Abdullah, anggota DPR RI dari Fraksi PDIP. Dua nama lainnya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Suhandoyo anggota DPRD Jatim dari PDIP, mengambil formulir untuk belum diketahui untuk cagub atau cawagub.

Sikap hati-hati PDIP itu setidaknya dibuktikan dengan kedatangan Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto menemui Tri Rismaharini, yang juga Wali Kota Surabaya. Hasto secara khusus menemui Risma di rumah dinasnya, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Senin (9/10/2017).

Apa yang dibicarakan kedua tokoh itu? Kepada wartawan Hasto mengaku tak hanya soal jelang Pilgub Jatim, tetapi juga terkait banyak hal. “Termasuk rencana kunjungan Ibu Megawati Soekarnoputri, serta persoalan lainnya,” ujar Hasto.

Di pertemuan itu ikut hadir mendampingi Hasto, ada Kusnadi, Wakil Wali Kota Surabaya yang juga Ketua DPD PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana, Ketua Bapilu Kota Surabaya juga Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono.

Selain menyampaikan pesan khusus dari Magawati Soekarnoputri, Hasto menyebut Risma dinilai memiliki pemahaman soal dinamika politik, termasuk jelang Pilgub Jatim, 2018 mendatang. Selain Risma, PDIP juga sowan ke sejumlah kiai termasuk menemui Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN.

“Ibu Risma dinilai sangat memahami dinamika politik dan konfigurasi politik di Jatim. Untuk itu kami minta masukan, ini merupakan cara PDIP, tidak asal deklarasi, kami lakukan dialog dan komunikasikan dulu,” terangnya.

Masih kata Hasto, dengan melakukan komunikasi ke berbagai pihak partainya berharap mampu menampilkan sosok berkualitas sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat Jatim. Dan, sosok yang mampu merangkul seluruh elemen dan potensi yang ada di Jatim.

“Tanggal 15 Oktober diumumkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur. Setelah itu dilakukan deklarasi dengan mengundang ketua, sekretaris, dan bendahara partai,” urainya.

Apakah semua bakal calon diundang? “Soal itu saya kurang tahu,” tegasnya.

Dia memastikan, pada saatnya nanti partainya akan menampilkan para calon yang akan direkomendasi untuk maju di Pilgub Jatim.

PDIP Melirik Kembali Tri Rismaharini untuk Cagub Jatim

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Dipastikan, warga Surabaya tidak asing dengan Risma alumni ITS Surabaya itu, termasuk kedekatannya dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Setidaknya, kalimat yang pernah diucapkan masih lekad di ingatan pendukungnya saat dirinya maju di pemilihan Wali Kota Surabaya untuk kedua kali. Misalnya, di sebuah acara gelar doa bersama warga Muslimat NU di Surabaya, Risma mengatakan dirinya lahir dari keluarga NU.

“Keluarga saya juga NU karena itu saya ingin memajukan perempuan NU untuk berpartisipasi dalam pembangunan,” terang Risma saat itu.

Kedekatannya dengan NU juga dibuktikan dia melangkahkan kakinya bertandang ke rumah Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa di Surabaya. Saat itu, Risma bertemu secara khusus dengan Khofifah, minta restu kembali maju sebagai calon wali kota untuk kedua kali.

Sementara, jika kali ini Risma diminta oleh PDIP untuk maju di Pilgub Jatim, apakah yang pernah dilakukan dulu juga akan ditempuh? Yakni, mengucapkan terimakasih kepada warga NU, dan berjanji akan selalu mengemban amanah dengan baik.

Sementara, usai pertemuan dengan Hasto, Raut muka Risma terlihat berbeda. Lebih tenang dan sesekali melempar senyum kepada wartawan, itu saat dia ditanya soal Pilgub Jatim.

Sebelumnya, Risma menegaskan dirinya tidak akan maju di Pilgub Jatim. Namun, saat itu berbeda, dia tidak banyak berkomentar. Dia hanya menekankan untuk menunggu hasil pengumuman dari DPP PDIP. “Tunggu tanggal mainnya, sudah itu saja ya,” tegasnya.

Dia juga mengaku akan all out dan sanggup memenangkan siapa pun pasangan calon yang diusung PDIP untuk maju di Pilgub Jatim. “Sebagai kader saya selalu siap memenangkan calon dari PDIP,” tegasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here