Risma Tidak Berminat Jadi Gubernur Jatim

0
171

Nusantara.news, Surabaya – Meski menjadi sosok opinion leader dalam bursa pilhan Gubernur Jawa Timur 2018 dan disejajarkan dengan nama beken seperti Khofifah Indar Parawansa, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Abdullah Azwar Anaz, namun Walikota Surabaya Tri Rismaharini masih enggan untuk maju di Pilgub Jatim.

Sudah berulang kali Risma yang sudah dua periode memimpin Kota Pahlawan ini berbicara ke media di Surabaya jika dirinya enggan maju di bursa Pilgub Jatim 2018. Menurutnya, menjadi seorang pemimpin itu bukan pekerjaan enteng, dan harus amanah terhadap mereka sudah memberikan kepercayaan untuk membenahi Kota Surabaya.

Nggak ada. Saya nggak pengin jadi apa-apa. Lha wong jadi Walikota Surabaya saja susahnya minta ampun. Walikota kan cuma segini (sambil memberi isyarat kecil), sementara menjadi gubernur segini (sambil memberi isyarat besar). Saya nggak pengin jadi apa-apa Mas,” jelasnya kepada wartawan di Jakarta saat ditanya tentang rencana dirinya terkait dengan Pilgub Jatim 2018 mendatang.

Seperti diketahui nama Risma sering disebut oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto maupun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri. Risma dianggap sebagai sosok walikota pekerja keras dan mampu menerjemahkan visi-visi ideologi PDIP dalam kebijakan pemerintah yang pro rakyat.

PDIP semakin tertarik dengan sosok Risma ketika ia memutuskan untuk pensiun dini dari Pegawa Negeri Sipil (PNS) dan berganbung dengan partai berlambang mocong putih ini. Bahkan, KTA (Kartu Tanda Anggota) PDIP itu diserahkan langsung oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Gedung Wanita, Kalibokor, sekitar Juni 2015, sekaligus penyerahan rekomendasi DPP PDIP baginya untuk maju dalam Pilkada Kota Surabaya. 

PDIP menilai Risma adalah kader terbaik, sehingga layak dicalonkan untuk maju di Pilgub Jatim 2018. Seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Sukandar bahwa sosok Risma dinilai pas. Namun demikian, pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari DPP PDIP yang mengatur rapat kerja cabang khusus (rakercabsus) untuk menjaring pencalonan yang akan maju di Pilgub Jatim 2018 mendatang.

“Siapa pun calon yang diusung adalah hasil survei yang dilakukan PDIP yang mencakup elektabilitas dan popularitas. Jika survei itu dilakukan, maka  diperkirakan yang berpeluang mendapat poin tertinggi dalam elektabilitas dan popularitas adalah Tri Rismaharini alias Risma,” jelas pria yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya itu.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Surabaya Syaifudin Zuhri memberikan alasan dukungan itu berdasarkan atas prestasi Risma, dan realita politik saat ini. Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah bahwa Risma merupakan kepala daerah yang masuk ke dalam daftar calon potensial yang diusung DPD PDIP Jawa Timur saat ini. “Kita tahu bagaimana prestasi Bu Risma selama ini, bukan hanya di level nasional, bahkan internasional,” tegasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here