Robert Mugabe, Pahlawan Pembebasan yang Berakhir Tragis

0
267
Tercatat sekitar 10 ribu warga Harare, ibukota Zimbabwe turun ke jalan mendesak pemecatan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe

Nusantara.news, Harare – Tragis. Selasa (21/11) kemarin lusa, Presiden Zimbabwe dipaksa mengundurkan diri atau dipecat secara tidak hormat. Ini bertolak belakang dengan reputasinya ketika terpilih menjadi Perdana Menteri Zimbabwe pada 18 April 1980 dan akhirnya ditetapkan sebagai Presiden dengan kekuasaan penuh pada 31 Desember 1987.

Kala itu Mugabe yang berlatar-belakang guru menyandang predikat pahlawan pembebasan. Dia dan sayap militer ZANU-PF berhasil membebaskan Zimbabwe dari penguasa kulit putih. Nama negara bekas jajahan Inggris yang semula Rhodesia diubahnya menjadi Zimbabwe. Tapi setelah 37 tahun berkuasa, akhir kekuasaannya berakhir tragis. Dari seseorang yang dipuja-puja menjadi tokoh yang sangat dibenci di negaranya sendiri.

Remaja-remaja perempuan di Harare meluapkan kegembiraan menyambut kemenangan Robert Mugabe pada Pemilu 1980

Konsesi Pengunduran Diri

Melalui perundingan yang alot, setelah satu pekan bersikukuh tidak mau meninggalkan kursi kepresidenan, akhirnya Robert Mugabe mau mengundurkan diri dengan konsesi : mendapatkan hak imunitas atas tuntutan hukum, perlindungan yang penuh atas diri dan keluarganya, mendapatkan pensiunan dan sejumlah tunjangan, dan dibolehkan bepergian ke luar negeri kapan pun dia menginginkan.

Kepada perunding Mugabe tegas menyatakan, dia ingin meninggal dunia di negerinya dan tidak memiliki rencana tinggal di pengasingan. Setelah mendengar kabar Parlemen di negerinya sedang memulai sidang impeachment atas dirinya, Robert Mugabe (93) akhirnya bersedia mengundurkan diri.

Dengan mundurnya Mugabe, pada Jumat (24/11) ini, Parlemen Zimbabwe bersidang untuk melantik mantan orang keduanya yang dia pecat setengah bulan lalu, Emmerson Mnangagwa alias si “Buaya” untuk menggantikan dirinya hingga terpilihnya Presiden hasil pemilihan 2018 tahun depan.

Setelah mengunduran diri dikabarkan Mugabe akan kembali berkunjung ke Singapura untuk pemeriksaan kesehatannya. Sebelumnya, pertengahan November lalu setelah memecat Mnangagwa Mugabe juga pergi ke Singapura.

Pudarnya kharisma Mugabe di mata pendukung yang pernah berjuang sama-sama mengusir dominasi ras kulit putih dimulai saat Presiden tertua di dunia itu memecat wakilnya, Emmerson Mnangagwa. Tercium hasrat tidak bagus dari diri Mugabe untuk membangun dinasti politik keluarga setelah orang-orang dekatnya mengusulkan Grace, istrinya, sebagai pengganti Mnangagwa.

Emmerson Mnangagwa, mantan wakil Presiden yang dipecat dan justru menggantikan Mugabe menjadi Presiden

Setelah dipecat, Emmerson Mnangagwa kabur ke Afrika Selatan. Dari negeri tetangga itu, Mnangagwa dengan dukungan para veteran perang di ZANU-PF dan angkatan bersenjata menyatukan kekuatan untuk mengusir Robert Mugabe. Ternyata hanya dibutuhkan waktu dua pekan untuk mendepak Mugabe dari singgasana kekuasaan.

Meskipun dikenal sebagai diktator yang bengis oleh musuh-musuh politiknya, tapi kehidupan pribadi Mugabe dikenal sederhana. Dia tidak pernah pamer kekayaan di hadapan 13 juta rakyatnya yang terperangkap jurang kemiskinan. Tidak satu pun catatan yang menyebutkan dia memiliki kekayaan atau properti yang disembunyikan di luar negeri.

Namun sumber lain mengatakan, ada berita sengketa hukum antara Grace, istri Mugabe, dan pengusaha asal Belgia yang bermuasal dari pembelian berlian seharga 1,3 juta dolar AS. Sumber itu juga menyebut-nyebut gaya hidup Mugabe dan istrinya yang mewah, bahkan istrinya dijuluki “Gucci Grace” karena berlangganan fashion dan asesoris merk terkenal itu.

Kepergian Mugabe memang disambut dengan kegembiraan. Namun pengangkatan Mnangagwa sebagai penggantinya akan memicu perselisihan diantara warga Zimbabwe. Biar bagaimana, Mnangagwa dikenal sebagai letnannya Mugabe. Dia yang bertanggung-jawab atas keamanan dalam negeri disebut-sebut harus bertanggung-jawab atas pembantaian 20-an ribu warga Zimbabwe pada dasawarsa 1980-an.

Salah Urus Negara 

Sebagai sebuah negara bekas jajahan Inggris, Zimbabwe pernah disebut-sebut sebagai negara dengan ekonomi yang paling menjanjikan di Afrika. Meskipun tidak memiliki laut, Zimbabwe selama ini hidup dari sektor peternakan dan pertambangan yang sebagian besar dikuasai oleh ras kulit putih. Itulah yang menjadi alasan bagi ZANU-PF membebaskan bangsanya dari dominasi politik dan dominasi ekonomi ras kulit putih.

Robert Mugabe dianggap sebagai pahlawan revolusioner. Namanya disegani, bukan saja di Zimbabwe melainkan juga di Afrika. Itu pula yang membuat banyak pemimpin Afrika enggan mengkritiknya. Ironisnya, sejak kemerdekaan Zimbabwe sebagian besar dunia telah bergerak, namun pandangannya tentang kolonialisme dan kapitalisme tetap sama.

Milisi bersenjata ZANU-PF masih terus melawan kejahatan kembar kapitalisme dan kolonialisme. Kritik apa pun dianggap sebagai pengkhianatan. Ketika stigma itu dilekatkan, bersiap-siaplah pengritiknya menghadapi “hukuman mati”.

Mugabe dan istrinya, Grace, yang berselisih usia 40 tahun

Mugabe selalu “membakar” pendukungnya dengan sikap mewaspadai negara-negara Barat di bawah kepemimpinan Inggris yang akan mengambil alih lahan-lahan pertanian milik bangsanya.

Sejumlah ekonom didikan barat dengan tegas menyalahkan Mugabe yang tidak memiliki pemahaman tentang bagaimana ekonomi modern bekerja. Dia selalu mencurahkan perhatian untuk menjawab satu pertanyaan tentang bagaimana membagi kue nasional, bukan bagaimana membuatnya tumbuh lebih besar.

Mugabe pernah menepuk dada, negaranya tak mungkin bangkrut. Tapi kenyataannya, pernah di tahun 2008 inflasi tahunan di negaranya mencapai 231 juta persen. Tampaknya Mugabe hendak menguji kebenaran teorinya hingga batas maksimal. Padahal, ambruknya ekonomi Zimbabwe sudah terbaca sejak dua dasawarsa terakhir.

Pernah dia merampas peternakan milik ras kulit putih yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi negaranya. Kejadian itu membuat para investor ketakutan. Pada Pemilu 2000 dia menghadapi pesaing tangguh. Diduga hanya kecurangan yang membuatnya tetap berkuasa.

Sebelum pemilihan umum 2008, Mugabe pernah berkata, “Jika anda kalah dalam pemilihan dan ditolak oleh rakyat, saat itulah anda harus meninggalkan politik.” Ternyata di putaran pertama dia dikalahkan oleh Capres Morgan Tsvangirai. Setelah itu apa yang dia katakan, hanya Tuhan yang bisa menyingkirkannya dari jabatan Presiden.

Morgan Tsvangirai yang pernah mengalahkan Mugabe pada Pemilu 2008

Namun pemenang putaran pertama, Morgan Tsvangirai, dengan alasan melindungi para pendukungnya terpaksa mengundurkan diri pada putaran kedua. Meskipun Mugabe dipaksa berbagi kekuasaan kepada Tsvangirai dengan mengangkatnya menjadi Perdana Menteri selama 4 tahun, namun Robert Mugabe tetap menjadi Presiden.

Satu-satunya prestasi yang bisa dibanggakan dari seorang Robert Mugabe adalah membawa Zimbabwe menjadi negara Afrika dengan angka melek huruf tertinggi di Afrika, atau 90 persen dari populasi penduduknya. Namun dengan semakin benyaknya warga negara terdidik, ucap ekonom Masipula Sithole yang sudah wafat, justru Mugabe menggali kuburnya sendiri.

Mugabe mungkin lebih mudah memerintah sebuah negeri petani subsisten yang patuh ketimbang tenaga kerja industri yang terdidik. Dia mengaku berjuang membebaskan tanah-tanah dari penguasaan kulit putih untuk petani-petani miskin bangsanya, tapi faktanya tanah-tanah yang berhasil dia kuasai jatuh ke tangan kroni-kroninya.

Kartun Afrika

Uskup Agung Desmond Tutu pun menyebut Mugabe telah menjadi tokoh kartun khas diktator Afrika. Selama kampanye Presiden 2002, Mugabe mulai mengenakan kaos berwarna cerah sebuah gaya yang disalin dari banyak penguasa otoriter Afrika. Padahal sebelumnya, pria konservatif berlatar-belakang guru ini terbiasa mengenakan jas ketat, dasi atau baju safari.

Grace, istri mudanya, berselisih 40 tahun dengan usianya. Saat Grace melahirkan anaknya, Chatunga, usia Mugabe sudah 73 tahun. Hingga usianya yang ke-93, Mugabe berkali-kali diramalkan mendekati ajal. Bahkan WikiLeaks pada 2011 pernah membocorkan surat elektronik diplomatic AS yang menyebutnya menderita kanker prostat.

Orang terdekatnya, Dedymus Mutasa pernah mengatakan kepada reporter BBC, dalam budaya Zimbabwe raja hanya diganti ketika wafat. “Mugabe adalah raja kita,” ucapnya. Tapi ternyata kekuasaannya berujung tragis. Dari seorang yang sangat dipuja terjerambab menjadi sosok yang paling dibenci. Terbukti, tidak ada air mata yang mengantar kepergiannya dari singgasana kekuasaan. Bahkan disambut dengan riang gembira.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here