Rokok Ilegal Menjamur, Karena Harga Rokok Mahal

0
91
Pemusnahan rokok ilegal.

Nusantara.news, Kota Batu – Ribuan rokok ilegal tanpa pita cukai dioperasi dan disita oleh pihak Bea Cukai, dan rencananya akan segera dimusnahkan. Ribuan merek rokok ini dianggap sebagai produk illegal karena tidak mendaftar ke cukai.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Pelayanan Informasi Kantor Bea Cukai, Suryaningsih, menegaskan, tercatat 6.000 merek rokok yang telah terjaring operasi kemarin segera akan dimusnahkan, “dengan segera akan kami telusuri lebih lanjut siapa dan dimana kantornya, dan produk ini akan segera di musnahkan di Stadion Brantas” ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, jumlah rokok ilegal itu masih dalam proses pengembangan dari Tim  Bea dan Cukai. “Asal muasal rokok itu dari pabrik mana pun masih dalam pemeriksaan dan penulusuran lebih lanjut keberadaannya,” imbuh Suryaningsih.

Tim Bea Cukai pun masih belum mengetahui pabrik-pabrik perusahaan rokok yang diedarkan tanpa cukai tersebut “Rokok ini belum bisa kami temukan siapa penjualnya dan dimana pabriknya. Akan kami periksa terus,” tukasnya.

Namun di lain sisi, Cipto, pengamat industri tembakau di Malang, menilai  menjamurnya rokok tanpa cukai karena harga cukai rokok yang semakin melambung tinggi. “Cukai rokok semakin dinaikkan baik Sigaret Kretek Tangan (SKT) maupun Sigaret Kretek Mesin (SKM), sehingga harga rokok jadi naik. Ini yang dimanfaat pengusaha rokok tidak bertanggung jawab untuk memproduksi rokok murah tanpa cukai,” jelasnya kepada Nusantara.news.

Ia mengimbau untuk perlu kehati-hatian dalam menaikan cukai SKT “Karena SKT, mengandalkan tenaga tangan manusia untuk melinting, dan memperkejakan banyak pekerja” imbaunya

Pihaknya meresahkan apabila cukai SKT yang terus naik akan berdampak pada penjualan dan secara tidak langsung kepada masyarakat “Karena SKT biasanya pada industri rumahan rakyat, didominasi oleh masyarakat kecil sebagai buruhnya yang masih menggunakan tenaga tradisional,” katanya.

“Apabila terus naik, juga akan berdampak pada pekerja-pekerja rokok SKT lintingan tradisional, yang didominasi masyarakat kecil dan pinggiran!” tandas pria berambut ikal tersebut.[]

 

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here