Rumah Adat Osing Sudah Mulai Terlupakan

0
494

Nusantara.news, Banyuwangi – Rumah adat khas masyarakat Osing merupakan salah satu warisan budaya yang dimiliki Banyuwangi. Rumah adat ini menjadi simbol kebesaran kultur masyarakat Osing yang telah dipertahankan secara turun-menurun. Namun, kini kelestarian rumah adat sudah mulai dilupakan oleh masyarakat, karena masyarakat lebih menyukai gaya arsitektur modern. Salah satu contohnya adalah pembangunan dan rehabilitasi kantor-kantor pemerintah yang justru cenderung menggunakan arsitektur modern ketimbang mempertahankan arsitektur asli daerah.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Osing (LEMAO), Hasan Basri mengungkapkan kekecewaannya atas terlupakanya arsitektur rumah adat masyarakat Osing. “Penguatan identitas budaya lokal salah satunya bisa dilihat dari arsitektur bangunan sebagai tetenger,” ungkapnya, Selasa (28/3/2017).

Hasan Basri bercerita, sebagai tokoh adat dia pernah mendapat kritik keras dari seorang wisatawan. Kala itu dia mengantar wisatawan itu berkunjung ke Desa Adat Osing Kemiren, Kecamatan Glagah. Begitu melihat bangunan kantor desa yang dianggap tidak ada bedanya dengan kantor desa lain yang ada di seantero Jawa, wisatawan tersebut langsung mengeluarkan kritikan. Kondisi yang ada kontan saja membuat citra budaya tradisional Banyuwangi yang sedang dipromosikan ke mana-mana terbantahkan. Terlebih, wilayah tersebut menjadi salah satu lokasi sentra budaya tradisional yang ada di Banyuwangi.

Ketua Dewan LEMAO Purwanto mengungkapkan bahwa idealnya pemerintah harus menjadi role model atau contoh dalam mempertahankan kebudayaan Banyuwangi. “Padahal hampir setiap tahun ada proyek rehab kantor instansi pemerintah. Tapi yang dibangun malah dengan menggunakan arsitektur yang tidak jelas dan sama sekali tidak mencerminkan budaya Osing,” terangnya.

Padahal, jika pembangunan gedung pemerintah di bangun dengan gaya tradisional dapat memunculkan tampilan yang lebih menarik dan menjadi nilai lebih bagi pariwisata. “Masyarakat sebenarnya tidak menuntut bangunan harus seratus persen sama dengan yang asli. Entah itu dari beton atau kayu, asalkan sudah mencerminkan ciri khas rumah Osing, masyarakat dan wisatawan pasti akan puas,” tegasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here