Rumah Aspirasi Khofifah-Emil, Menuju Jatim Sejahtera

0
58
"Semua elemen masyarakat bisa hadir, di tempat ini (Rumah Aspirasi) menyampaikan aspirasinya dan segala uneg-uneg, dan ini selalu terbuka bagi semua masyarakat" (Foto: Tudji)

Nusantara.news, Surabaya – Hari Pertama Kampanye untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur di mulai hari ini, Kamis tanggal 15 hingga 23 Februari 2018.

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim yang maju di Pilkada serentak dipastikan padat dengan berbagai kegiatan yang telah tersusun, baik di dalam atau berkegiatan di luar kota.

Sehari sebelumnya, Khofifah setelah usai mengikuti
Deklarasi Majapahit “Tolak Politik Uang dan Lawan Politisasi SARA di Pilgub Jatim 2018” di Hotel Majapahit, mantan Menteri Sosial RI ini meresmikan ‘Rumah Aspirasi untuk Masyarakat Jawa Timur’ terletak di Jalan Diponegoro, Surabaya.

Dikesempatan itu, dan menarik perhatian banyak orang, saat Gus Han, juru bicara Tim Khofifah-Emil di Rumah Aspirasi membacakan program Nawa Bhakti Satya yang diluncurkan pasangan Khofifah-Emil sebagai landasan membangun, mewujudkan Provinsi Jawa Timur lebih baik. Itu juga tertuang di dalam visi-misi yang menjadi andalan untuk memenangkan kontestasi di Pilgub Jatim, yang digelar 27 Juni 2018.

Nawa Bhakti Satya diusung untuk dijabarkan oleh pasangan Khofifah-Emil yang diusung koalisi Partai Demokrat, Partai Golkar, NasDem, PAN, PPP, Hanura dan PKPI itu terangkum menjadi sembilan janji kerja atau Nawa Bhakti Satya, dan menggema bersamaan dengan pembukaan Rumah Aspirasi Warga Jawa Timur di Jalan Diponegoro Surabaya. Rangkaian berikutnya, dilakukan pemotongan tumpeng dan pembacaan doa.

Pembukaan Rumah Aspirasi ditandai Pelepasan Sembilan Ekor Merpati

Sebelumnya, di pembukaan rumah aspirasi itu juga ditandai dengan pelepasan 9 ekor burung merpati yang dipimpin langsung oleh Khofifah, didampingi ketua tim pemenangan Roziki, Sekretaris Tim Pemenangan, Renville Antonio, Wakil Ketua Tim Pemenangan Agus Maimun, KH Maskur Hasjim, istri (Almarhum) KH Hasyim Muzadi, KH Makhfudhoh, ibu-ibu Muslimat serta puluhan relawan Khofifah-Emil ikut memadati Rumah Aspirasi.

“Rumah Aspirasi ini untuk menampung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Jatim sehingga nantinya jika Khofifah-Emil mendapat amanat memimpin Jawa Timur bisa langsung segera ditangani dan dicarikan solusi yang terbaik,” ujar Khofifah Indar Parawansa.

Nawa Bhakti Satya Khofifah-Emil untuk Jatim Lebih Baik

Ini, jabaran Nawa Bhakti Satya untuk masyarakat Jatim, dengan harapan para relawan juga meneruskan untuk menerjemahkannya kepada masyarakat. Melalui program-program tersebut agar membawa manfaat untuk masyarakat Jatim.

Nawa Bhakti Satya itu terdiri dari 9 bhakti atau program kerja yang akan dilakukan Khofifah-Emil saat memimpin Jatim 5 tahun ke depan.

“Nawa Bhakti Satya itu terdiri dari 9 bhakti atau program kerja yang akan dilakukan Khofifah-Emil saat memimpin Jatim 5 tahun ke depan” (Foto: Tudji)

Bhakti Satu, mewujudkan Jatim Sejahtera yang orientasi untuk pengentasan kemiskinan menuju keadilan dan kesejahteraan sosial.

“Bentuknya berupa PKH Plus untuk penduduk miskin 38 kabupaten/kota, 664 kec, 5674 desa dan 2827 kelurahan. Disabilitas, lansia terlantar, perempuan kepala keluarga rentan. Kemudian mengurangi beban 26 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan subsidi provinsi anggaran ini akan meningkat mengikuti peningkatan pendapatan APBD Provinsi Jatim,” ujar Gus Han.

Bhakti Dua, yakni Jatim Kerja. Fokusnya pada millineal Job Center dengan cara memberikan job training, pendidikan vokasi, membantu starting up usaha, membantu promosi bagi usahawan muda, dan membantu pembiayaan usaha pada tahap awal usaha. Membuat Dream Team Science Techno Park/ STP (5 -10 anak SMK dan 2-4 anak D3/S1), membentuk STP bagi kelompok rintisan usaha di berbagai daerah.

Termasuk juga menggunakan Belanja Inovasi Daerah (Belanova), untuk memberikan jaminan bagi produksi dan distribusi produk-produk inovasi anak-anak muda melalui informasi super koridor di 5 Bakorwil yang ada di Jawa Timur.

Bhakti Tiga, adalah Jatim Cerdas dan Sehat dengan fokus pada pendidikan dan kesehatan gratis berkualitas. Dijelaskan, program itu bentuknya bermacam-macam, misalnya Tis-Tas (gratis dan berkualitas) dengan memperluas cakupan bantuan siswa miskin, bantuan biaya sekolah, dana insentif operasional akreditasi, tunjangan kinerja bagi guru tidak tetap.

Selanjutnya tunjangan PKL SMK jurusan prioritas untuk kelautan, teknologi pertanian, pariwisata. Serta program Desa Sehat untuk memperkuat layanan kesehatan pedesaan. Memperkuat RSU Provinsi di Madiun, dan memperkuat RS rujukan Madura dan Tapal Kuda, serta memberikan akses pendidikan berbasis Pesantren bagi anak petani, anak nelayan, anak buruh, anak yatim dan anak yatim piatu yang kurang mampu.

Bhakti Empat, adalah Jatim Akses yang diperioritaskan untuk membangun infrastruktur dalam kerangka pengembangan wilayah terpadu, terwujudnya keadilan akses bagi masyarakat pesisir dan desa terluar. Yakni, berupa pembangunan Kawasan Lingkar Wilis, Lingkar Bromo, Lingkar Ijen, Gerbang Kertasusila, Koridor Maritim Pantura Jawa- Madura, Koridor Maritim Selatan Jawa.

Selain akses darat, akses laut juga diperhatikan melalui pembangunan dermaga perintis pulau-pulau di Sumenep, Madura guna penguatan layanan transportasi laut di Pulau Bawean, pengembangan pesisir selatan. Pembangunan akses jalur udara dilakukan dengan percepatan dan pengembangan bandara perintis.

Bhakti Lima, adalah Jatim Berkah, itu dilakukan dengan cara memberi tunjangan kehormatan kepada para Imam Masjid di kampung-kampung, pesisir dan pulau-pulau terluar. Perluasan tunjangan kehormatan untuk Hafidz dan Hafidzoh, penguatan peran Pondok Pesantren dalam mendorong partisipasi sekolah dan beasiswa guru diniyah hingga S2, membangkitkan kesetiakawanan sosial, kepahlawanan dan keperintisan.

“Selain itu juga mendorong kesalehan dan tanggung jawab sosial masyarakat dan dunia usaha. Membangun karakter masyarakat yang berbasis nilai-nilai kesalehan sosial, budi pekerti luhur,” urai Gus Han yang kemudian disambut kalimat setuju oleh ibu-ibu yang hadir di Rumah Aspirasi.

Bhakti Enam, yaitu terwujudnya Jatim Agro yang diprioritaskan untuk memajukan sektor pertanian, peternakan, perikanan darat dan laut, kehutanan, perkebunan untuk mewujudkan kesejahteraan petani dan nelayan. Program turunnnya berupa menguatkan program petik, olah, kemas, jual, mengembangkan agropolitan, stabilisasi dan tabungan pangan, asuransi petani, restrukturisasi produk pertanian.

Jatim Agro akan menjadikan sungai dan hutan sebagai sumber kehidupan dan penguatan SDM pertanian dan keberadaan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta utnuk mengembangkan kawasan pertanian terpadu berskala nasional.

Bhakti Tujuh, adalah terwujudnya Jatim Berdaya yang diprioritaskan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dengan berbasis UMKM, koperasi, dan mendorong pemberdayaan pemerintahan desa. Programnya bermacam-macam, seperti One Village One Product One Corporate & Agropolitan, Communal Branding untuk UMKM, Supply and Demand Channel, penataan pasar tradisional, inklusi UMKM retail modern, serta menumbuhkembangkan koperasi perempuan, petani dan nelayan dan perdagangan antar pulau.

Bhakti Delapan, yakni Jatim Amanah dengan tujuan menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, efektif dan anti korupsi. Caranya dengan membudayakan meritokrasi, menyelenggarakan complain handling system, budaya birokrasi yang melayani dan efektif, menjaga clean government, sound governance, perluasan dan pelayanan berbasis IT.

Bhakti Sembilan, adalah Jatim Harmoni dimaksudkan untuk menjaga harmoni sosial dan alam dengan melestarikan kebudayaan dan lingkungan hidup. Program derefatifnya meliputi pariwisata partisipatoris, integrasi museum perpusda dan galeri seni, ruang kebinekaan, seni tradisional, clean industries, green city, halal tourism, 51 titik potensi ESDM, dialog antar budaya (seni, seniman dan budayawan) maupun dialog Intern dan antar umat beragama.

“Nawa Bhakti Satya itu seperti doa kita setiap hari yaitu Robbana Atina Fiddunya Hasanah Wafil Akhirati Hasanah Waqina Adzabannar. Minta kebahagiaan di dunia dan di akhirat,” kata Khofifah menjelaskan.

Pembukaan Rumah Aspirasi ditandai Pelepasan Sembilan Ekor Merpati

Pelepasan sembilan ekor merpati oleh Khofifah, sebagai Calon Gubernur Jawa Timur yang juga pernah menjabat Menteri Sosial RI itu disebut sebagai simbol keberadaan rumah bersama bagi warga Jawa Timur untuk sarana berdialog, memecahkan dan mencarikan jalan keluar menuju dan meningkatkan derajat masyarakat dengan berbagai kebutuhannya.

Sembilan ekor merpati, juga diartikan sebagai simbol sembilan program Nawa Bhakti Satya yang juga perlambang jumlah bintang yang mengelilingi bumi dalam logo Nahdlatul Ulama (NU).

“Akar perjuangan Ibu Khofifah adalah NU dan, itu diharapkan mampu memperjuangkan dan mengentas kemiskinan warga Jawa Timur yang masih tinggi di perdesaan,” urai Gus Han.

Khofifah kembali melanjutkan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengentas kemiskinan masyarakat di Jawa Timur. Realisasi program yang menjadi andalan itu diharapkan mampu bersentuhan dan membawa dampak bagi kemajuan masyarakat, terutama mereka yang ada di perdesaan dengan kondisi kemiskinan yang masih tinggi. Dijelaskan, dari sembilan program Nawa Bhakti Satya itu, pasangan Khofifah-Emil ingin mengoptimalkan terwujudnya dermaga perintis yang memutus keterisoliran pulau-pulau kecil terluar yang ada wilayah Provinsi Jawa Timur.

“Jadi dermaga perintis di Sumenep harus jalan, penguatan layanan transportasi laut di Pulau Bawean, serta pengembangan di pesisir selatan,” urai Khofifah.

Dengan terbangunnya dermaga perintis, diharapkan akan menjadi urat nadi perekonomian warga di kawasan terpencil. Arus barang serta penataan logistik untuk membantu kawasan tertinggal di daerah-daerah terisolir.

Akses tersebut diharapkan akan mempercepat terbangunnya infrastruktur dalam kerangka pengembangan wilayah terpadu, dan keadilan akses bagi masyarakat pesisir dan desa terluar.

Keberadaan dermaga perintis bisa melengkapi percepatan dan pengembangan bandara perintis yang juga akan dikembangkan. Ditambah akses kawasan Lingkar Wilis, Lingkar Bromo, Lingkar Ijen, Gerbang Kertasusila, koridor maritim Pantura Jawa-Madura, serta koridor maritim Selatan Jawa.

“Karena saya pernah mengikuti sejumlah program yang dibahas di pusat, termasuk pembahasan zona-zona wisata yang perlu dikembangkan. Dan, untuk kita ketahui bersama di Jawa Timur ini banyak sekali tempat-tempat tujuan wisata yang sangat indah dan itu banyak disukai oleh pelancong termasuk dari manca negara,” terang Khofifah.

Rumah Aspirasi Menampung Semua Uneg-uneg Warga Jatim

Bhakti Tiga, adalah Jatim Cerdas dan Sehat dengan fokus pada pendidikan dan kesehatan gratis berkualitas. Dijelaskan, program itu bentuknya bermacam-macam, misalnya Tis-Tas (gratis dan berkualitas) dengan memperluas cakupan bantuan siswa miskin, bantuan biaya sekolah, dana insentif operasional akreditasi, tunjangan kinerja bagi guru tidak tetap

Kemudian, Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil, KH M Roziqi menyebut kalau keberadaan Rumah Aspirasi berfungsi untuk menampung semua persoalan dan uneg-uneg serta juga masukan warga Jatim dalam rangka melaksanakan 9 Program Nawa Bhakti Satya.

“Semua elemen masyarakat bisa hadir, di tempat ini (Rumah Aspiras) menyampaikan aspirasinya dan segala uneg-uneg, dan ini selalu terbuka bagi semua masyarakat,” terangnya.

Saat itu, para ibu Muslimat NU yang turut hadir di acara tersebut juga disampaikan bisa sesering mungkin datang dan melakukan bahasan untuk bertukar pikiran. Semua ide dan gagasan yang diberikan menjadi masukan berarti bagi Khofifah-Emil yang maju dalam pertarungan politik di Jatim.

“Mudah-mudahan ibu-ibu hadir di sini untuk menyampaikan aspirasinya. Semoga Ibu Khofifah menang dan dilantik menjadi gubernur,” ucap Roziki.

Renville: Ini Rumah Aspirasi rakyat dan menampung semua permasalahan sosial

“Kedekatan pasangan Khofifah-Emil dengan masyarakat dari semua elemen akan menjadi pintu masuk untuk memahami dan menyelesaikan semua kebutuhan masyarakat” (Foto: Tudji)

Di tempat yang sama, Sekretaris Tim Pemenangan pasangan Khofifah-Emil, yang juga Sekretaris Partai Demokrat Jawa Timur, Renville Antonio mengatakan, Rumah Aspirasi menjadi rumah rakyat dan menampung semua persoalan sosial di masyarakat.

Dijelaskan, kedekatan pasangan Khofifah-Emil dengan masyarakat dari semua elemen akan menjadi pintu masuk untuk memahami dan menyelesaikan semua kebutuhan masyarakat. Dan, selain menjadi tempat penyaluran aspirasi dukungan, keberadaan Rumah Aspirasi juga dipakai untuk menampung aspirasi masyarakat terkait permasalahan sosial.

“Yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan masukan untuk program-program Khofifah-Emil untuk mewujudkan tercapainya kesejahteraan di Jawa Timur,” jelasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here