Sandang 3 Status Tersangka, Dahlan Iskan: Kejagung Mau Pecahkan Rekor MURI

0
1241
Dahlan Iskan saat memenangkan praperadilan atas kasus gardu induk

Nusantara.news, Jakarta – Kini Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyandang tiga status tersangka, masing-masing dugaan korupsi asset BUMD di Jawa Timur, pengadaan 16 unit mobil listrik dan pembangunan 21 gardu induk listrik Jawa, Bali dan Nusatenggara.

Tak mau kalah ngetop dengan mobil Esemka yang mengerek nama Jokowi, Dahlan Iskan pun mengenalkan kreasi mobil listriknya. Mantan CEO Jawa Pos Group  yang masih menjabat Menteri BUMN ketika itu bahkan menyebut mobil listrik berkonsep city car bernama Tucuxi adalah proyek pribadinya. Bukan proyek kementerian BUMN (Kompas, 9 Januari 2013).

Setelah itu rupanya ada 3 BUMN yang berminat patungan membiayai 16 unit mobl listrik Dahlan senilai Rp32 mliar. Ketiga BUMN itu adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Perusahaan Gas Negara dan PT Pertamina. Kala itu PT Sarimas Ahmadi Pratama (SAP) yang dianggap kompeten ditunjuk sebagai pihak swasta pelaksana proyek.

Belakangan mobil listrik yang sedianya digunakan peserta Konferensi Kerjasama Ekonomi Asia Pasific (APEC) di Bali, Oktober 2013, bermasalah. Kabarnya mobil Dahlan tidak lolos uji emisi. Direktur PT SAP Dasep Ahmad yang ditetapkan sebagai tersangka divonis dengan hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan penjara pada Maret 2016.

Dahlan Iskan

Terakhir kali dalam keputusan Kasasi yang dipimpin Hakim Agung Artidjo Alkautsar, vonis Dasep diperberat menjadi 9 tahun penjara. Selain itu, pada vonis yang dibacakan bulan November 2016 itu, nama Dahlan Iskan dinyatakan terlibat dalam perkara itu. Untuk itu, 26 Januari 2017 lalu Dahlan Iskan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.

Saat Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menjelaskan latar belakang hukum status tersangka Dahlan Iskan dalam kasus mobil listrik, Jumat (03/02), Dahlan sedang menjalani persidangan dalam kasus korupsi asset BUMD di Jatim. Dengan demikian, selain baru saja ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan mobil listrik, Dahlan juga berstatus terdakwa untuk perkara yang membelitnya di Jawa Timur.

Toh begitu, di sela-sela persidangan Dahlan Iskan masih sempat bercanda. Saat ditanya dua kasus yang membelitnya, dengan tangkas Dahlan menjawab, tiga kasus yang menjadikan dirinya sebagai tersangka tidak ada kaitannya dengan suap, sogok-menyogok, aliran dana, pemberian uang, mendapatkan atau mengambil uang.

“Jadi saya berprasangka baik, mungkin beliau (Jaksa Agung) pingin mendapatkan penghargaan dari MURI,” ujarnya seraya tertawa. Memang, sejak awal Dahlan menyanggah semua kasus yang disangkan kepada dirinya.

jaksa agung

Di tempat terpisah, Jumat (3/2) tadi siang, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menolak anggapan dirinya telah mengkriminalisasi Dahlan Iskan. “Kita tidak mencari-cari, tidak ada pihak-pihak yang berkuasa untuk mau menyengsarakan dia. Kita lihat nanti faktanya seperti apa,” kata Jaksa Agung Prasetyo.

Dalam keterangannya Prasetyo menegaskan, status tersangka Dahlan Iskan adalah tindak lanjut dari putusan kasasi MA yang selain mempeberat vonis Dasep juga menyinggung keterlibatan mantan Dirut PLN itu.

Selain sedang menjalani persidangan untuk kasus dugaan korupsi milik PT Panca Wira Usaha, suatu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jatim, Dahlan juga dibelit kasus dugaan korupsi pembangunan 21 gardu induk listrik di Jawa, Bali dan Nusatenggara pada tahun 2011-2013. Untuk kasus ini status tersangka Dahlan pernah dicabut dalam sidang pra peradilan pada Mei 2015.

Selanjutnya yang terkini, Dahlan ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung untu kasus korupsi pengadaan mobil listrik untuk KTT Apec XXI di Bali,  Oktober 2013. Apakah Dahlan Iskan akan mengikuti jejak Dasep, rekan swastanya yang lebih dulu divonis 9 tahun penjara? Tunggu saja perkembangannya ke depan. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here