Sandiaga: Pembangunan Sudah Baik, Tapi Belum Merata

1
81
"Kami pastikan Jatim menjadi lokomotif perbaikan ekonomi" (Foto: Tudji)

Nusantara.news, Surabaya – Sandiaga Salahuddin Uno atau Sandi menyebut, pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintahan RI sudah cukup baik, namun belum merata dirasakan oleh masyarakat bawah. Itu sebabnya, masalah ekonomi akan menjadi fokus perhatian dan perjuangan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo-Sandi untuk membangun bangsa Indonesia ke depan menjadi lebih baik dan sejahtera. Sepenggal kalimat itu dilontarkan Sandi saat hadir meresmikan “Rumah Pemenangan Prabowo-Sandi” di halaman Museum NU di Jalan Gayungsari, Surabaya, Senin (22/10/2018).

Rumah Pemenangan Prabowo-Sandi itu adalah sebagai salah satu basis koordinasi pendukung dan para relawan Prabowo-Sandi di Jawa Timur. Acara itu digelar bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Santri 2018, yang jatuh tanggal 22 Oktober.

Sebelumnya, rombongan Sandi bersama partai pendukung, tim sukses dan para relawan menempuh rute panjang melakukan Napak Tilas perjuangan para kiai dan santri saat dahulu berjuang mempertahankan dan mewujudkan Kemerdekaan NKRI. Rute perjalanan itu akan terus dikenang dan kini terangkai dalam “Perjalanan Napak Tilas Kebangsaan Meneguhkan Resolusi Jihad Kedaulatan Ekonomi”.

Dimulai pukul 07.30 WIB diawali dari Pondok Pesantren Tebuireng, di Jombang. Kemudian dilanjutkan menuju Ponpes Tambak Beras, selanjutnya menuju Pabrik Gula Tjoekir di Jalan Irian Jaya, Diwek, Cukir. Selanjutnya, pukul 08.00 hingga 09.00 WIB dilakukan gelaran Amanah Resolusi Jihad di Lapangan Parkir Komplek Makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).  Pada pukul 09:30-10:30 WIB, digelar Silaturahmi di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’rif di Denayar. Jombang.

Pada pukul 11:00-12:30 WIB digelar Silaturahmi Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras. Dan, pada pukul 13.00-13:30 WIB digelar acara ‘Menyapa Masyarakat’ di Alun-alun Mojoangung, Jombang. Selanjutnya, pukul 14.00-14.30 WIB kunjungan ke Pasar Brangkal di Mojokerto. Pukul 15:30-16.00 WIb menuju ke Pasar Krian di Kabupaten Sidoarjo. Selanjutnya, berakhir pukul 17.30 masuk Surabaya tepatnya di Museum NU dengan rangkaian acara meresmikan “Rumah Pemenangan Prabowo-Sandi”.

“Sabar ya Bu jangan menyerbu dulu. Ini ada pesan dari Pak Prabowo. Sehat semua ibu-ibu? Emak-emak mana suaranya?,” ucap Sandi sesaat setelah berdiri di panggung.
Emak-emak Jatim siap menangkan Prabowo-Sandi
Sandi kemudian menyampaikan, bersama dengan Prabowo kalau dirinya mendapat amanat untuk memimpin negeri ini menjadi Presiden dan Wakil Presiden akan terus berjuang mewujudkan kemajuan ekonomi. Menjadikan ekonomi di negeri ini menjadi lebih baik dan sejahtera untuk masyarakatnya.

“Kami pastikan Jatim menjadi lokomotif ekonomi. Dan Prabowo-Sandi akan melakukan perbaikan ekonomi,” ucap Sandi, disambut gemuruh tepuk tangan disertai kalimat ‘Hidup Sandi’ oleh ratusan massa yang hadir.

Kehadiran Sandi dielu-elukan dan disambut hangat ibu-ibu yang menyebutnya dari kelompok Emak-emak. Dengan sabar sambil mengumbar senyum Sandi pun tak kuasa menolak permintaan berswafoto ibu-ibu pendukungnya, sambil berjalan tersendat menuju panggung kecil yang disediakan di Posko Pemenangan.

“Kita lihat, karena selama ini Emak-emak berteriak soal harga-harga kebutuhan yang semakin mahal, kita harus perbaiki itu,” sambungnya.

Dukung dan Teladani Semangat Jihad Ulama dan Santri

Setelah menempuh perjalanan panjang dari Jombang ke Surabaya, Sandi mengakui jika rute perjalanannya itu sangat menginspirasi. Napak Tilas mengenang kembali perjalanan kiai dan santri dari Jombang ke Surabaya itu mampu menggetarkan dirinya, untuk berbuat lebih baik demi kemajuan bangsa dan negara.

“Perjalanan ini sangat menggetarkan hati saya. Selain itu, semangat ibu-ibu juga menggetarkan hati saya, apalagi dalam kondisi harga-harga kebutuhan yang semakin mahal. Kita harus ambil alih ekonomi kita, kita ambil dengan cara jihad ekonomi,” tegasnyam yang lagi-lagi kembali disambut teriakan dukungan untuk lelaki yang pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Lanjut Sandi, di peringatan Hari Santri yang juga memaknai dengan acara Apel Santri harus dilakukan dengan mengisi ikhtiar. Yakni ikhtiar besar untuk bisa berdikari di bidang ekonomi menjadi lebih baik.

“Kita juga mendorong santripreneur untuk menciptakan lowongan pekerjaan, 2019 kita bangun ekonomi menjadi lebih baik, ikut mewujudkan dan membangun kemandirian ekonomi bangsa. Santri itu penebar manfaat, itu sesuai konsep Islam Rahmatan Lil Alamin,” tegasnya.

Dirinya mengaku kagum dan terus mendukung dan meneladani Semangat Jihad yang dilakukan ulama dan santri untuk terwujudnya Kemerdekaan RI. Menurutnya, melalui Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Syekh KH Hasyim Asy’ari, 22 Oktober 1945, harus dilestarikan dan diteladani.

Barisan Emak-emak Siap Menangkan Prabowo-Sandi

Ratusan Emak-emak siap menangkan Prabowo-Sandi (Foto: Tudji)

Menyambut acara itu, sejak siang hari ratusan orang termasuk kaum hawa yang berjuluk Emak-emak, dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur telah berkerumun di Halaman Museum NU di Jalan Gayungsari, Surabaya, Senin (22/10/2018).

Dari raut wajahnya, mereka tampak bersemangat dan penuh keceriaan menunggu kehadiran sang idola, Sandiaga Salahuddin Uno atau Sandi. Calon Wakil Presiden (Cawapres) pendamping Prabowo Subianto itu terjadwal meresmikan “Rumah Pemenangan Prabowo-Sandi” sebagai salah satu basis koordinasi pendukung Prabowo-Sandi di Jawa Timur. Acara itu, juga terangkai dengan peringatan Hari Santri 2018.

Dari ratusan ibu-ibu muda itu, salah satunya mengaku tak merasa capek meski lama menunggu, sambil menebar senyum mereka mengatakan untuk Sandi, mereka hadir dan siap memenangkan pasangan Prabowo-Sandi di Pemilihan Presiden 2019.

“Kami telah menyiapkan semuanya, termasuk fisik dan mental untuk membantu memenangkan Prabowo-Sandi di Jawa Timur. Harus menang, untuk menuju Indonesia menjadi lebih baik,” terang seorang perempuan dari perkumpulan Emak-emak yang datang dari Kabupaten Sidoarjo.

Kemudian, pukul 15.00 Wib Sandi muncul, turun dari mobil langsung disambut suara teriakan dukungan dari pengunjung yang menyemut. Kemudian, di atas panggung kelompok santri menyambutnya dengan hadrah. Dengan gaya lincahnya Sandi kemudian ikut naik dan bersama-sama membaur ikut mengalunkan kalimat puji-pujian qalam Illahi, sambil menabuh terbang yang diberikan kepadanya.

Pembangunan cukup baik tapi belum merata

Di atas podium kecil bertuliskan “Panggung Demokrasi Corner dengan label “Rakyat Bebas Bicara” Sandi kemudian menyampaikan sambutannya. Cawapres nomor urut 02 itu mengatakan di kesempatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018 adalah momen tepat untuk menggelorakan “Jihad Ekonomi”.

“Selamat Hari Santri. Ini saatnya untuk menggelorakan Jihad Ekonomi, karena hingga saat ini pembangunan di Indonesia masih banyak ditemukan kesenjangan sehingga kita tak bisa mandiri di rumah sendiri,” ucapnya.

Sandi mengaku bersyukur, Barisan Kiai dan Santri (BKSN) Prabowo-Sandi telah mendeklarasikan mendukung dirinya di Pilpres 2019.

“Saya semakin optimis untuk bekerja dan untuk menang di Pilpres 2019 bersama Pak Prabowo,” tegasnya.

Usai memberi sambutan, dilanjutkan meresmikan Posko Rumah Pemenangan Prabowo-Sandi. Dikatakan, keberadaan Rumah Kemenangan sangat penting untuk menampung segala keluhan dan ekspresi masyarakat Jawa Timur dan pendukungnya.

Dia juga mengapresiasi tingginya animo relawan dan masyarakat yang datang dari berbagai daerah memberikan dukungan kepadanya. Di depan massa pendukungnya ia mengaku bekerja dengan ikhlas untuk mewujudkan perbaikan ekonomi bangsa, yang menurutnya hingga kini belum membaik.

“Allah yang berhak atas siapa yang dikehendaki untuk memimpin bangsa ini. Karena itu saya berjanji akan terus bekerja dengan ikhlas untuk terwujudnya perbaikan ekonomi di Jatim dan Nasional,” tegasnya.

Ulama dan Santri Doakan Kemenangan Prabowo-Sandi

Ulama dan Santri doakan untuk kemenangan Prabowo-Sandi (Foto: Tudji)

KH Hasyib Wahab Hasbullah yang juga salah satu pemangku Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang menegaskan para kiai, ulama dan santri selalu menjaga Khittah NU 1926. Tidak membawa nama organisasi dalam memberikan dukungan kepada termasuk untuk Prabowo-Sandi.

Insya Allah, mari kita doakan semoga Pak Prabowo-Sandi menjadi Presiden dan Wakil Presiden,” ucap KH Hasyib yang langsung diamini oleh massa pendukung Sandi.

Mereka berjanji akan meneruskan ke masyarakat di daerahnya masing-masing, mewujudkan kemenangan pasangan Prabowo-Sandi. Serta mendukung terlaksananya pemilihan presiden dengan jujur dan aman, pernyataan itu diucapkan dalam teks deklarasi.

Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi

“Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 merupakan pesta demokrasi rakyat yang berlangsung bebas, jujur, adil dan dalam suasana aman, tenteram dan damai. Sehingga bisa memilih kepala negara sekaligus kepala pemerintahan yang berkualitas, cerdas, tegas dan amanah dalam mengemban amanah rakyat.

Mampu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Bisa memajukan kesejahteraan umum dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Indonesia adalah negara besar, berpenduduk besar nomor empat di dunia dan terkaya ke enam di planet bumi. Tumpah darah yang subur penuh dengan kekayaan alam yang bisa untuk menyejahterakan rakyatnya. Hamparan laut yang terbentang luas penuh sumber daya nabati dan mineral sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat kehidupan.

Maka dari itu, kami sebagai warga Nahdliyin dari unsur kiai dan santri yang menyadari bahwa NU berdiri di atas khittah 1926 tidak memihak pada capres-cawapres tertentu dan memberikan kebebasan kepada warga NU sebagai warga bangsa untuk bersama-sama mendukung dan memilih capres dan cawapres yang berkemampuan menyejahterakan rakyat, mengembalikan kedaulatan negara dan bangsa terutama kedaulatan ekonomi guna meningkatkan taraf hidup rakyat, menuju adil dan makmur.”

“Bismillahirrahmanirrahim hari ini, Senin 22 Oktober 2018 dengan Semangat Resolusi Jihad NU, kami deklarasikan Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin (BKSN) untuk mendukung Capres-Cawapres Prabowo-Sandi. Kita memohon kepada pemilik kekuasaan Allah SWT, untuk memberikan kemenangan dan kekuasaan kepada pasangan Prabowo-Sandi sebagai Presiden dan Wakil Presiden di Pilpres 2019.”[]

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here