Satelit Telkom 3S Mengangkasa, 2019 Satelit Militer Diluncurkan

0
170
foto : Dok.Telkom

Nusantara.news, [Lokasi] – Dengan menggunakan tumpangan Roket Ariane 5 VA 235 di Guiana, Prancis, akhirnya satelit Telkom 3S milik PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) mengudara pada Selasa 14 Februari 2017 (malam waktu setempat).  Satelit ini akan melengkapi dua satelit Telkom lainnya yang masih beroperasi, yakni Telkom-1 dan Telkom-2.  Penambahan satelit baru Telkom sehingga menjadi 3 satelit dinilai mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap satelit asing. Dengan begitu, kebutuhan satelit bisa dipasok oleh perusahaan nasional.  Diakui Telkom, komposisi sewa satelit asing mencapai 50 persen lebih dari kebutuhan jaringan yang jaringan yang mereka layani.

Proses peluncuran satelit milik pemerintah itu dipantau langsung oleh Direktur Utama Telkom Alex J.Sinaga di Jupiter Control Room Gulane Space Center, Kourou, Gulana. ‘ “Satelit ini akan melengkapi dua satelit Telkom yang masih beroperasi,” ujar Alex dalam live streaming pidato Peluncuran Telkom 3S di Jakarta, Rabu (15/2). Diharapkan satelit Telkom 3S ini mampu mengurangi kesenjangan akses informasi di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di daerah terdepan, terluar, dan terpencil.

Selama ini, selain menggantungkan pada satelit Telkom 1 dan Telkom 2, kebutuhan Telkom serta pelanggannya mengharuskan mereka menyewa transponder di lebih dari dua satelit asing.  “tujuan utama peluncuran satelit baru ini untuk melepas ketergantungan sewa transponder satelit yang cukup besar,” kata Vice President Corporate Commnuication Telkom Arief Prabowo.  Tetapi, lanjut Arief, kebutuhan satelit Telkom tak lantas terpenuhi dengan peluncuran Telkom 3S. “Meskipun nanti satelit Telkom 3S aktif, kami masih harus menyewa sedikit dari satelit lain,” tutur Arief beberapa waktu lalu (30/1).

Nilai investasi  sebesar US$ 125 juta ini melingkupi biaya pembuatan satelit, jasa peluncuran dan asuransi atau sekitar Rp 3,33 triliun. Satelit ini menempati orbit 1180 bujur timur yang ditempati satelit Telkom 2.(Bisnis/16/2/17).

Peluncuran Satelit  Telkom 3S ini merupakan satelit  pengganti yang pernah gagal mengorbit pada 2012 lalu yang ditangani oleh ISS Reshetnev dari Rusia. Satelit yang  diorbitkan  pada 15 Februari ini diproyeksikan menempati orbit 118° bujur timur yang berada di atas Pulau Kalimantan yang  ditempati satelit Telkom 2. Selanjutnya Telkom 3S akan mengambil alih kapasitas jaringan dari Telkom 2 dan memanfaatkannya dengan transponden di spektrum yang lebih lengkap. Telkom yang memperkirakan satelit Telkom 3S akan bertahan di orbit setidaknya selama 15 tahun ke depan ini memiliki kapasitas 49 responder yang terdiri atas 24 transponde C-Band (24 TPE), 8 transponder extended C-Band (12 TPE) dan 10 transponder Ku-Band (13TPE). Satelit Telkom 3S ini diklaim dapat meningkatkan dan memperluas cakupan layanan telekomunikasi terutama di daerah-daerah terpencil yang tidak dapat dilalui kabel optik.

Dikatakan oleh Arief Prabowo beberapa waktu lalu saat berada di Stasiun Utama Pengendali Satelit Telkom di Bogor, teknologi satelit Telkom 3S, fungsinya sama saja dengan satelit lainnya, tetapi kapasitasnya bertambah.

Bisnis dalam industri  telekomunikasi merupakan bisnis yang strategis. Kita berharap sebaiknya Pemerintah memikirkan langkah-langkah ke depan di dalam membuat kebijakan  yang berpihak kepada kepentingan nasional agar tidak serta merta melepaskan saham-saham perusahaan strategis pemerintah hanya demi kepentingan komersil semata. Jangan sampai pemerintah memikirkan segi komersilnya tetapi melalaikan kepentingan strategis negara.

Kita masih ingat, betapa mirisnya ketika PT Indosat Tbk jatuh ke tangan Temasek Holdings Singapura yang disusul pengambilalihan PT Exelcomindo Pratama Tbk oleh Telkom Malaysia Bhd. Padahal kita tahu Indosat dan XL adalah operator selular terbesar kedua dan ketiga. Hal itu disusul lagi dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, yang berbagi kepemilikan saham dengan Singapore Telecom untuk mengendalikan PT Telekomunikasi Selular. Miris bertambah mengingat Telkomsel adalah operator telekomunikasi dengan pelanggan terbesar di tanah air.

Dalam kaitan ini, Indosat juga pernah merugi Rp 1,76 triliun setelah disadap, slot orbit dicabut. Indosat pernah melaporkan masalah keuangannya mengenai kerugian yang makin membangkak. Rugi RP 231,2 miliar pada semester pertama, terus memburuk menjadi Rp 1,766 tirliun di kuartal ketiga 2013.

Satelit Pertahanan dan keamanan Negara

Dari kejadian ini, kita ingin pemerintah membuat kebijakan strategis yang melindungi  aset-aset perusahaan negara yang strategis sekelas Telkom. Jangan sampai orang luar pegang kendali.  Memang, Holdings Temasek berhasil dipaksa hengkang tetapi sama saja ketika perusahaan ini jatuh ke tangan Qatar Telecom. Jelaslah sudah perusahaan  ini  akhirnya tak berbau merah-putih lagi.

Di samping meluncurkan satelit  komersil, kita juga berharap agar secepatnya Indonesia bisa  meluncurkan satelit  pertahanan dan keamanan negara agar rahasia keamanan negara terjamin dari masalah sadap menyadap. Jangan sampai terulang lagi penyadapan yang menimpa Presiden SBY di London pada Konperensi Tingkat Tinggi Kelopok 20 Negara (KTT G20) pada 1-2 April 2009  terjadi lewat satelit karena selama ini Indonesia masih menyewa satelit untuk sistem komunikasi kenegaraan. “Penyadapan terhadap sistem komunikasi kenegaraan kita sangat rawan, karena sistem proteksi intersepsi masih belum maksimal. Misalnya saja, kita masih sewa satelit swasta untuk sistem komunikasi-informasi,” kata  anggota DPR-RI Mahfudz Siddiq beberapa waktu lalu.

Situasi itu sangat memungkinkan jika komunikasi kenegaraan Indonesia disalahgunakan oleh pihak lain untuk kepentingan tertentu. Menjadi hal sangat penting bagi Indonesia untuk menata kembali keamanan sistem komunikasi-informasi kenegaraannya, termasuk harus memiliki satelit khusus yang dikontrol negara. Dalam dunia keamanan sangat dimungkinkan sebuah negara menyadap negara lainnya. Namun, hal itu tidak disadari oleh semua pihak khususnya Indonesia.

Bahkan, kemungkinan besar komunikasi Presiden SBY tidak hanya disadap oleh intelejen Inggris saja. “Ini warning penting. Saya mengusulkan pemerintah Indonesia segera mengadakan satelit khusus untuk sektor pertahanan-keamanan, dan khususnya sistem komunikasi lembaga-lembaga tinggi negara,” katanya.

Kita ketahui, bahwa Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI telah resmi menunjuk Airbus Defence and Space (ADS) untuk menggarap proyek satelit militer untuk Indonesia. Sebelumnya telah dilakukan tender yang diikuti oleh Orbital Sciences Corp dari Amerika Serikat, Loral Space Systems, serta produsen satelit dari Rusia. Merujuk ke situs kontan.co.id (13/4/2016), nilai proyek satelit ini mencapai lebih dari US$500 juta, belum termasuk biaya peluncuran dan asuransi yang totalnya bisa mencapai sekitar US$300 juta. Total nilai proyek ini bahkan bisa mencapai US$1 miliar atau sekitar Rp13 triliun (indomiliter.com)

Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsekal Muda M. Syaugi pernah menyebut, “Proyek ini sudah dikucuri anggaran sebesar Rp1,3 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016.” Menurut jadwal, ADS akan merampungkan proyek ini pada akhir tahun 2018 dan roket beserta satelit bakal diluncurkan pada tahun 2019. Kemkominfo selaku administrator telekomunikasi telah menunjuk Kemhan sebagai operator satelit ini, dan telah menginformasikan penunjukkan ini kepada ITU (International Telecommunication Union).

Bocoran dokumen yang ditunjukkan oleh Edward Snowden tentang penyadapan seluler  terhadap jutaan pelanggan telekomunikasi  seluler di Indonesia yang dipantau serta dimata-matai oleh pihak asing semakin memberikan gambaran yang jelas tentang kerawanan tersebut. Bocoran dokumen yang dipublikasikan New York Times dan Canberra Times juta menyatakan bahwa jutaan pelanggan PT Telkomsel ternyata disadap Badan Keamanan Nasional AS (NSA) dan Direktorat Intelijen Australia, termasuk Indosat juga ikut disebut dalam laporan itu.

Amerika dan Australia diam-diam berbagi akses luas ke sistem telekomunikasi Indonesia. NSA telah memberikan Australia (melalui Australian Signal Directorate) akses untuk mengumpulkan data panggilan dari Indosat,” tulis dokumen NSA tahun 2012, yang dibocorkan Edward Snowden, seperti dilansir New York Times. Sepanjang 2013, Australian Signals Directorate mendapatkan hampir 1,8 juta kunci enskripsi induk yang digunakan operator selular Telkomsel untuk melindungi percakapan pribadi dari pelanggannya. ASD (Australia Signal Directorate) telah berhasil mengakses data panggilan dari Indosat sebagai operator komunikasi satelit domestik di Indonesia. Intelijen Australia juga membongkar semua enskripsi yang dilakukan Telkomsel. Bahkan, politisi dan tokoh-tokoh senior di Indonesia pun ikut disadap.

Intersepsi Australia atas layanan telekomunikasi berbasis satelit di Indonesia dilakukan melalui Shoal Bay Naval Receiving Station, fasilitas intersepsi satelit yang berlokasi dekat Darwin. Beberapa waktu lalu, President Director & CEO Indosat Alexander Rusli dalam keterangan tertulis pernah menyatakan bahwa Indosat telah mematuhi ketentuan lawful interception dan menyatakan tidak terlibat kerjasama dengan pihak asing untuk melakukan penyadapan.

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here