Satu Tahun Nusantara.news

0
124

KEMARIN, tepat satu tahun Nusantara.news hadir ke ruang baca Anda. Hari ini sudah memasuki hari pertama di tahun kedua.

Setahun ini kami telah mencoba menyajikan tulisan, yang menurut kami, memberi manfaat. Apakah sudah tercapai? Mungkin belum. Tapi setidaknya kami, dengan segala keterbasan, mencoba menghadirkan perspektif berbeda tentang sebuah berita. Berangkat dengan tagline “Berpikir, Bersikap dan Bersuara Merdeka”, kami sajikan tulisan yang memerdekakan.

Tentang politik, karena inilah fokus utama kami, kami berusaha menghindar dari pemberitaan yang memancing friksi. Politik kami pahami sebagai aktivitas luhur memajukan bangsa dan negara. Bahwa di dalamnya terselip kepentingan agregasi kelompok, itu sah saja. Namun, koridor utamanya adalah upaya mencapai tujuan bernegara.

Masalah hukum kami coba sikapi dengan pemahaman bahwa keteraturan berbangsa dan bernegara hanya bisa dicapai jika hukum menjadi rujukan. Kami mengkritisi masalah hukum diselesaikan dengan cara-cara selain hukum, entah dengan cara politik, ekonomi atau budaya. Hukum, sejauh ada aturannya, harus dipatuhi. Kami percaya pada asas lex dura sed tamen scripta, hukum itu keras tapi memang begitulah yang tertulis.

Kami berusaha mendorong agar semua variabel yang mensyaratkan tegaknya hukum dipenuhi oleh negara ini. Baik substansi peraturannya, strukturnya maupun budayanya –jika mengikuti alur berpikir Lawrence Friedman. Hanya dengan begitu, negara yang sudah terlanjur kita nyatakan sebagai Negara Hukum ini, bisa kokoh keberadaannya.

Begitu juga soal kriminalitas, kalaupun terpaksa harus kami beritakan. Berita kriminalitas, bagi kami, janganlah menimbulkan kengerian. Berita kriminalitas bukan untuk memenuhi naluri dasar homo homini lupus, yang terpicu gairahnya melihat orang lain dimangsa.

Kami berusaha meracik berita kejahatan itu agar yang muncul justru kewaspadaan dan kegelisahan terhadap hancurnya peradaban. Dengan kata lain, kami tidak akan mengekploitasi brutalitas dan sadisme sebagai  penyedap masakan, apalagi sebagai hidangan utama.

Kehadiran Nusantara.news ini justru berawal dari kerisauan kami melihat pemberitaan sebagian media massa yang sangat asyik menikmati kebebasan pers. Sebagai insan pers, kami jelas orang yang sangat bersyukur dengan  masa kebebasan dalam dua dasawarsa terakhir ini. Setelah sekian puluh tahun pers dikungkung kacamata kuda, kini wartawan bebas menyuarakan apa pun yang dilihat dan didengarnya.

Namun, dalam hemat kami, kebebasan hanya berarti positif sejauh digunakan secara dewasa dan berakal sehat. Jika sebaliknya, kebebasan malah merusak. Kebebasan pers, menurut pemahaman kami, hanya melepaskan tirani penafsiran tunggal atas kebenaran. Kebebasan harus kita manfaatkan untuk berusaha memperkaya perspektif agar dapat meluruskan dan mencerahkan.

Itu sebabnya kami mengenakan kacamata negatif dalam melihat sesuatu–sebut saja semacam jurnalisme negatif. Kami mengkritisi apa pun, tanpa menafikan fakta-fakta yang memang sepatutnya diapresiasi secara proporsional. Dengan begitu, kami berharap, akan terbuka sisi-sisi negatif yang tak terlihat atau sengaja tak diperlihatkan. Sisi negatif itu kita diskusikan agar ditemukan pemecahannya.

Pendekatan itulah yang kami gunakan dalam membahas isu-isu, yang menurut kami penting. Misalnya, megaproyek pembangunan infrastruktur Presiden Joko Widodo, utang luar negeri, pengentasan kemiskinan, pemberantasan korupsi, atau kebijakan-kebijakan strategis lain.

Urusan sebesar itu, dalam pandangan kami, terlalu berbahaya jika hanya dipasrahkan ke pemerintah. Perlu pengimbangan dari perspektif publik. Sama-sekali tidak untuk menegasikan kebijakan itu. Namun justru agar pemerintah mendapatkan sudut pandang dari cakrawala yang lebih luas. Tentu saja kita berharap, pemerintah pun terbuka menerima sudut pandang yang berbeda itu, agar terpenuhi asas partisipatif dalam pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan negara.

Itulah refleksi satu tahun Nusantara.news. Selamat membaca. Dan, mohon, ingatkan kami selalu. Tanpa Anda, visi kami hanya akan memasuki ruang hampa. Salam Nusantara![]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here