SBY: Saya Jangan Dibenturkan dengan Presiden Jokowi dan Pemerintahannya

0
157

Nusantara.news, Surabaya – Ada yang menarik, seluruh undangan terlihat hening dan menyimak kalimat yang diucapkan oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di acara puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tingkat Jawa Timur yang dirangkai dengan HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim ke-71 yang digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (29/3/2017).

Saat itu, SBY yang di acara tersebut juga menerima penghargaan Anugerah Prapanca Agung dari PWI Jawa Timur mengatakan, jika pertemuan dirinya dengan Presiden RI Joko Widodo, beberapa waktu lalu berjalan baik. Ia juga meminta agar media massa tidak membelokkan arti pertemuan mereka, serta tidak memenggal kalimat pidatonya sehingga menimbulkan salah arti.

Di depan para undangan SBY mengaku dirinya sudah sangat lelah menghadapi berita hoax ia sebut sebagai sesuatu yang tidak pernah diucapkan atau dilakukan. Kepada wartawan dirinya meminta untuk tidak membelokkan isi pidatonya.

“Pertemuan saya dengan Presiden Jokowi beberapa saat lalu berjalan baik, positif dan konstruktif. Oleh karena itu, jangan saya terus dibenturkan dengan pemimpin kita Presiden Jokowi beserta pemerintahan yang beliau pimpin,” ucap SBY sambil membaca teks yang dipegangnya.

SBY menambahkan, soal media massa dan pers, di dunia ini ada ratusan juta buku tentang demokrasi dan pers, termasuk ada jutaan profesor dan pakar tentang demokrasi dan pers. “Namun yang sungguh mencintai demokrasi dan kebebasan pers, apalagi yang benar-benar menjalankan demokrasi dan pers, jumlahnya jauh lebih sedikit,” katanya.

Dalam pidatonya yang kurang dari 15 menit itu ia juga menyampaikan, pers sebagai salah satu pilar demokrasi memiliki peran penting untuk mengawal jalannya demokrasi dan pembangunan di Indonesia.

Dia menyebut, saat diminta oleh panitia untuk hadir dan memberikan pidato di HPN di Surabaya, dirinya mengaku sempat berpikir dalam mengambil keputusan. Menurutnya, apakah rakyat masih tertarik dengan pidato yang akan disampaikan, termasuk soal demokrasi dan pers. Dia mengaku takut kalau disebut menggurui.

“Apakah baik dan tepat saat ini saya berbicara tentang demokrasi dan pers? Bagaimana dengan pihak-pihak lain jika ada yang tidak nyaman dengan pidato singkat saya?” ucapnya saat itu.

“Tetapi setelah saya pikir dalam-dalam, tidak baik kalau saya sekarang secara tiba-tiba jadi penakut, tidak berani bicara di negerinya sendiri. Sungguh pun demikian saya memohon kepada wartawan agar tidak dibelokkan substansi isi pidato ini, dan jangan dipenggal-penggal sehingga lepas dari kontesknya. Saya sudah sangat lelah menghadapi hoax, yang membicarakan sesuatu yang tidak saya lakukan atau saya ucapkan,” katanya.

Menghadiri acara tersebut, SBY didampingi isterinya Ani Yudhoyono. Duduk dideret kursi paling depan dengan didampingi, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan isterinya, Ketua PWI Pusat Mardiono, Ketua PWI Jatim M Munir, Pangdam V Brawijaya dan Pangarmatim. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here