SBY Tuding Ada Yang Menghalanginya Ketemu Jokowi, Siapa Dia?

0
2379
foto : BBC

Nusantara.news, Jakarta – Jika suatu saat bisa bertemu Presiden Jokowi, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin blak-blakan mengklarifikasi sejumlah isu, termasuk makar dan aksi 411.

Namun persoalannya, tuding SBY dalam konferensi pers, Senin (31/1) yang lalu, ada satu dua orang di sekitar Presiden Jokowi yang menghalang-halangi keduanya bertemu. Toh begitu SBY enggan membongkar jati diri orang itu. “Saya hanya dapat informasi, Presiden Jokowi sebenarnya ingin bertemu dengannya namun dilarang oleh dua tiga orang di sekeliling beliau,” beber SBY.

Tapi ada satu hal yang menjadi pertanyaan. Dalam konferensi pers, SBY mengatakan ada pihak-pihak yang menghalangi mereka bertemu. Siapa?

SBY tidak memberi cukup informasi tentang orang-orang yang dimaksud. Dia hanya menyebut dari sejumlah informasi dia mengetahui bahwa Jokowi ingin bertemu, tetapi “dilarang oleh dua hingga tiga orang di sekeliling beliau.”

Tudingan SBY itu langsung ditanggapi politisi PDI Perjuangan Pramono Anung yang kini menjabat Sekretaris Kabinet. “Tentunya kalau beliau memang menginginkan untuk bertemu dengan Presiden dan ada permintaan, nanti akan kami komunikasikan kepada Presiden Jokowi,” ucap Pramono kepada wartawan, Rabu (1/2) petang, sekaligus membantah tudingan SBY.

Bahkan Pram menyebutkan secara prosedural siapapun yang ingin bertemu Presiden akan disampaikan melalui Mensesneg dan Sekab kepada Presiden.

Namun curhat mantan Presiden SBY yang menyebut ada yang menghalang-halanginya bertemu Presiden Jokowi justru mendapatkan kritik dari pendiri Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti. “Itu pernyataan yang sangat tidak menarik,” ujar Ray, Jumat (3/2) pagi kemarin saat dihubungi nusantara.news lewat ponselnya.

“Apa pentingnya (pertemuan itu) buat bangsa?” kecam Ray. “Bukan level seorang mantan presiden lah bercerita seperti itu pada publik. Perkara dia mau cerita dengan satu dua orang tentang itu bolehlah, tapi untuk publik? Ini mantan presiden loh yang sudah 10 tahun memimpin Indonesia.”

Jika pihak istana merasa ada yang penting bertemu SBY, sambung Ray, mereka akan segera fasilitasi pertemuannya dengannya. “Tapi kayaknya sih pihak istana merasa tidak ada sesuatu yang penting, Dengan kata lain, pihak istana tidak berada dalam posisi mencurigai mantan Presiden SBY maka dia tidak memanggilnya,” terang Ray Rangkuti yang pernah tercatat sebagai Aktivis Pijar itu.

Ray juga mengkritisi, mesti jelas dulu duduk persoalannya, siapa pihak-pihak yang menyebut SBY dalang segala peristiwa, karena istana tidak merasa menuduh, maka istana menganggap pertemuan itu belum perlu.

Namun Direktur Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan justru menganggap pentingnya pertemuan, bukan saja mantan Presiden SBY dengan Presiden Jokowi, melainkan juga para pemimpin bangsa lainnya yang memiliki basis kekuatan politik sehingga lebih dapat mendinginkan suasana.

“Tidak bisa ketegangan politik diantara tokoh pemimpin bangsa terus dipertahankan. Harus ada inisiatif membangun konsolidasi kekuatan politik nasional sebab tantangan yang kita hadapi ke depan bukan main-main,” beber aktivis ITB yang baru meraih gelar doktoralnya di Universitas Indonesia itu.

Maka Syahganda mengapresiasi keinginan Presiden ke-6 RI itu untuk bertemu Presiden Jokowi. “Biar semuanya clear, tidak ada lagi rumor ini itu. Sehingga para pemimpin dapat berjalan lebih kompak sesuai peran masing-masing untuk menghadapi tantangan bangsa ini ke depan,” tutur Syahganda saat dihubungi nusantara.news, Jumat (3/2) subuh tadi.

Tapi siapa sih yang sebenarnya menghalang-halangi pertemuan SBY dan Presiden Jokowi? Mungkin jawabannya ada dalam lirik lagu Ebiet GAD, coba tanyakan kepada rumput yang bergoyang. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here