Seknas Jatim Siap Menangkan GI-Puti Guntur, Juga Jokowi

0
69
“Satu Paket” Seknas Jokowi Jatim siap menangkan Jokowi kembali jadi Presiden dan Gus Ipul-Puti Guntur menangi Pilgub Jatim" (Foto: Tudji)

Nusantara.news, Surabaya – “Satu Paket”. Kalimat singkat ini merupakan rencana matang untuk mewujudkan kemenangan Joko Widodo yang dipastikan kembali maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, dengan siapa pun nanti yang menjadi pendampingnya, sebagai calon Wakil Presiden. Itu, juga terangkai dengan kemenangan yang harus diraih pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno di Pilgub Jatim, 2018. Penegasan itu disampaikan Ketua Seknas Jatim Sapto Rahardjanto di Surabaya, Kamis (22/3/2018).

Oleh karena itu, terang Sapto, merupakan hal wajar jika para relawan pendukung Jokowi khususnya di Jatim, berkumpul memegang kebulatan tekad mewujudkan itu.

“Untuk mewujudkan keinginan tersebut, para relawan Jokowi tidak cukup dengan memberikan dukungan melainkan juga terus mengkonsolidasikan diri dalam satu wadah bernama Forum Komunikasi Relawan Jokowi Jawa Timur (Forkom Jokowi -Jatim),” terang Sapto kepada wartawan.

Selain untuk di tingkatan provinsi, forum komunikasi relawan Jokowi secara embriotik sudah terbentuk di berbagai kabupaten/kota di Jatim, di antaranya di wilayah Mataraman, Tapal Kuda, Arek, dan wilayah Pantura. Dan, ditegaskan tidak ada wilayah yang terlewatkan, semua menjadi bidang garap untuk mendulang kemenangan.

Wujudkan Kesejahterakan Rakyat 

Untuk itu relawan Jokowi terus bergerak, mereka tergabung dalam berbagai wadah, yakni Posko ReIawan Jokowi-JK (POSKO Jokowi), Masyarakat Peduli Pangan (MAPAN), Relawan Pro Demokrasi (REPDEM), Sekretariat Nasional Jokowi (Seknas-Jokowi). Forum Relawan Demokrasi (Foreder), Pro Jokowi (Projo), Jaringan Nasional Indonesia Baru (JNIB), Posko Perjuangan Rakyat (Pospera), Persaudaraan Anak Bangsa (PAB), dan Aliansi Masyarakat untuk Indonesia Hebat (Aimisbhat).

Untuk sukses Pilkada Jatim, wadah relawan itu juga berkomitmen untuk mengawal pemenangan pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. Dan, Jokowi kembali sebagai Presiden Indonesia.

“Sejak Mbak Puti ditetapkan menjadi pendamping sebagai wakil Gus Ipul, maka relawan-relawan Jokowi di Jawa Timur menyatakan mendukung penuh kepada pasangan Gus Ipul dan Mbak Puti, sebagai Cagub dan Cawagub Jatim,” tutur Sapto.

Alasan mendukung pasangan Gus Ipul dan Puti Guntur lantaran para relawan Jokowi menyepakati kalau Gus Ipul dinilai layak dan berhasil setelah berada di birokrasi. Pengalaman birokrasi selama dua periode adalah pertimbangan matang untuk mendukung mantan Ketua GP Ansor Jatim itu untuk menjadi Gubernur Jatim. Untuk Mbak Puti dinilai juga telah mempunyai pengalaman duduk di legislatif selama dua periode.

“Bagi para relawan Jokowi, pasangan Gus lpul dan Mbak Puti mempunyai nuansa Nahdautul Ulama dan Nasionalis Marhaen, itu akan memberikan jaminan pada keragaman yang Bhinneka Tunggal Ika dalam satu kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terang lelaki berkacamata itu.

Juga dijelaskan, pertimbangan lainnya karena Gus lpul dinilai selama ini dikenal sabar. Termasuk menjaga hubungan dan menata manajemen birokrasi di Pemerintahan Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Pusat.

Relawan pengusung Jokowi dan bertekad memenangkan Gus Ipul-Puti Guntur itu yakin, pasangan nomor urut dua itu mampu mencapai tujuan menjadikan Jatim Makmur dengan tagelinenya ‘Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur’ yang disosialisasikan dan termuat di visi misi saat mendaftar di KPU Jatim.

Optimisme itu dikuatkan dengan kepercayaan relawan, yang mengakui trah Soekarno yakni Puti Guntur dinilai mewarisi nasionalisme Bung Karno. Termasuk, dengan strategi budaya nasional untuk membangun perekonomian negara, termasuk di Jatim.

Tak Hanya Dukungan, Tapi Juga Konsolidasi

“Sejak Mbak Puti ditetapkan jadi pendamping Gus Ipul, relawan-relawan Jokowi di Jatim menyatakan mendukung penuh pasangan Gus Ipul dan Mbak Puti, sebagai Cagub dan Cawagub Jatim” (Foto: Tudji)

Adalah hal yang wajar, Relawan Jokowi di Jatim selain memenangkan Jokowi juga menjadikan pasangan Gus lpul-Puti menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim melanjutkan kepemimpinan Soekarwo, setelah dua periode memimpin.

“Untuk mewujudkan itu, para relawan Jokowi tidak cukup dengan memberikan dukungan melainkan dengan mengkonsolidasikan dari dalam satu wadah yang bernama Forum Komunikasi Relawan Jokowi Jawa Timur (Forkom Jokowi Jatim),” tegasnya.

Selain terus menggalang kekuatan di tingkat provinsi, forum komunikasi relawan Jokowi secara masif juga terus bergerak ke semua wilayah. Termasuk mensosialisasikan program Jokowi yang telah berjalan.

“Oleh karena misi-visi serta program-program pembangunan yang disampaikan oleh Gus lpul dan Mbak Puti sesuai dengan semangat dan program Nawacita yang dilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusuf Kalla. Maka upaya relawan Jokowi memenangkan pasangan Gus lpul dan Mbak Puti merupakan langkah taktis dan strategis Forkom Jokowi-Jatim untuk memperjuangkan kembali Joko Widodo menjadi Presiden RI di periode ke dua”

Dukung Pembangunan dari Pinggiran

Berbagai program pembangunan yang dilakukan Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, misalnya membangun dari daerah pinggiran, menjadi target utama yang harus terwujud.

“Kita lihat, ini juga dikembangkan oleh pasangan Gus Ipul-Puti Guntur. Itu ada korelasinya dan beririsan, itulah salah satu bagian yang mendasari kami para relawan untuk memberikan dukungan kepada pasangan Gus Ipul-Puti Guntur”.

Seknas Jokowi Jatim menilai ‘Lima Janji Kerja’ di Pemerintahan Presiden Jokowi yang juga disusun oleh pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jatim, Gus Ipul-Puti Guntur rasional dan logis.

Di dalam lima program kerja Gus Ipul-Puti itu seperti Dik Dilan (Pendidikan Gratis Berkelanjutan), Satria Madura (Satu Triliun Untuk Madura), Desa Cemara (Desa Cerdas Maju Sejahtera), Tebar Jala (Pusat Ekonomi Baru Jalur Selatan), Madrasah Diniyah Berkelanjutan.

Seknas Jokowi Jatim menilai itu merupakan wujud komitmen untuk menjadikan Provinsi Jatim menjadi lebih baik, setelah kepemimpinan Gubernur Soekarwo. Itu, sebagai perwujudan kongkrit semangat memajukan Jatim yang berdaulat, berdikari dan bermartabat.

“Kita (Seknas Jokowi Jatim) mengapresiasi hal itu,” ungkap Sapto.

Program Desa Cemara (Desa Cerdas Maju Sejahtera) dan Tebar Jala (Pusat Ekonomi Baru Jalur Selatan) merupakan representasi dari semangat membangun Indonesia dari pinggiran. Harapannya, tercipta kemandirian ekonomi dan penggerak di sektor-sektor strategis membangun ekonomi kerakyatan di desa-desa serta daerah pesisir. Program Dik Dilan dan program Madrasah Diniyah berkelanjutan, merupakan program kerja brilian untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Itu semua (program) dalam rangka untuk memeratakan pembangunan. Tidak hanya dilakukan di kota-kota, tetapi juga di desa-desa” (Foto: Tudji)

Termasuk diharapkan kembali dilakukan penataan kurikulum pendidikan yang mengedepankan aspek pendidikan agama, budi pekerti, pendidikan moral Pancasila, sejarah kebangsaan. Serta muatan nilai-nilai patriotisme dan ke Bhinnekaan.

“Itu akan diterapkan di dalam kurikulum pendidikan di Jatim,” sambungnya.

Program Satria Madura (Satu Triliun Untuk Madura), juga sebuah bentuk perhatian khusus pasangan Gus Ipul-Puti Guntur sekaligus komitmen untuk memajukan dan mengangkat Pulau Madura.

Mewujudkan komitmen dan tekad itu, Seknas Jokowi Jatim tak henti terus turun menggali dan menyertakan pelibatan masyarakat akar rumput di semua daerah. Mendekati para petani, buruh, pedagang kecil, dan berbagai masyarakat tidak mampu lainnya.

Untuk diketahui, di ajang Pilgub Jatim yang dijadwalkan digelar 27 Juni 2018 mendatang. Diikuti oleh dua pasangan calon, yakni nomor urut satu adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak. Sedangkan, untuk pasangan dengan nomor urut dua adalah Saifullah Yusuf-Puti Guntur.

Di akhir acara, setelah menyampaikan sambutan, Gus Ipul di depan wartawan kembali mengulang tekad seriusnya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jatim.

“Itu semua (program) dalam rangka untuk memeratakan pembangunan. Tidak hanya dilakukan di kota-kota, tetapi juga dilakukan di desa-desa. Mereka yang sukses kita fasilitasi, sementara yang masih belum sukses juga kita perhatikan dan kita bela. Misalnya, dalam usahanya kita bantu permodalan, pelatihan-pelatihan. Semua itu untuk meningkatkan kesejahteraan,” tegas Gus Ipul.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here