Selain Artis, SBY dan AHY Turun di Laga Kampanye Khofifah-Emil

0
178
Renville "Jawa Timur memang menjadi perhatian Pak SBY langsung, karena ini daerahnya beliau dan menjadi tolak ukurnya Pilkada serentak di Indonesia. Beliau akan lebih konsen disini (di Jatim) dan kami akan segera menyesuaikan jadwalnya beliau" (Foto: Tudji)

Nusantara.news, Surabaya – Dipastikan, jadwal kampanye pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak bakal meriah dan akan menyita perhatian masyarakat di seluruh wilayah Jatim. Pasalnya, tak hanya nama-nama beken para pejabat, melainkan juga sederet nama artis nasional dan daerah akan menyertai Khofifah-Emil untuk menyapa masyarakat dan pendukungnya, sesuai jadwal kampanye yang dilakukan 15 Februari 2018 hingga 23 Juli 2018.

Nama mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dipastikan turun langsung di acara tersebut bersama sederet nama artis lainnya di seluruh wilayah di Jatim, dalam Tour de Jatim.

“Jawa Timur memang menjadi perhatian Pak SBY langsung, karena ini daerahnya beliau dan menjadi tolak ukurnya Pilkada serentak di Indonesia. Beliau akan lebih konsen disini (di Jatim) dan kami akan segera menyesuaikan jadwalnya beliau, karena kan ada 171 pilkada. Tetapi kalau di kampanye akbar atau kampanye besarnya mereka akan turun bareng-bareng,” terang Renville Antonio, Sekretaris Tim Pemenangan pasangan Khofifah-Emil, di DPD Partai Demokrat Jatim di Surabaya, Jumat (26/1/2018), malam.

Baca juga: Pilgub Jatim, Ajang Adu Gagasan Tanpa Fitnah dan SARA

Renville yang juga Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim menambahkan, pihaknya bersama partai pengusung lainnya akan all out guna mensukseskan program tim mengantar Khofifah-Emil menuju kemenangan.

“Saat ini kami sedang menginventarisir, dari PAN kemarin juga mengatakan siap dengan Mas Eko Patrio, Mas Anang, juga ada Pasha Ungu, Primus. Dari kami (Partai Demokrat) ada nama Fenna Melinda, Mas Dede Yusuf, tapi untuk Mas Dede Yusuh konsentrasi di Jabar. Dan, untuk di daerak, kami juga punya Danang, Fitri, artis Pantura,” terangnya.

Komisioner KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro “Diharapakan semua pihak yang terlibat, sama-sama memahami, utamanya soal aturan dan ketentuan pelaksanaan kampanye” (Foto: Tudji)

Guna menyusun jadwal tersebut, Renville menegaskan dirinya akan ke DPP Partai Demokrat untuk merumuskan penjadwalan kampanye yang akan diikuti para tokoh dan sederet para artis.

“Februari nanti saya ke Jakarta (ke DPP Partai Demokrat) untuk acara penjadwalan dan kedatangan kampanyenya Pak SBY dan Mas AHY serta untuk mengatur tanggal dan lokasinya,” terang Renville.

SBY, AHY dan Pakde Karwo Didampingi Kampanye Khofifah-Emil

Dipastikan, keberadaan SBY dan AHY selama masa kampanye di Jatim bersama pasangan Khofifah-Emil akan selalu didampingi oleh Ketua DPD Partai Demokrat Soekarwo atau Pakde Karwo di berbagai wilayah untuk menyepa pendukungnya.

Dan, daerah yang menjadi ladang ketenanran SBY dan Pakde Karwo dipastikan salah satunya adalah Mataraman. Lantaran, kedua tokoh itu SBY dan Pakde Karwo namanya terpatri dan melegenda di mataraman.

Tak kalah kharismanya, AHY berpasangan bersama Emil akan fokus menggarap generasi millenial. Beberapa wilayah yang dipastikan akan dikunjungi AHY diantaranya wilayah Arek dan wilayah Madura.

“Mas AHY akan selalu berdampingan dengan Mas Emil, karena beliau memang sasarannya kepada generasi muda. Untuk wilayah Arek dan Madura memang Mas AHY lebih banyak porsi, karena hasil kajian pihak kami, lebih banyak generasi millenialnya,” ucap anggota DPRD Jatim itu, yakin.

Untuk diketahui, Khofifah-Emil adalah pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jatim yang resmi diusung gabungan Partai Demokrat, Partai Golkar, NasDem, Hanura, PAN dan PKPI untuk maju di Pilkada Jatim, yang digelar 27 Juni 2018.

KPU Jatim Gelar Rapat Koordinasi Aturan Kampanye

Gotot Cahyo “Misalnya, kalau kita lihat di peta (Jatim) itu, kita akan membaginya menjadi dua zona, zona satu dan zona dua. Jadi, jika pasangan A hari ini jadwal kampanyenya di zona satu, pasangan lainnya di zona dua, begitu sebaliknya” (Tudji)

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim di acara resminya Rapat Koordinasi Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jatim 2018, Jumat (26/1) siang, telah membahas detail soal itu, yang dihadiri pihak-pihak terkait termasuk pasangan tim pemenangan dari kedua kandidat bakal calon.

Di rapat koordinasi itu dibahas tentang aturan main kampanye, termasuk dengan detail soal pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang akan di mulai pada 15 Februari 2018.

Baca juga: Pilkada, Mahar dan Hilangnya Budaya Santun

Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito mengatakan rapat itu bersifat koordinasi dan sosialisasi tentang aturan dan berbagai ketentuannya, untuk dipahami oleh masing-masing tim pemenangan pasangan calon.

“Rapat sifatnya koordinasi dan sosialiasasi tentang aturan kampanye kepada pasangan calon dan stakeholder terkait, agar KPU mendapatkan masukan terutama saat pemasangan APK,” terang Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito.

Dari rapat tersebut diharapakan semua pihak yang terlibat, sama-sama memahami, utamanya soal aturan dan ketentuan pelaksanaan kampanye. “Misalnya, kalau kita lihat di peta (Jatim) itu, kita akan membaginya menjadi dua zona, zona satu dan zona dua. Jadi, jika pasangan A hari ini jadwal kampanyenya di zona satu, pasangan lainnya di zona dua, begitu sebaliknya,” terang Komisioner KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro.

Dijelaskan, sesuai PKPU No 4 tahun 2017, kampanye yang akan difasiltasi KPU yaitu, debat publik dan pemasangan APK. Dan, setelah penetapan pada 12 Februari 2018, tim paslon Pilgub Jatim 2018 diharapkan segera menyerahkan desain gambar pasangan calon ke KPU Jatim.

Selanjutnya, KPU yang memfasilitasi percetakan, dan KPU tidak akan mendesain gambar pasangan calon, karena desain dipastikan dari tim pasangan calon. “Untuk itu pengiriman desain paslon dalam bentuk format corel draw ke KPU Jatim,” terang Gogot.

Tahapan Pilkada Tahun 2018

Kedua tim pasangan calon juga diingatkan agar aturan apa saja yang boleh dicantumkan dalam desain gambar alat peraga saat kampanye. Misalnya, dengan mengacu aturan PKPU No 4 tahun 2017, ada ketentuan di dalam APK dilarang mencantumkan gambar Presiden dan Wakil Presiden RI.

Baca juga: Khofifah: Berkat Doa Kiai, SDA Jatim Terus Melimpah

Tahapan pada Pilkada 2018

Dalam rapat koordinasi itu, selain dihadiri kedua tim pemenangan masing-masing bakal calon gubernur dan wakil gubernur, juga dihadiri oleh stakeholder terkait. Dari OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jatim, Kominfo Jatim, Satpol PP, Bakesbangpol, perwakilan TNI (Kodam V/ Brawijaya, serta perwakilan dari Polda Jatim.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here