Selamat Jalan Abah Hasyim …

0
134
Indonesia kehilangan sosok ulama yang sangat nasionalis dan pluralis.

Nusantara.news, Jakarta – Indonesia kembali berduka dengan wafatnya salah seorang tokoh kharismatik, ulama yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi. Beliau meninggal dunia pukul 06.15 WIB di kediamannya di Malang, Jawa Timur. KH Hasyim diketahui sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit Sakit Lavalette, Malang.

Sehari sebelum meninggal, Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Jokowi sempat menjenguk KH Hasyim Muzadi yang tengah menjalani masa pemulihan di kediamannya di Malang, Rabu.

Ketua tim dokter yang menangani Kiai Hasyim, dr Hariadi Moeljosoedirjo, usai mendampingi Presiden Jokowi yang membesuk Kiai Hasyim memaparkan jika Kiai Hasyim menderita berbagai komplikias penyakit. “Belliau sakit kuning, kencing manis, dan batuk-batuk. Namun tidak kuat mengeluarkan dahak sehingga mengakibatkan sesak napas,” jelas Hariadi.

Kepergian K.H. Hasyim menyisakan kenangan dan ucapan duka sejumlah tokoh. KH Mustofa Bisri dalam akun Twitter-nya, menyampaikan kabar kehilangan tokoh yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam itu. “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita kehilangan lagi seorang tokoh, mantan Ketua PBNU, KH Hasyim Muzadi. Semoga khusnul khatimah,” tulis Gus Mus.

Ucapan duka juga disampaikan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, “Telah wafat KH. Hasyim Muzadi pagi ini. Mari doakan almarhum diampuni kesalahannya, diterima amal bajiknya, berada di sisiNya. Al-faatihah,” tulis Menteri Agama di Twitter-nya.

Ketua Lembaga Dakwah PBNU, Maman Imanulhaq mengenang sosok KH Hasyim kerap menginspirasi melalui dakwah-dakwahnya dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.

Sosok dan Perjalanan Hasyim Muzadi

Kiai Hasyim, begitu ia akrab disapa, menempuh jalur pendidikan dasarnya di Madrasah Ibtidaiyah di Tuban pada tahun 1950, dan menuntaskan pendidikannya tingginya di Institut Agama Islam Negeri IAIN Malang, Jawa Timur pada tahun 1969.

Pria yang lahir di Tuban pada tahun 1944 ini, nampaknya memang terlahir untuk mengabdi di Jawa Timur. Sederet aktivitas organisasinya ia lakoni juga di daerah basis NU terbesar ini.

Organisasi kepemudaan semacam Gerakan Pemuda Ansor (GP-Ansor) dan organisasi kemahasiwaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pernah ia pimpin. Pengabdian struktural inilah yang menjadi modal kuat Hasyim untuk terus berkiprah di NU.

Kiprah organisasinya mulai dikenal ketika pada tahun 1992 ia terpilih menjadi Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur yang terbukti mampu menjadi batu loncatan bagi Hasyim untuk menjadi Ketua PBNU pada tahun 1999.

Pada pemilihan presiden tahun 2004, Hasyim Muzadi menjadi Calon Wakil Presiden mendampingi Capres Megawati Soekarnoputri Presiden RI Kelima (2001-2004) Megawati Soekarnoputri. Namun langkahnya ini gagal menuai kemenangan. Setelah itu, dalam Muktamar NU ke-31 di Donohudan, Boyolali, Jateng, Hasyim kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) setelah berhasil mengungguli secara mutlak para pesaingnya, termasuk KH Abdurrahman Wahid.

Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, Hasyim kemudian ditunjuk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Hasyim dikenal sebagai sosok kiai yang memosisikan dirinya sebagai seorang pemimpin. Selain sebagai ulama, sosok Hasyim dikenal nasionalis dan pluralis.

Itu sebabnya, ketika tragedi runtuhnya gedung WTC di Amerika Serikat, yang menempatkan umat Islam sebagai pelaku teroris, kiai yang dikaruniai enam orang putra ini, tampil dengan memberikan penjelasan kepada dunia internasional bahwa umat Islam Indonesia adalah umat Islam yang moderat, kultural, dan tidak memiliki jaringan dengan organisasi kekerasan internasional.

Ia adalah sekian dari tokoh umat di Indonesia yang dijadikan referensi oleh dunia barat dalam menjelaskan karakteristik umat Islam di Indonesia.

Sosok tokoh yang menginspirasi umat islam, khususnya bagi kalangan santri NU. Ia merupakan salah satu Pendiri Pondok Pesantren Al-Hikam.

Ust. Yusro Shidqi mengabarkan bahwa rencananya jenazah Almarhum akan dimakamkan di Pesantren Al-Hikam Depok, Jl. H Amat Kukusan, Beji, Kota Depok, Jawa Barat. “Jenazah Insya Allah akan diberangkatkan ke Pesantren Al-Hikam Depok dari Malang, hari ini Ba’da Dzuhur, dan akan di shalatkan di masjid Al-Hikam setibanya di Pesantren,” ungkap Putra Abah Hasyim

Selamat jalan Abah Hasyim…

Laporan Sinergy Aditya (Malang)

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here