Seluruh Elemen Cemorokandang Kota Malang Sepakat Tolak Toko Modern

0
436
Cemorokandang tolak toko modern

Nusantara.news, Kota Malang –  Warga  dan pedagang kecil tradisional Cemorokandang, Kota Malang sepakat menolak kehadiran toko modern atau minimarket di wilayah mereka.  Gerakan penolakan juga direspon positif RT, RW, Lurah, dan masayarakat sekitar. Penolakan tersebut dilatarbelakangi menjamurnya tokoh modern sampai ke desa-desa dan mematikan warung-warung tradisional milik warga setempat.

Warga prihatin kehadiran toko modern, selain karena mematikan warung-warung tradisional milik warga setempat, juga karena Aliansi Anti Toko Modern Ilegal (ATMI) menemukan banyak  toko modern yang beroperasi tanpa izin alias ilegal.

“Penolakan itu kita sepakati bersama untuk melindungi pedagang atau warung tradisional milik warga setempat. Kita ingin melindungi pedagang tradisonal sekaligus melindungi usaha masyarakat lokal,” kata Yudho Siswoyo, seorang tokoh masyarakat kepada NUSANTARA.NEWS  di Kota Malang, Minggu (5/2/2017)

Yudho menegaskan, pihaknya sudah berkonsolidasi dengan semua stakeholder meliputi warga, RT, tokoh masyarakat, lurah, trantib dan lainnya untuk bersama mendukung penolakan toko modern.  “Semua sepakat,” kata Yuhdo.

Atas kesepakatan itu, imbub Yudho, pihaknya kemudian menyurati Pemerintah Kota Malang untuk tanggap dan memberikan solusi yang terbaik. “Harapan kami pemerintah punya langkah untuk menyeleseikan masalah ini dan membela masyarakat Cemorokandang,” ujar yudho

Saat dikonfirmasi, Misdi, selaku Ketua RT 06 membenarkan pernyataan Yudho dan menyatakan mendukung penuh gerakan menolak toko modern untuk melindungi usaha ekonomi masyarakat setempat. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here