Masa Berlaku HGB Habis Sejak 2010

Sengketa Lahan Negara, 27 Rumah Warga Tulungrejo Terancam

0
146

Nusantara.news, Kota Batu – Tanah seluas 83,5 m2 di kawasan Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dipasangi police line oleh Satpol PP. Sontak beberapa warga yang tinggal di lingkungan tersebut resah. Di tanah tersebut terdapat bangunan semi permanen dan rumah-rumah warga sebanyak ±25 yang belum jadi terancam akan dibongkar.

Supanji, salah satu perwakilan warga mengungkapkan, secara tiba-tiba Satpol PP memberi peringatan bahwa bangunan yang berdiri daerah tersebut akan digusur. “Pihak Satpol PP mengatakan bahwa mereka memberi waktu 15 hari bagi warga untuk membongkar bangunan-bangunan ini. Jika tidak, Satpol PP akan membongkar sendiri. Waktu itu diperingatkan tanggal 13 Maret, berarti pembongkarannya hari ini,” kata Panji, menirukan penjelasan Satpol PP kepada warga

Sebelumnya warga merasa kebingungan atas status kepemilikan tanah tersebut alias belum jelas. Pasalnya, tanah tersebut sebelumnya merupakan milik PT Bukit Selecta Mas. Namun Hak Guna Bangunan (HGB) tersebut sudah habis 9 Juni 2010, sehingga tanah tersebut seharusnya kembali ke milik negara.

Supanji dan beberapa warga terdampak sebelumnya sempat mengajukan permohonan negosiasi dengan Badan Pertahanan Nasional (BPN) untuk membagikan tanah tersebut kepada warga, dan setiap kaveling dihargai Rp10 Juta.

Pihaknya megungkapkan, kini warga setempat diresahkan dengan peringatan Satpol PP. Kabarnya, Satpol PP mendapatkan perintah dari PT Bukit Selecta Mas. Soal ini jelas  meresahkan warga, karena ketidakjelasan kepemilikan tanah yang telah digunakan beberapa warga untuk mendirikan bangunan

Ia berharap agar ada kejelasan, terkait siapa dan rencana peruntukan lahan terbut.  Mereka berharap tanah tersebut dapat dibagikan ke warga, karena sebagian dari mereka belum memiliki rumah tetap, toh HGB dari pemilik lama sudah habis masa berlakunya.

“Kami minta kejelasannya. Ini tanah milik siapa? Milik Selecta atau negara? Namun, kalau status tanah ini belum jelas, ya kami bingung. Kami berharap agar diberi kesempatan memiliki tanah ini, bukan para cukong dan pemilik modal,” kata dia. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here