Seperti Pintu Putar, Pejabat Trump Berganti-ganti (1)

0
77
Ilustrasi

Nusantara.news, Washington – Gedung Putih tempat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkantor diibaratkan oleh wartawan BBC sebagai pintu putar (revolving door). Bagaimana tidak? Sejak Trump berkuasa pada 20 Januari 2017 pejabat seniornya berganti-ganti – keluar masuk dengan berbagai alasan.

Terakhir kali, pada Selasa Kliwon (6/3) ini, Penasehat Ekonomi Gedung Putih Gary Cohn sudah mengucapkan selamat tinggal kepada Trump. Tidak jelas benar apakah Cohn mengundurkan diri atau dipecat. Selain Cohn ada beberapa mantan pejabat lainnya yang sudah lebih dulu meninggalkan Gedung Putih. Siapa saja mereka?

Garry Cohn

Garry Cohn

Mantan Presiden Bank Goldman Sachs itu ditunjuk menjadi Kepala Dewan Ekonomi Nasional saat Trump menjadi Presiden. Kontribusi utamanya di pemerintahan Trump adalah mendorong terjadinya reformasi pajak sebagai kado natal untuk orang-orang kaya AS – termasuk Trump dan dirinya sendiri.

Di luar kongkalingkong reformasi pajak itu – sesungguhnya – Trump dan Cohn dipisahkan oleh kepentingan ideologi yang berbeda. Trump cenderung proteksionis sedangkan Cohn globalis. Maka – sebagaimana dikabarkan sejumlah media AS – Cohn bersumpah akan mengundurkan diri apa bila Presiden Trump bersikeras memberlakukan tarif impor baja dan alumunium.

Selain itu, media di AS sebenarnya sudah ramai mengabarkan, Cohn sudah berencana mengundurkan diri setelah Trump menyalahkan “kedua belah pihak” atas terjadinya insiden kekerasan yang mematikan dalam sebuah acara karnaval pendukung sayap kanan di Charlottesville, Virginia, pada Agustus 2017.

Hope Hicks

Hope Hicks

Direktur Komunikasi Gedung Putih ini sudah meninggalkan Gedung Putih sejak 28 Februari 2018. Dia menjabat Sekretaris Pers – kalau di Indonesia Menteri Komunikasi – karena dia memang menangani media relations di Tim Kampanye Donald Trump.

Dia menjadi Direktur Komunikasi Strategis yang keempat setelah Anthony Scaramucci yang baru 10 hari bekerja di Gedung Putoh dipecat. Namun sebelum masuk di lingkungan pemerintah, Hicks sebelumnya adalah juru bicara rumah mode milik Ivana Trump.

Pengunduran dirinya terjadi sehari setelah dia memberikan kesaksian ke panel Kongres yang menyelidiki pengaruh Rusia pada Pemilihan Presiden 2016. Kepada Kongres Hicks mengungkap dia melakukan “kebohongan putih” untuk melindungi atasannya.

Kepergiannya dari Gedung Putih terjadi hanya beberapa minggu setelah pembantu utama Presiden Trump lainnya – Rob Porter – atau atasan langsung dari Hicks – berhenti setelah dihebohkan oleh laporan dua mantan istrinya yang mengaku menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga.

Rob Porter

Rob Porter sedang menunjukan berkas kepada Trump

Sosok ini bisa dibilang “abdi dalem” Trump sejak enam tahun sebelum bosnya menjadi Presiden. Tidak salah apabila media AS menggambarkan sebagai tangan kanan Presiden. Tapi akhirnya dia dipaksa mengundurkan diri setelah dilaporkan oleh mantan istrinya dengan tuduhan melakukan KDRT.

Seorang mantan istrinya melaporkan ke pihak berwenang, Porter pernah menendangnya saat perjalanan bulan madu pada 2003. Bukan itu saja, Porter juga dilaporkan telah meninju wajah pasangannya itu saat berlibur beberapa tahun kemudian.

Akibat pelaporan itu Kepala Staf Presiden John Kelly mendapatkan tekanan yang berat untuk mencopot Porter dari jabatannya. Selain itu Porter tidak mendapatkan kepercayaan FBI untuk mendapatkan izin permanen di Gedung Putih. Selama ini Porter keluar masuk Gedung Putih hanya dengan menggunakan izin keamanan sementara.

Andrew McCabe

Andrew McCabe

Andrew McCabe mengundurkan diri sebagai wakil direktur FBI pada 29 Januari 2018. Sebelumnya dia manjadi Wakil dari Direktur GBI Christopher Wray dan mantan direktur FBI James Comey. CBS News melaporkan, McCabe dipaksa mengundurkan diri pensiun yang mestinya jatuh pada Maret ini. CBS News melaporkan, McCabe mengundurkan diri seminggu setelah Presiden Trump menginginkannya dipecat.

McCabe dipecat setelah Trump mencurigainya “bermain mata” dengan politisi Partai Demokrat sehingga membuatnya tidak berada dalam pihak Trump saat menghadapi penyelidikan skandal mata-mata Rusia yang sedang berlangsung.

Kebetulan istrinya seorang politisi Demokrat yang gagal dalam pencalonan Senat dari Virginia pada 2015 – di mana istri McCabe dituding menerima bantuan dana kampanye US$ 500 ribu dari kelompok politik yang bersekutu dengan pesaing Trump – Hillary Clinton.

Tom Price

Tom Price

Tom Price mengundurkan diri dari jabatan Menteri Kesehatan (Wealth Secretary) pada 29 September 2017. Mantan anggota kongres Georgia itu adalah penentang Affordable Care Act – yang dikenal sebagai Obamacare. Menteri ini dianggap Trump gagal menghapuskan Obama Care lewat rancangan Undang-Undang kesehatan yang baru.

Selain gagal dalam tugas, Price juga dikenal boros. Bayangkan saja, selama empat bulan menjabat Menteri – antara Mei hingga September 2017 – dia sudah menghabiskan anggaran US$ 1 juta hanya untuk penetbangan. Dari jumlah itu US$ 500 ribu adalah penerbangan militer yang disetujui Gedung Putih, dan biaya charter pesawat mencapai US$ 400 ribu. Padahal banyak penerbangan komersil yang lebih murah.

Steve Bannon

Kepala Strategi Gedung Putih ini bergabung dalam kampanye Trump setelah memimpin situs berita Breitbart News sayap kanan, yang menjadi terkenal melalui serangannya terhadap Republikan arus utama, dan juga yang berada di sebelah kiri.

Situs web itu membantu mengangkat apa yang disebut “Alt-right”, yang oleh para kritikus memberi label pada kelompok supremasi kulit putih. Seperti pembantu lainnya kepada Trump, dia menjadikan kekayaannya sebagai bankir investasi, namun kemudian beralih ke program film dan televisi seperti sitkom populer tahun 90-an Seinfeld.

Kabarnya Bannon dipecat karena desakan Jared Kushner – menantu Trump – yang risi dengan kelakuannya yang sering memobilisir kelompok supremasi kulit putih. Padahal kelompok ini yang memenangkan Trump di perkampungan kaum marginal.

Namun setelah terjadinya penembakan oleh pemuda 20 tahun simpatisan Nazi terhadap seorang pemrotes yang anti rasis di Charlottesville, Virginia, kelompok ini kembali dianggap sebagai sampah masyarakat.[] Bersambung/Sumber NYT, NBC dan BBC

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here