Serapan Anggaran Rendah pada Triwulan I, Pembangunan Belum Berdampak ke Masyarakat

0
139

Nusantara.news, Kota Malang – Rendahnya serapan anggaran belanja langsung Pemerintah Kota Malang, Triwulan I/2017, menjadi sorotan pihak DPRD. Pasalnya  pemerintah sebagai lembaga eksekutor pembangunan dinilai kurang  produktif. Anggaran belanja langsung Pemkot Malang baru terserap 6 persen.

Komisi B DPRD Kota Malang kemarin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) guna mengawasi perkembangan serapan anggaran belanja langsung Pemerintah Kota Malang.

Melihat fenomena seperti itu, Anggota Komisi B, Ya’qud Ananda Gudban, menyebut harusnya serapan bisa lebih tinggi pada Triwulan I/2017 ini. “Idealnya tiga bulan pertama  serapan belanja langsung sudah 20 persen, sementara yang terjadi sangat rendah, hanya 6 persen. Ini menyedihkan, karena bahkan tidak sampai 10 persen,” jelasnya saat ditemui wartawan di Gedung DPRD, Kamis (30/3/2017)

Nanda menambahkan, berdasar pada informasi BPKAD, sampai saat ini belum ada detil laporan dari beberapa SKPD. Sedangkan nominal terbanyak yang belum terserap terdapat pada SKPD pengguna anggaran terbesar, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Dinas Pendidikan.

“Hal ini menunjukkan bahwa kinerja Pemkot lamban. SKPD yang serapan anggarannya paling minim akan menjadi catatan kami, dan akan kami pantau terus perkembangannya,” tandas DPRD berparas cantik ini.

Menurut Nanda, rendahnya serapan ini ditengarai karena buruknya perencanaan. “Karena masih ada keterlambatan di SKPD selaku pengguna anggaran. Ini berarti perencanaan belum matang,” jelas Nanda

Lebih lanjut Nanda menyatakan, serapan anggaran yang tidak proporsional dan rendah output-nya akan memiliki dampak pada bantuan anggaran pemerintah pusat. Konsekuensinya, masyarakat juga ikut merasakan langsung dampaknya.

“Dengan serapan serendah itu dari angka idealnya, maka pembangunan yang dilakukan otomatis dapat dikatakan belum berdampak sepenuhnya ke masyarakat. Harusnya masyarakat bisa mendapatkan lebih banyak hasil pembangunan. Rendahnya serapan mengakibatkan masyarakat tidak merasakan secara maksimal hasil pembangunan,” tutupnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here