Seribu Relawan Banyuwangi Dikukuhkan, Ikrar Menangkan Khofifah-Emil

0
177

Nusantara.news, Banyuwangi – Majelis Silahturrahim Ulama dan Ummat Banyuwangi (MSUUB), mengkukuhkan seribu orang relawan serta memberikan pendidikan dan latihan selama dua hari, tugas mereka adalah mensukseskan kemenangan pasangan Khofifah-Emil Elistianto Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim di Pilkada yang digelar 27 Juni 2018.

Di acara yang mengangkat tema
“Diklat Merajut Kemenangan Menuju Jatim Satu di Pilgub Jatim 2018, untuk Pasangan Khofifah-Emil” yang digelar di Lokasi Wisata Alam Indah Lestari, Rogojampi, Banyuwangi selain dihadiri oleh Emil Elistianto Dardak, juga dihadiri Kiai Asep Saifuddin Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Kiai Suyuti Toha, Gus Ainul Yakin, Gus Aby Wibisono, Gus Wijaya Farid, KH Affiuddin Muhajir, serta Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Banyuwangi Michael Edy Haryanto, serta unsur Ansor setempat.

Dikesempatan itu, Kiai Asep menegaskan kepada relawan, untuk memenangkan pasangan Khofifah-Emil juga harus bekerja keras khususnya di daerahnya masing-masing mengusung dan mewujudkan kemenangan pasangan Khofifah-Emil.

Dalam sambutannya, selain banyak hal yang disampaikan untuk memberikan kepercayaan diri kepada relawan berjuang memenangkan Khofifah-Emil. Ketua Tim 9 itu juga berpesan agar masyarakat khususnya relawan untuk tidak mempercayai konsultan survei yang dengan berbagai teori yang dipaparkan bertujuan untuk menjatuhkan pihak lain.

“Itu jangan dipercayai, karena saya pernah mendengar kalau pasangan Khofifah-Emil disebutkan tertinggal 16 persen dari pasangan lain, jadi kita harus percaya diri, karena bisa saja itu adalah sengaja dibuat oleh para konsultan untuk menjatuhkan,” tegas Kiai Asep, disambut kalimat ‘Siap’ oleh peserta diklat serta undangan yang hadir, Sabtu (27/1/2018).

Jangan Percayai Survei yang Sengaja Menjatuhkan

Emil “Kita harus punya konsep pembangunan yang jelas, dibidang sarana prasarana, infrastruktur, di bidang ekonomi, bidang sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus terkonsep dengan jelas guna mewujudkan konsep Trisakti sesuai cita-cita Bungl” (Foto: Tudji)

Selain meminta relawan dan semua pendukung Khofifah-Emil untuk tidak percaya dengan munculnya penyebar fitnah, yang menurutnya ingin menjegal dan menjatuhkan langkah Khofifah-Emil di Pilgub Jatim. Pendukung dan masyarakat juga diminta untuk merapatkan barisan serta tidak perlu takut menyebut dengan terang-terangan sebagai pendukung pasangan Khofifah-Emil.

“Kita harus bergerak, untuk mensolidkan diri, melawan kedholiman, karena dengan menyebar fitnah itu sama dengan menghancurkan negara. Dengan memilih Khofifah-Emil berarti kita menyelamatkan bangsa dan negara ini, utamanya untuk Jawa Timur,” tegasnya.

Kemudian, Ketua MSUUB, Kiai H Suyuti Thoha juga mengajak jam’iyah yang hadir untuk tidak ragu-ragu mendeklarasikan diri sebagai pendukung Khofifah-Emil.

“Kita harus merapatkan barisan dan terus berusaha untuk kemenangan pasangan KIP-Emil,” ujar Kiai Suyuti, yang namanya menjadi salah satu kiai berpengaruh di Banyuwangi.

Ditambahkan, Banyuwangi sangat luas, dan kehadiran relawan sangat menentukan kemenangan. Kemenangan bukan hanya untuk segelintir orang, melainkan untuk seluruh masyarakat Jatim dan kemaslahatan umat sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan menjaga kedaulatan Indonesia.

Sebagai relawan pemenangan, lanjut Kiai Suyuti, pertama, harus berani mempertegas identitas diri, kepada siapapun berani mengatakan menjadi bagian untuk mewujudkan kemenangan Khofifah-Emil, di Pilgub Jatim.

“Jadi, harus tegas identas jangan abu-abu, dan kembangkan sayap di semua lapisan masyarakat juga dengan terang-terangan, tanpa takut. Kami semua (kiai)) ada dibelakang kalian,” pintanya.

Juga harus memperteguh komitmen dan tidak gampang terpengaruh apalagi berkhianat.

Ketiga, harus mengembangkan profesionalisme untuk mendekati masyarakat dan menarik dukungan untuk kemenangan pasangan Khofifah-Emil.

Kiai Suyuti juga mengaku kasihan dengan sebagian warga NU yang disesatkan untuk kepentingan pihak tertentu. Di kesempatan itu pihaknya juga memberikan doa agar terhindar dari ajakan bujuk rayu pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan. Serta, diajak diberikan resep berdoa untuk bisa menepis dan terhindar dari rayuan pihak-pihak lain yang menyesatkan.

“Terus terang saya merasa kasihan, banyak orang alim diombang-ambingkan oleh orang-orang tidak jelas, diajak berkhianat, ini yang harus kita pahami dan diwaspadai, ajak mereka kembali untuk mendukung yang benar,” tambahnya.

Kemudian, sesuai isyarah yang dia lakukan dalam setiap doa-doanya, ditegaskan biar dibolak-balik seperti apapun
pasangan Khofifah-Emil adalah yang cocok memegang dan meneruskan estafet kepemimpinan Pakde Karwo, menuju Provinsi Jawa Timur lebih baik, sesuai yang telah dilakukan Pakde Karwo.

Demokrat Banyuwangi: Lawan, pihak-pihak yang menghalangi

Michael Edy “Kami akan melawan terhadap pihak-pihak yang ingin menggagalkan kemenangan Khofifah-Emil” (Foto: Tudji)

Tak kalah bersemangatnya dengan pemberi sambutan sebelumnya, Ketua DPC Demokrat Banyuwangi Michael Edy, mewakili partai pendukung, mengajak semua warga dan yang tergabung di tim pemenangan Khofifah-Emil, untuk menyadari bahwa tongkat estafet kepemimpinan memang layak untuk Khofifah-Emil. Itu terbukti Soekarwo, Ketua DPD PD Jatim, termasuk Ketua Umum DPP PD Susilo Bambang Yudhoyono memberikan dukungan kepada Khofifah-Emil.

“Lalu, apa yang kita ragukan, Pakde Karwo mempercayakan tongkat estafet (kepemimpinan di Jatim) untuk Ibu Khofifah. Dan, langkah ini didukung oleh Bapak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), kita akan total memenangkan pasangan Khofifah-Emil, kalian siap?,” teriak Michael Edy berapi, yang serentak dijawab ungkapan sapa “siap” oleh pendukungnya.

Edy mengungkapkan, pihaknya akan tegas melawan kepada pihak-pihak yang mencoba menghalangi atau yang dengan licik sengaja merintangi.

“Saya akan melawan siapa pun yang menghalangi kemenangan pasangan Khofifah-Emil. Bapak ibu yang sudah terpilih ini agar menjadi relawan yang handal. Silakan sampaikan ke masyarakat pasangan Khofifah-Emil yang layak menjadi Gubernur dan Wakil Guberbur Jatim, meneruskan semangat dan cita-cita Pakde  Karwo,” tegas Michael Edy.

Pengusaha yang juga penghobi motor gede Harlay Davidson itu kemudian menceritakan pengalamannya serta membuktikan sosok Khofifah adalah perempuan Jatim yang teruji, berkemampuan dan layak memimpin Jatim.

“Saya tahu sendiri itu, sekarang lihat wajah Ibu Khofifah, wajah Mas Emil, sama sekali tidak ada tampang mau menipu rakyat, karena memang berjuang untuk rakyat. Saya tersentak dengan berbagai pesan yang kerap disampaikan Ibu Khofifah dan itu memang sesuai dengan misi partai kita, Demokrat,” ucapnya, dan kembali disambut tepuk tangan peserta diklat dan kader yang hadir.

Lelaki yang juga pemilik lokasi wisata itu menambahkan perbaikan kesejahteraan masyarakat Jatim mutlak harus dilakukan, karena itu untuk modal menjadikan seluruh wilayah Provinsi Jatim menjadi lebih baik.

“Bagaimana kita bisa membangun, kalau rumah kita saja bocor semua, anak cucu kita masih tidak bisa makan. Untuk
menuju itu, hari ini sampai besok saya siap menggelar diklat untuk Tim Pemenangan Khofifah-Emil, guna mewujudkan Jatim yang lebih baik,” pungkasnya.

Mantap, Ini Konsep Emil Majukan Jatim

Sambutan terakhir di acara itu diberikan oleh Emil Elistianto, dengan cerdas dan gamblang Emil mempaparkan semua ide cerdasnya menjadi sebuah konsep pembangunan untuk menuju Jatim lebih baik.

Emil diantaranya menyebut, Jatim yang memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar bukan sebagai ketergantungan semata tanpa mendatangkan manfaat. Dengan semua bekal itu Jatim harus bisa menjadi provinsi berdikari, sebagai perwujudan penjabaran program Trisaksi, sesuai yang dicita-citakan oleh Bapak Proklamator, Soekarno.

Ditegaskan, untuk menjadikan Provinsi Jatim lebih baik, selain akan fokus membangun pelabuhan,  juga akan fokus menyelesaikan pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) serta mempercepat pembangunan bandara di bagian barat daya Jawa Timur.

“Perwajahan Jawa Timur tidak hanya kuat di bagian Utara, di pesisir Selatan juga memiliki banyak potensi yang bisa dan harus kita kembangkan, dengan membangun pelabuhan. Bagaimana mau berdikari kalau Jatim belum punya pelabuhan, jalan dan di bagian Barat daya Jatim ada 10 juta masyarakat yang tidak punya bandara. Itulah tantangan pembangunan yang harus diwujudkan,” katanya.

Dijelaskan Emil, dengan pemerataan pembangunan itu,  maka kesenjangan penduduk yang saat ini masih terjadi antara pesisir selatan dan utara bisa teratasi, dan itu menjadi tugas pemimpin kedepan.

“Jadi, maju Pilgub jangan coba-coba, kita harus punya konsep pembangunan yang jelas, dibidang sarana prasarana infrastruktur, di bidang ekonomi, bidang sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus terkonsep dengan jelas. Jadi, untuk mewujudkan itu semua elemen harus bersatu, Jatim harus kuat, yang ditopang dengan pemerataan pembangunannya. Ibaratnya kalau lidih diikat akan semakin kuat, kalau dipisahkan gampang terpatahkan,” pungkasnya.[]

 

 

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here