Setahun Kepemimpinan Faida, Warga Demo Sampaikan Hasil Evaluasi

0
130

Nusantara.news, Jember – Ratusan warga yang tergabung dalam aliansi Indonesia Utuh melakukan demonstrasi di depan gedung Pemkab Jember Kamis (2/2/2017). Para demonstran menyuarakan berbagai tuntutan terkait dengan evaluasi kepemimpinan Bupati Faida selama setahun terakhir.

Di komando oleh korlap Sudarsono dan Kustiono Musri, mereka meluapkan kekecewaan atas tidak maksimalnya kepemimpinan bupati.  Demonstran mengungkapkan sejumlah kekecewaan. Antara lain hiruk pikuk politik terkait tidak harmonisnya hubungan bupati dengan DPRD Jember, masalah APBD Jember tahun 2017, hingga tuntutan pencairan dana insentif guru ngaji dari 27 ribu guru ngaji hanya 6 ribu guru yang mendapatkan. Demonstran menyuarakan kekecewaan terkait 22 program bupati juga belum terlaksana hingga satu tahun memimpin Jember.

“22 program yang dicanangkan belum terelalisasi,” kata Korlap Aksi Kustiono. Kustino juga menyebut bahwa banyak sekali peraturan yang dilanggar, salah satunya tentang verifikasi guru ngaji yang meciut dari total 27 ribu menjadi hanya 6 ribu.

Setelah aksi demonstrasi membubarkan diri, Wakil Bupati Muqit Arief menemui perwakilan demonstran untuk berdialog.

Muqit Arief mengatakan, masukan dari kawan-kawan diperlukan untuk mengontrol lembaga pemerintah. Sedangkan dalam konteks hubungan eksekutif-legislatif, Muqit Arief berjanji, akan terus memperrbaiki hubunan demi masyarakat Jember. “Eksekutif dan legislatif bukan dua lembaga terpisah, keduanya terjalin dalam hubungan pembagian wewenang,” kata Muqit Arief.

Ditambahkan, dalam proses berjalanya tata pemerintahan dibutuhkan peran civil society sebagai badan penyeimbang. “Sebab, jika tidak ada kontrol maka roda pemerintahan akan berjalan sendiri tanpa rambu-rambu pembatas.  Dalam kasus Jember,  eksekutif harus diingatkan dan dikontrol untuk menyehatkan jalanya pemerintahan,” tutup Muqit Arief. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here