Setelah Edy Rumpoko, Aktivis Anti-Korupsi Sorot Rentetan Korupsi Lain

1
104
DPRD Kota Batu (Sumber: Humas DPRD Kota Batu)

Nusantara.news, Kota Batu – Isu korupsi kian berkembang pasca terjadinya operasi tangkap tangan (OTT) Walikota Batu Edy Rumpoko oleh Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu. Terkait hal itu sejumlah aktivis anti korupsi yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) mendatangi gedung DPRD Kota Batu, Senin (2/10/2017) lalu.

Koordinator GNPK Malang Raya, Alex Yudawan mencurigai ada renteten korupsi lain dari tertangkapnya Walikota Batu Edy Rumpoko . “Terbukti terungkapnya satu-persatu kasus korupsi di lingkup Pemkot Batu. Mulai dari OTT oleh Tim Saber Pungli, Walikota Edy Rumpikok kena OTT KPK, dan kemudian beberapa pejabat yang tertangkap polisi” ungkapnya kepada wartawan Rabu, (5/10/2017).

Sebelumnya, Polda Jatim melalu Tim Saber Pungli secara resmi menetapkan salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota  Batu, Nugroho Widyanto alias Yeyen sebagai tersangka atas kasus pungutan liar (pungli) kepada rekanan penyedia jasa, PT. Gunadharma Anugerahjaya (PT. GA).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera. Mengatakan bahwa NW alias Yeyen telah secara resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tindak pidana korupsi.

“Yeyen disangkakan menerima uang secara berulang dari penyedia jasa proyek, dalam hal ini PT. GA. Penerimaan uang tersebut di luar ketentuan dan kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya,” jelasnya.

Kasus ini menjerat dua pegawai yakni Fafan Firmansyah (Kasi Bidang Perumahan) dan M. Hafid (Kasi Cipta Karya). “Statusnya hingga kini ditetapkan sebagai saksi sementara,” imbuhnya.

Nugroho Widyanto alias Yeyen merupakan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan. Ia dinyatakan menerima dana pungutan liar (pungli) sebesar puluhan juta.

Dalam hal ini, Yeyen adalah selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek pembangunan GOR Gajahmada senilai Rp28,76 miliar dan pembangunan Guest House Mahasiswa Batu di Kota Malang senilai Rp3,19 miliar di tahun 2016.

Rentetan korupsi di Kota Batu benar-benar nyata, dan terkuat satu persatu. Baik yang terkuak oleh KPK , maupun oleh Tim Saber Pungli.

Alex merasa khawatir soal peruntukan PAK(Perubahan Anggaran Keuangan) 2017 yang bertambah 5 persen sebesar Rp43 miliar, yang mana anggota dewan juga ikut andil dalam pengesahan PAK tersebut.

“Yang kami takutkan dengan anggaran sebesar itu apa bisa terserap dengan baik. Kalau memang tidak memungkinkan untuk diserap dengan baik, sebaiknya dijadikan silpa (sisa lebih perhitungan anggaran) saja. Daripada jadi bancakan korupsi berjamaah. Pasalnya mulai marak dan terkuak praktik korupsi,” tandas Koordinator GNPK Alex Yudawan.

Terungkapnya kasus korupsi, pungli, suap dan lainnya secara beruntun tersebut, mengdikasikan fungsi pengawasan anggota DPRD sebagai perwakilan rakyat, sangat lemah.

“Apa memang disengaja karena mereka yakni anggota DPRD Kota Batu sebagiannya ikut melakukan hal yang sama atau kebagian dana korupsi,” kata Alex Yudawan mempertanyakan

Ketika mendatangi  DPRD Senin (2/10/2017) lalu, ativis GNPK diterima Wakil Ketua DPRD Kota Batu Hari Danah, anggota Komisi B Suwandi dan Fahmi Alkatiri.

Anggota Komisi B DPRD Kota Batu, Fahmi Alkatiri mengatakan, memang ada kelemahan fungsi legislatif sebagai kontrol atau pengawas Pemerintah Kota Batu. Untuk selanjutnya, agar tidak terjadi hal serupa, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan.

“Ke depan akan kami tingkatkan, terutama periode pemimpin baru untuk Kota Batu,” ujar politisi Partai NasDem Kota Batu tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kota Batu Hari Danah Wahyono juga tidak menampik bahwa DPRD Kota Batu lemah menjalankan fungsi pengawasan pada Pemerintah Kota Batu.

“Itu yang nanti akan menjadi koreksi, karena memang anggota dewan jumlahnya terbatas. Kami tidak mungkin sampai sangat dalam dan detail mengawasi setiap OPD. namun pengawasan akan ditingkatkan melalui komisi yang telah dibentuk,” jelas Hari. []

 

1 KOMENTAR

  1. You can certainly see your enthusiasm within the work you write.
    The sector hopes for even more passionate writers
    such as you who aren’t afraid to mention how they believe.
    At all times go after your heart.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here