Setelah Gresik, Kini Jeglongan Sewu Ada di Nganjuk

0
255

Nusantara.news, Nganjuk – Klaim Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII bahwa jalan nasional 99,08% mulus tidak ada lubang hoax belaka. Gubernur Jawa Timur Soekarwo pun pernah membantah klaim sepihak tersebut, pasalnya, sampai saat ini banyak lubang berukuran besar dan kecil ditemui di beberapa daerah di Jatim.

Setelah Desa Betoyo, Manyar Gresik yang mendapat julukan Jeglongan Sewu (Banyak Lubang), kini hal serupa terjadi di desa Milir, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Kondisi jalan yang rusak parah dan berlubang membuat warga kesal, maklum tak hanya merugikan para pengguna jalan yang harusnya mendapat rasa keamanan dalam berkendara, namun juga merusak motor dan mobil yang melintas di kawasan tersebut.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar HM Suryo Alam membenarkan adanya aduan masyaralat terkait jalan yang menghububgkan antar kota ini rusak parah. Bahkan, warga mendesak pihak-pihak tekat untuk mencari jalan keluar yang terbaik dalam mengatasi jalan rusak di Kabupaten Nganjuk.

“Segera saya komunikasikan. Saya pastikan, jalannya akan segera diperbaiki. Agar Kabupaten Nganjuk tidak lagi mendapat julukan wisata jeglongan sewu,” ujar anggota dewan dari daerah pemilihan Jatim VIII (Kab/Kota Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kab/Kota Madiun) ini.

Senada, Sekretaris atau Carik Desa Mlilir ikut membenarkan hal tersebut dan meminta Suryo Alam untuk memberikan solusinya. Mungkin dengan cara membantu melakukan komunikasi kepada pemerintah biar segera diperbaiki. “Kondisinya sudah parah, dan banyak lubang besar yang bisa membahayakan pengguna jalan,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Soekarwo berharap kepada BBPJN VIII untuk menginvestigasi kembali kondisi jalan nasional yang rusak, dan segera melakukan perbaikan jalan sehingga tak menggangu pengguna jalan yang melintasi di kawasan tersebut.

Saking geramnya, Soekarwo  sempat berkirim surat kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono beserta foto kondisi terkini jalan nasional yang berlubang, untuk membuktikan bahwa apa yang diomongkan Kepala BBPJN VIII tersebut salah.

Pemerintah Provinsi lewat Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim melakukan pengecekan jalan nasional kondisi terkini. Ternyata hampir hampir di semua wilayah Pelaksana Jalan Nasional (PJN) masih ditemukan jalan nasional yang rusak dan penuh lubang.

“Prinsipnya, yang diklaim oleh Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII I Ketut Darmawahana tidak realistis dengan kondisi saat ini. Sebab jika perbaikan atau sapu lubang sudah mencapai 99,08%,  jalan nasional di Jatim pasti sudah bagus. Tapi buktinya di lapangan banyak yang berlubang,” tegasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here