Setelah PKS Kini Nasdem, Abah Anton di Atas Angin

0
129
Penyerahan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem Effendy Choire pada Wali Kota Malang Moch Anton di Jakarta. (Sumber: JatimTIMES)

Nusantara.news, Kota Malang – Dukungan kepada Walikota Malang M Anton alias Abah Anton semakin menguat setelah sejumlah partai merapat kepadanya. Setelah mendapat dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kini giliran Partai Nasdem.

Dukungan itu berupa rekomendasi DPP Partai Nasdem yang tertera di dalam surat dari DPP Partai Nasdem yang bernomor 230/SI/DPP Nasdem/XII/2017 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Bappilu Nasdem Efendie Choirie.

Bahkan, dalam surat rekomendasi itu DPP Nasdem juga merekomendasikan calon pendampingnya, yaitu Samsul Machmud. Sosok Samsul Machmud kini menjabat Sekretaris Real Estate Indonesia (REI) Kota Malang. Dengan demikian calon pendamping Abah Anton membuat dinamika politik di pusaran “Poros Petahana” semakin menarik.

Surat Rekomendasi DPP Partai Nasdem

Dalam surat rekomendasi itu juga disampaikan agar DPD Partai Nasdem Kota Malang beserta calon yang direkomendasikan agar memenuhi persyaratan calon ke KPUD Kota Malang dan melaporkan hasilnya ke DPP 14 hari sebelum masa pencalonan berlangsung.

Ketua DPD Partai Nasdem Kota Malang, M Fadli menjelaskan selama ini Abah Anton sudah menjalani mekanisme partai yakni dengan mendaftarkan diri. Selain itu, Abah Anton juga mengajak Samsul Machmud untuk mendaftarkan diri sebagai Bacalon wakil walikota dari partai tersebut.

“Setelah melalu mekanisme yang tengah diatur kemudian ada komunikasi lanjutan dengan partai dan hasilnya turunnya rekom ini kepada Abah Anton, dan Samsul Machmud,” jelas Fadli.

Ia menambahkan bahwa keluarnya surat tersebut hanya bersifat rekomendasi dan belum ada SK resmi. Jika posisi Bacalon wakil walikota nantinya masih bisa berubah sesuai dengan konstelasi politik dan peluang yang berkembang.

“Bacalon N2 masih bisa berubah sewaktu-waktu, Dari pihak kami mengusung figur politik tanpa mahar dan tanpa syarat,” tandasnya.

Bertambahnya kekuatan politik Sang Petahana setelah Rekomendasi dari Partai Nasdem, membuat Sang Petahana semakin percaya diri dalam menghimpun koalisi poros petahana  meliputi PKB-PKS-Nasdem yang berjumlah 10 kursi di DPRD Kota Malang. Artinya, sudah memenuhi syarat pencalonan yang minimal dibutuhkan 9 kursi.

Dinamika Ulama dan Pendamping Petahana

Keluarnya surat rekomendasi DPP Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang menyebut nama Samsul Machmud sebagai kandidat Bakal Calon Wali Kota Malang, pendamping Sang Petahana M Anton mengagetkan kalangan termasuk para kiai di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

Berdasar narasumber dari kalangan PC NU Kota Malang yang enggan disebut identitasnya, sosok Samsul Mahmud tidak masuk dalam daftar tokoh yang mendapat ‘restu’ dari kiai untuk menjadi pendamping Abah Anton di Pilkada mendatang.

Dalam penjelasannya para kiai telah melakukan musyawarah bersama untuk memberikan saran akan nama pendamping petahana untuk maju di Pilkada Malang 2018. Salah satu pertimbangan kiai dalam merekomendasi sosok pendamping Abah Anton.

“Saya belum bisa sebutkan namannya, itu rahasia dapur. Pastinya akan di musyawarahkan kembali dan pastinya sosok yang muncul nantinya adalah sosok yang membawa marwah Nahdlatul Ulama (NU) tetap eksis dan dapat mengaplikasikan nilai serta ajarannya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, bahwa para kiai kaget dan terheran-heran dengan keputusan Abah Anton yang memilih bakal calon pendamping tidak berdasarkan rekomendasi dari para kiai di lingkuntan Nahdliyin. “Beberapa orang terheran-heran dan ada beberapa yang kecewa dengan sikap politik Abah Anton belum dibicarakan terlebih dahulu,” ujarnya.

Alangkah eloknya apabila beberapa rekomendasi bisa diduskisan dan dimusyawarahkan bersama kiai dan ulaman NU. Agar siapapun pendampngnya atas restu da sepengetahuan ulama. “Siapapun orangya harus tetap memiliki komitmen untuk berjuang dengan nilai-nilai NU,” imbuh Dia.

Sementara itu, Ketua LPP DPC PKB Kota Malang, Arif Wahyudi, mengatakan jika ‘restu’ kiai sangat berpengaruh terhadap rekomendasi yang dikeluarkan oleh partai.

“Kyai NU tidak merekomendasikan, namun sifatnya memberi saran arahan dan meyakinakan atas amanah yang akan diemban kedepan. Kalaupun nantinya DPP PKB memberi rekom itu pasti atas persetujuan kiai dan ulama NU,” pungkasnya.

Ia menegaskan jika rekomendasi Partai Nasdem soal nama Samsul Mahmud belum tentu linier dengan rekomendasi dari PKB. “Belum tentu linier, toh Pak Samsul juga belum daftar ke PKB untuk jadi Bacalon N2 Abah Anton,” tukas Mantan Anggota DPRD Kota Malang tersebut.

Ketua DPD Partai Nasdem Kota Malang, M. Fadli menjelaskan jika surat yang turun merupakan rekomendasi bukan surat keputusan (SK) yang bisa dijadikan alat untuk mendaftarkan pasangan calon ke KPU.

“Masih bisa berubah tergantung konstelasi dan dinamika politik yang berkembang. Soal wakil bisa di musyawarakan bagaimana baikknya,” kata Fadli. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here