Siapa pun Wakilnya, Cagubnya Tetap Gus Ipul

0
48
Ketua Umum DPW PKS Jatim Arif "Komitmen bersama ini kami sampaikan kepada DPP PKS untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) partai" (Foto: Tudji)

Nusantara.news, Surabaya – Apa pun makanannya, minumnya teh botol Sosro. Siapa pun wakilnya, Cagub Jatimnya tetap Gus Ipul (Saifullah Yusuf), kalimat itulah yang dilontarkan sejumlah rekan media di sela acara pernyataan kembali dukungan kesetiaan yang dilontarkan oleh Fahrur Rozi yang mengklaim sebagai Ketua Forum Kiai Kampung Jatim.

Fahrur, di depan wartawan mengatakan siapa pun sosoknya nanti yang akan dipasangkan, cagubnya harus Gus Ipul. Alasannya, Gus Ipul dinilai telah memiliki pengalaman memimpin selama dua periode mendampingi Gubernur Soekarwo sebagai wakil gubernur.

“Siapa pun nanti yang akan dipasangkan, Gus Ipul tetap sebagai Bacagub Jatim. Karena sudah berpengalaman memimpin mendampingi Pakde Karwo (Gubernur Jatim Soekarwo),” ujar Fahrur Rozi, tanpa mengurai pengalaman yang dimaksudkan, di acara silahturrahim di Rumah Makan (RM) Nusantara Surabaya, Selasa (9/1/2018).

Baca Juga: Gus Ipul, Pasrah Menanti Pengganti Anas

Fahrur Rozi “Siapa pun nanti yang akan dipasangkan, Gus Ipul tetap sebagai Bacagub Jatim. Karena sudah berpengalaman mendampingi Pakde Karwo (Gubernur Jatim Soekarwo)”

Dirinya menambahkan, semuanya tergantung dari DPP partai politik yang mengusungnya. Dan, pihaknya (Forum Kiai Kampung) tetap akan istiqomah mendukung Gus Ipul sebagai kandidat cagub Jatim, di Pilkada Jatim yang digelar 27 Juni 2018.

Di kesempatan itu, Fahrur yang datang dengan sekitar 15 orang juga memekikkan kalimat Allahu Akbar dengan mengepalkan tangan ke atas sebagai bukti dukungan kesetiaan kepada Gus Ipul. “Hidup Gus Ipul, Allahu Akbar,” teriak mereka serentak bersamaan.

PKS Jatim Usul ke DPP untuk Usung Gus Ipul

Sementara, di hari yang sama Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim secara resmi menyepakati komitmen bersama Saifullah Yusuf untuk membangun Provinsi Jatim lebih sejahtera. Dengan kesepakatan komitmen tersebut, DPW PKS Jatim mengusulkan kepada DPP PKS untuk menyepakati mengusung Gus Ipul maju di pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2018.

Ketua Umum DPW PKS Jatim Arif “PKS dan Gus Ipul sepakat mewujudkan Jatim berkeadilan, sejahtera, berdaya saing dan berakhlak. Juga berkomitmen pembinaan keluarga sejahtera, berkualitas dan berdaya” (Foto: Tudji)

Ketua Umum DPW PKS Jatim menyampaikan bahwa dukungan PKS kepada Gus Ipul sebagai calon gubernur adalah dukungan kepada kandidat. Pilihan PKS kepada Gus Ipul diputuskan setelah melalui proses yang panjang sejak Desember 2016. Jauh sebelum Gus Ipul berproses dengan partai lain. Saat itu Gus Ipul bersilahturrahmi ke kantor DPW PKS Jatim dan meminta dukungan dalam Pilgub Jatim 2018.

“Saya meminta dukungan PKS ini atas arahan kiai. Sebagai sesama Aswaja (Ahlussunnah Wal Jamaah) yang mencintai NKRI seperti yang selama ini saya yakini dan perjuangan,” ujar Gus Ipul kala datang ke DPW PKS Jatim.

Kemudian, kala itu Arif menyampaikan bahwa PKS pun mendapat arahan dari para kiai untuk mengusung Gus Ipul.

“Selanjutnya dukungan kepada Gus Ipul terus dimatangkan dalam berbagai pertemuan antara Gus Ipul dan PKS. Berbagai pertemuan itu kemudian disepakati beberapa hal antara lain penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan transparan, dan peningkatan capaian indikator kinerja utama pemerintahan,” urai Arif.

Misalnya, dalam bidang ekonomi agar Gus Ipul nantinya harus bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat Jatim. Meningkatkan kemandirian ekonomi dengan mengerahkan segala potensi ekonomi Jatim yang sangat besar. Termasuk harus bisa meningkatkan pengelolaan aset-aset daerah dan BUMD yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jatim.

Baca Juga: Beredar Rekaman ‘Mahar Politik’ Partai Gerindra

Di sektor kesejahteraan rakyat, PKS bersama Gus Ipul sepakat mewujudkan Jatim yang berkeadilan, sejahtera, berdaya saing dan berakhlak. Juga berkomitmen pada pembinaan keluarga sejahtera, berkualitas dan berdaya.

“Kita ingin masalah pembinaan akhlak, moral mental spiritual, sosial budaya masyarakat, lebih diperhatikan dan dilaksanakan dengan baik,” pinta Arif.

PKS dan Gus Ipul juga sepakat untuk meningkatkan pelayanan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan UMKM. “Untuk itu perlu dukungan produk hukum daerah yang berorientasi kepada kesejahteraan dan perlindungan masyarakat,” tarang Arif.

Terkait itu, kemudian ditindaklanjuti dengan berbagai pertemuan antara Gus Ipul dan PKS. Kemudian menjadikan PKS Jatim mengusulkan untuk mengusung Gus Ipul di Pilgub Jatim 2018. “Komitmen bersama ini kami sampaikan kepada DPP PKS untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) partai,” tutup Arif.

Risma Tidak akan Maju di Pilgub Jatim

Risma “Sering saya katakan, saya masih ingin di Surabaya, tidak ingin meninggalkan rakyat Surabaya. Saya harus menyelesaikan pekerjaan di Surabaya”

Sebelumnya, Tri Rismaharini yang juga menjabat Walikota Surabaya menegaskan kalau dirinya tidak akan maju di Pilgub Jatim 2018. Risma mengaku tidak akan meninggalkan rakyat Surabaya, untuk ‘lari’ kemudian maju sebagai calon di Pilgub Jatim 2018.

“Sudah sering saya katakan, saya masih ingin di Surabaya, saya tidak ingin meninggalkan rakyat saya (warga Surabaya). Saya harus menyelesaikan beberapa pekerjaan di Kota Surabaya,” tegas Risma disela berkunjung ke Museum Nahdlatul Ulama (NU), Senin (8/1/2018).

Arek Jatim Kecam Pernyatan Hasto

Masih terkait sejumlah pihak yang berharap Tri Risma maju di bursa pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, beredar penegasan penolakan agar Tri Risma tidak maju di Pilgub Jatim, oleh dari ‘Arek Jatim’ yang menyebut, Pilgub Jatim 2018 harus menjadi momentum rakyat Jatim untuk memilih pemimpin yang amanah yang mampu membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Jatim. Untuk mencapai itu harus dimulai dari tradisi berdemokrasi yang baik, santun dan beradab.

Demokrasi yang baik dan beradab harus dibangun dengan cara-cara yang baik, menjaga situasi yang kondusif, tidak gaduh, tidak saling serang namun mengedepankan visi dan misi, adu program, kampanye yang positif dan edukatif. Berikut isi permintaan Arek Jatim, yang beredar.

Baca Juga: Habis Ayu Azhari, Terbitlah Paha Mulus

Kami dari Aliansi Relawan Khofifah Emil Jatim (AREK JATIM) tidak menginginkan peristiwa demokrasi yang tidak baik di beberapa daerah yang penuh konflik pindah di Jatim. Kami berharap Jatim menjadi barometer nasional dalam penyelenggaraan pesta demokrasi yang baik dan beradab. Oleh karenanya keadaban, kesantunan, politik yang mengedukasi sangat kami junjung tinggi.

Kami sangat mengutuk cara-cara culas yang menodai proses demokrasi misalnya fitnah, kampanye hitam, menyerang pihak lain, politik uang dan cara-cara yang melanggar undang-undang dan etika politik.

Kami dari AREK JATIM sangat menyayangkan Pernyataan Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto yang mengambinghitamkan ‘pihak sana’ terkait drama foto hot mirip bakal Cawagub Jatim, Abdullah Azwar Anas.

Pernyataan Hasto Kristiyanto sungguh sangat merusak tradisi politik di Jatim. Jatim yang memiliki kultur yang kuat selalu mengedepankan tabayyun dan supremasi hukum, jika terjadi permasalahan bukan main tuduh dan tuding tanpa dasar sehingga memperkeruh suasana Jatim yang sangat kita cintai.

Kemudian, AREK JATIM juga bersikap tegas:

1. Meminta Polisi dan Bawaslu untuk mengusut tuntas pelaku penyebar foto porno Anas karena terindikasi kampanye hitam, unjung tinggi supremasi hukum agar terjawab kebenaran dan keadilan terkait foto tersebut.
2. Mengutuk keras cara-cara culas dalam proses berdemokrasi.
3. Hasto Kristiyanto harus mencabut statementnya yang menuding “pihak sana” karena akan memicu reaksi banyak pihak yakni partai yang tidak berkoalisi dengan PDIP dan PKB diantaranya *PAN, GERINDRA, PKS, PPP, DEMOKRAT, NASDEM, dan HANURA serta masyarakat Jawa Timur.*
4. Statemen Hasto Kristiyanto akan memicu adu domba para Kyai dan warga NU, mengingat sampai detik ini yang ikut berkontestasi semuanya adalah kader terbaik NU.
5. Hasto Kristiyanto kami harap lebih belajar berhati-hati dalam bersikap dan berbicara. Hasto Kristiyanto harus banyak belajar sosio politik Jawa Timur sehingga tidak membuat statemen yang dapat memecah belah warga Jawa Timur.
6. Statemen Hasto Kristiyanto akan berpotensi membenturkan para Kyai-Kyai di Jawa Timur, karena pasangan Syaifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas didukung oleh para kyai. Begitupulah pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak yang didukung oleh para kyai terlebih keluarga pendiri NU.
7. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif menjaga pesta demokrasi di Jawa Timur agar terwujud situasi dan kondisi yang kondusif.

Demikian pernyataan sikap kami. Mari kita junjung demokrasi di Jawa Timur dengan mengedepankan kesantunan dan keadaban. Junjung tinggi politik yang mengedukasi bukan politik serangan yang basi.

Kami ingin Jawa Timur baik, baik, dan sangat baik

Blitar, 5 Januari 2018
Hormat Kami
Robin Rohmana
AREK JATIM
(Aliansi Relawan Khofifah-Emil Jawa Timur).

Hingga Hari Kedua, Belum Ada Pendaftar

Di KPU Jatim, kesiapan petugas kepolisian mulai tampak” (Foto: Tudji)

Sementara, kesiapan petugas kepolisian mulai tampak di KPU Jatim, meski memasuki waktu pendaftaran sesuai jadwal dilaksanakan mulai 8 hingga 10 Januari 2018, hingga petang kemarin belum tampak ada kandidat bakal calon yang mendaftar.

Diperoleh kabar, siang kemarin ada perwakilan pasangan bakal calon Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, yakni bernama Roziqi datang ke KPU Jatim, untuk memastikan kalau pasangan Khofifah-Emil akan mendaftar Rabu siang 10 Januari 2018.

“Iya tadi ada yang datang, memastikan kalau pasangan Khofifah-Emil datang mendaftar, besok (Rabu),” terang petugas di KPU Jatim.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here