Sidoarjo Diterjang Puting Beliung, Rumah dan Masjid Rusak Berat

0
109
Rumah dan Masjid Porak Poranda Diterjang Puting Beliung (Foto: BPBD)

Nusantara.news, Surabaya – Curah hujan diikuti angin kencang yang belakangan mengguyur Jawa Timur menyisahkan kesedihan bagi sejumlah warga, khususnya di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang terus melakukan pendataan dampak puting beliung yang menerjang pemukiman warga di Dusun Tambakrejo, Desa Tambak Sumur dan Desa Tambak Sawah, Kecamatan Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang terjadi sekitar pukul 15:30 WIB kemarin, terinci sementara terdapat 754 unit rumah mengalami kerusakan, Rabu (22/11/2017).

Sebanyak 606 unit rumah rusak, yaitu menimpa rumah warga di Desa Tambak Sumur, sebanyak 128 unit rusak. Kemudian di Desa Tambak Rejo ada 576 unit rumah dan di Desa Tambak Sawah sebanyak 50 unit rumah. Selain itu ada 7 bangunan fasilitas umum juga rusak berat. Sebanyak 36 orang luka ringan dan telah kembali ke rumahnya.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB (Foto: Dok Pribadi)

Peristiwa itu terjadi pada Rabu malam, akibat puting beliung yang mengamuk itu sedikitnya 100 jiwa mengungsi ke sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum. Namun pada siang hari sebagian kembali ke rumahnya untuk membersihkan reruntuhan puing di rumahnya masing-masing.

“Sebagian besar kerusakan berupa atap rumah yang roboh. Ada juga rumah yang kondisinya rusak berat,” urai Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB kepada Nusantara.news, Kamis (23/11/2017), malam.

Disebutkan, untuk membantu warga yang tertimpa musibah itu, sekitar 350 personil dari BPBD Sidoarjo, BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, Satpol PP, Linmas dan relawan diturunkan. Termasuk guna membantu masyarakat yang menderita akibat puting beliung.

“Atap rumah yang rusak untuk sementara ditutup terpal. BPBD Jawa Timur telah mendistribusikan 500 lembar terpal, 100 lembar selimut, 150 unit sandang dan family kid. Serta menyalurkan makanan siap saji kepada korban,” terangnya.

Nantinya, Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo juga akan memberikan bantuan perbaikan kerusakan rumah kepada masyarakat yang terdampak. Sesuai Perda bantuan untuk rumah rusak ringan maksimum Rp5 juta, rusak sedang maksimum Rp10 juta, untuk yang rusak berat maksimum sebesar Rp20 juta dan rusak total maksimum Rp30 juta. “Dan, hingga saat ini masih dilakukan pendataan,” terang Sutopo.

Setiap Tahun, Peristiwa Puting Beliung Terus Meningkat

Sutopo menyebut, peristiwa puting beliung terus meningkat setiap tahunnya di Indonesia. Sesuai data yang tercatat, selama tahun 2017 telah terjadi 624 kejadian puting beliung yang menyebabkan 30 orang meninggal dunia, 166 orang luka-luka. Dan, sebanyak 13.692 orang menderita dan mengungsi, sebanyak 12.607 rumah rusak dan ratusan bangunan publik juga rusak.

Rumah warga porak poranda diterjang puting beliung (Foto: BPBD)

Daerah rawan bencana puting beliung juga makin meluas. Daerah-daerah perkotaan makin sering terjadi puting beliung. Adanya perubahan penggunaan lahan dari hutan atau daerah yang banyak vegetasi berubah menjadi daerah permukiman dan perkotaan menyebabkan temperatur permukaan tanah cepat naik.

Efek pulau bahang atau heat island effect yang terjadi di kawasan perkotaan menyebabkan beda suhu antara permukaan tanah dan atmosfer cukup tinggi sehingga menimbulkan perbedaan tekanan udara sehingga timbul angin kencang atau puting beliung saat cuaca mendung.

Kemampuan iptek saat ini belum mampu memprediksi puting beliung secara pasti. Skalanya mikro. Hanya terjadi pada daerah sekitar 10 kilometer persegi dengan waktu kejadian berlangsung antara 5-10 menit. Kecepatan angin puting beliung berkisar 60-80 kilometer per jam.

Terkait itu, masyarakat dihimbau untuk selalu waspada jika kondisi mendung atau terjadi awan-awan tebal dan kehitaman di angkasa, untuk tidak melakukan aktivitas di bawah pohon, papan reklame atau di dekat bangunan yang rapuh.

“Jangan melakukan aktivitas di bawah pohon, papan reklame besar atau berada di bangunan yang kurang kuat konstruksinya. Jangan parkir di bawah pohon-pohon besar. Tanda-tanda awal puting beliung saat akan hujan, timbul angin terasa dingin yang makin lama makin kencang kemudian diikuti hujan deras,” terang Sutopo.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here