Sihir Arumi Bachsin di Pilgub Jatim

0
1398
Sosok Arumi Bachsin yang notabene artis dinilai bisa menjadi vote getter untuk mendulang suara bagi pasangan Cagub dan Cawagub Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018.

Nusantara.news, Jawa Timur – Ada ungkapan di balik kesuksesan pria, pasti ada wanita hebat di belakangnya. Peran wanita dalam mendukung pria hingga menjadi sukses sangatlah penting. Banyak pria yang telah sukses dan terkenal di dunia mengakui bahwa faktor terbesar kesuksesan mereka karena memiliki istri yang tepat dan hebat, sehingga mampu melewati setiap tantangan dalam perjuangan karir mereka.

Demikian pula dengan Cawagub Khofifah Indar Parawansa, Emil Dardak. Selama ini pesona sang istri, Arumi Bachsin mampu membius banyak orang, kendati sudah lama absen dari dunia hiburan.

Sejak mendampingi suaminya sebagai Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Arumi selalu menjadi pusat perhatian kala hadir dalam setiap acara yang dihadiri banyak orang.

Dalam Pilkada 2015, Emil Dardak yang maju bersama Mochamad Nur Arifin meraih dukungan 76,28 persen suara, atau dipilih oleh 292.248 jiwa penduduk. Padahal saat itu lawannya adalah petahana.

Dalam konteks ini, posisi Arumi Bachsin memenang peran strategis dalam mendongkrak popularitas pasangan ini dan kemungkinan memenangkan kontestasi politik di Trenggalek.

Saat itu survei Lembaga Survei Surabaya Consulting Group (SGC) menyebutkan, pasangan Kholiq-Handoko jauh di bawah elektabilitas pasangan Emil-Arifin. Pasangan Emil-Arifin diklaim meraup elektabilitas sebesar 77 persen dibanding Kholiq-Handoko dengan memiliki 23 persen.

Pada Pilkada 2015, Emil Dardak dipilih oleh 292.248 jiwa penduduk. Saat itu popularitas Arumi Bachsin disebut-sebut mencapat 92 persen dan berhasil pendongkrak popularitas suaminya memenangkan Pilkada Trenggalek.

Faktor kemenangan pasangan Emil-Arifin disebut-sebut merupakan dari Arumi Effect. Ya, Arumi Bachsin memiliki tingkat popularitas 92 persen di Trenggalek.

Dan kini dalam Pilgub Jatim, Emil kembali diuji. Meski sempat dianggap tidak layak oleh sebagian kalangan karena minim pengalaman di bidang politik bila dibandingkan Gus Ipul dan Azwar Anas, atau bahkan Khofifah sekalipun. Namun itu bukan jaminan. Publik tidak melihat dari kacamata kuda saja. Bagaimana pun, Emil tetap memiliki faktor X yang membuat namanya cukup dikenal di berbagai daerah. Faktor X itu adalah Arumi.

Bahkan pesona yang ditebarkan Arumi ini tidak hanya menyihir ibu-ibu pejabat, melainkan juga bapak-bapak pejabat. Pernah dalam acara pelantikan bupati/wali kota di gedung Grahadi, Surabaya, sosok Arumi mampu menyihir Gubernur Soekarwo dan istri serta pejabat pemprov lain. Malahan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) juga sempat tersihir oleh sosoknya.

Kala itu dalam sesi foto, Gus Ipul yang datang terlambat tiba-tiba mengambil posisi di samping Arumi Bachsin. Dia tidak mengambil posisi di samping istrinya, Fatma Saifullah.

Tak ayal, aksi kocak itu langsung mengundang tawa para tamu yang berada di ruang utama Grahadi.

Memang, di mana pun keberadaan Arumi selalu menjadi perhatian publik. Berasal dari dunia selebritis, hal itu kini dianggap mampu menjadi vote getter atau pendulang suara untuk pasangan Khofifah-Emil. Pasalnya, sosok Arumi tidak asing di mata publik, termasuk warga Jawa Timur.

Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Madura, Surokim Abdussalam mengatakan saat ini banyak dari ibu-ibu dan remaja putri yang kenal dengan sosok Arumi. Bahkan para bapak dan kawula muda selalu dibuat takjub dengan sosoknya. Dia bakal menjadi pendulang suara di Pilgub Jatim 2018.

“Arumi Effect saya kira bisa menjadi vote getter untuk mendulang suara bagi pasangan Khofifah-Emil. Siapa yang tidak kenal Arumi Bachsin istri Mas Emil, apalagi ibu-ibu dan remaja putri yang gemar menonton sinetron dan infotainment,” urai akademisi berlatar NU yang akrab disapa Rokim, Senin (18/12/2017).

Blusukan ala Arumi

Selama ini Arumi sering terlihat hadir dalam setiap acara yang berkaitan dengan suami. Di sebuah acara Muslimat Nahdlatul Ulama di Pendapa Kecamatan Kanigoro, Blitar, Rabu (13/12/2017) lalu, Arumi menghadiri undangan sebagai Duta Paud Nasional. Tahu apa yang terjadi? Dia langsung diserbu ibu-ibu Muslimat. Mereka berebutan minta berswafoto dengan pesinetron itu.

Arumi datang dengan balutan baju panjang plus kerudung serba hijau. Gaya berkerudung Arumi simple. Sejumput rambutnya di bagian depan dibikin mengintip. Itu gaya khas Arumi.

Secara umum, Arumi sebenarnya tampak canggung di tengah ribuan ibu-ibu Muslimat NU yang hadir. Belum juga naik panggung, ibu-ibu berebutan untuk berswafoto dengan Arumi. Dia merespons dengan gaya dan wajah yang sedap dipandang mata. Inilah kekuatan dari figur selebriti. Dia mampu menarik massa.

Di atas panggung, banyak dari ibu-ibu Muslimat NU yang tersihir dengan sambutan Arumi. Sejak suaminya terjun ke dunia politik, Arumi selalu rajin turun gunung, bahkan ketika Emil Dardak resmi menjadi bakal calon wakil gubernur mendampingi Khofifah sebagai bakal calon gubernur pada Pilgub Jawa Timur 2018. Selain mendampingi suami, secara mandiri dia juga hadir sebagai narasumber. Posisi Arumi inilah yang dinilai akan memperkuat Ketua Umum Muslimat NU itu dalam kompetisi di Pilgub Jatim yang diprediksi ketat.

Kehadiran Arumi Bachsin di acara Muslimat Nahdlatul Ulama di Pendapa Kecamatan Kanigoro, Blitar, Rabu (13/12/2017), langsung diserbu ibu-ibu Muslimat. Mereka berebutan minta berswafoto.

Sebagai istri, Arumi mengatakan akan selalu mendukung keputusan suaminya mengikuti pemilihan gubernur. Menurutnya keputusan Emil sudah tepat dan seluruh keluarga mendukung. Secara pribadi Arumi juga telah mempersiapkan diri jika suatu saat harus meninggalkan Trenggalek.

Meski baru dua tahun tinggal di Trenggalek, Arumi mengaku telah mendapat banyak pengalaman baru mendampingi suaminya menjadi bupati. Salah satunya adalah bisa berbicara bahasa Jawa selama bergaul dengan masyarakat. “Saya jadi bisa berbahasa Jawa,” kata Arumi.

Artis sinetron ini juga merasa tidak meninggalkan masyarakat Trenggalek jika kelak terpilih mendampingi suaminya di pemerintah provinsi. Sebab, kata dia, Trenggalek bagian dari Jawa Timur.

Begitu pula saat Arumi menghadiri Dhoho Street Fashion 3 yang digelar di Taman Sekartaji Kota Kediri, Kamis (14/12/2017). Dia langsung mencuri perhatian ratusan penonton.

Usai peragaan busana, penonton terutama kaum perempuan ramai mengerubutinya. Mereka mengajak Arumi untuk berswafoto. Permintaan berswafoto itu terus datang silih berganti terutama para pelajar. Malahan sejumlah petugas Satpol PP yang bertugas mengawal Arumi dibuat kewalahan.

Padahal Arumi sengaja datang ke Kota Kediri untuk menyaksikan fashion yang mengangkat kain tenun ikat khas Kota Kediri menjadi busana keseharian. Selaku Ketua Dekranasda Kabupaten Trenggalek, Arumi juga tengah berupaya untuk mengembangkan busana dari kain tenun khas Trenggalek.

Saat Arumi blusukan mendampingi Emil blusukan ke Banyuwangi pada Minggu (17/12/2017), hal yang sama juga terjadi. Di tengah kunjungan ke Pasar Induk Banyuwangi, dan RTH Taman Blambangan, mata warga Banyuwangi mayoritas tertuju pada Arumi Bachsin. Bahkan, warga tak menyangka jika yang digandeng sang artis adalah Cawagub Jatim yang berkunjung ke Banyuwangi. Beberapa kali Arumi mengenalkan Emil kepada pedagang dan pengunjung pasar. Keduanya langsung jadi pusat perhatian. Tak hanya berebut jabat tangan, warga juga minta foto selfie bersama sebagai kenang-kenangan.

“Kalau Mbak-nya (Arumi) saya tahu artis. Kalau mas itu (Emil) belum tahu, baru dikenalkan sama Mbak Arumi tadi,” ujar Sahlan, pedagang pasar Induk Banyuwangi.

Arumi Bachsin menjadi sorotan publik saat mendampingi suaminya Emil Dardak, mengunjungi Pasar Induk Banyuwangi, dan RTH Taman Blambangan, Minggu (19/12/2017).

Sebagai artis dan model papan atas, Arumi pernah membantu promosi pariwisata Bumi Blambangan, tepatnya tahun 2012. Dengan kata lain Arumi adalah salah satu pejuang yang telah membuat sektor pariwisata Banyuwangi, moncer seperti saat ini.

Tidak bisa dipungkiri, selama ini sosok Arumi memiliki dampak sangat besar terutama di wilayah Arek yang masyarakatnya melek informasi. Namun bukan berarti di wilayah lain tidak berdampak. Terbukti di wilayah Tapal Kuda dan Mataraman, nama Arumi dikenal publik. Karena saat ini informasi itu sudah menembus sekat geografis. Bahkan seolah informasi sudah berada dalam genggaman.

Rokim menilai, setiap kali Emil Dardak terjun ke masyarakat dalam rangka sosialisasi maupun kampanye, memang sangat efektif bila mengajak serta Arumi Bachsin. Karena keberadaan Arumi senantiasa menjadi magnet bagi publik. Itu bisa jadi lebih efektif ketimbang Emil bicara program.

“Masyarakat akan lebih mudah mendengar dari pihak yang sudah dikenal atau publik figur. Karena itu sebaiknya Mas Emil selalu mengajak Mbak Arumi saat kampanye dan penyataan masyarakat,” tutur Dekan Fisib Unijoyo ini.

Soal generasi Millenial yang‎ jumlahnya cukup signifikan, menurut peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) ini bisa menjadi lumbung suara bagi pasangan khofifah-Emil kalau serius digarap.

Ini bukan tanpa alasan, sebab generasi milenial diprediksi bakal menjadi suara penentu kemenangan dari kandidat gubernur maupun di pemilihan presiden 2019. Terlebih populasi pemilih dari kalangan milenial pada 2019 bisa mencapai 50 persen lebih.

Itu penting dicatat bagi politisi dan partai politik, bagaimana mereka menangkap aspirasi kelompok milenial. Strategi kampanye yang usang di era milenial dianggap sudah tidak berlaku. Berikut juga dengan para kandidatnya. Justru, kini giliran generasi muda yang meneruskan tongkat estafet.

Generasi milenial sendiri memiliki tiga karakteristik utama, pertama karena faktor connected, creative, and confidenceConnected atau koneksi karena mereka sebagai pribadi yang pandai bersosialisasi terutama di dalam komunitasnya. Mereka juga aktif berselancar di media sosial dan internet.

Kedua, karena mereka kreatif, generasi milenial adalah orang-orang yang berjiwa muda yang berpikir out of the box, kaya dengan berbagai ide dan gagasan, serta mampu mengkomunikasikan ide dan gagasannya dengan baik. Mereka boleh dikatakan sebagai generasi kreatif. Sebagai bukti, saat ini industri kreatif yang dimotori anak-anak muda berkembang pesat.

Nah, di sinilah kekuatan Emil dan Arumi. Keduanya merupakan bagian dari generasi milenial. Keberadaan mereka cenderung akan diterima karena mereka berdua bagian dari generasi muda tersebut.

Meski begitu, Rokim tetap mengingatkan agar tetap ada program dan visi yang sejalan dengan generasi milenial sehingga mereka mendapat tempat di generasi tersebut. Sebab, pada dasarnya, generasi ini cenderung apolitis dan hedon. Karena itu, harus tepat masuk ke kalangan ini.

“Emil dan Arumi bagian dari generasi milenial. Ini menjadi poin tersendiri bagi mereka untuk bisa diterima kalangan tersebut. Apalagi Emil satu-satunya kandidat yang berasal dari generasi milenial,” pungkasnya.[]

 

 

 

 

 

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here